JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar akhirnya angkat bicara mengenai kabar pengunduruan dirinya sebagai Menteri Agama RI serta maju dalam kontestasi pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang.
Nasaruddin mengklarifikasi mengenai kabar-kabar yang menyebutkan dirinya akan mengundurkan diri dari kursi Menteri Agama RI sekaligus maju sebagai calon Ketua Umum PBNU masa bakti berikutnya.
"Ada hal yang ingin saya klarifikasi muncul di beberapa media sosial. Saya katanya telah mengundurkan diri sebagai Menteri Agama. Saya nyatakan bahwa itu tidak benar. Tidak pernah kami melakukan hal seperti itu ya," ujar Nasaruddin dalam rekaman video keterangan resminya, Jumat (28/8/2026).
- Baca Juga Skema Utang Whoosh Dibahas 15 September
Imam Besar Masjid Istiqlal tersebut menekankan keputusannya untuk tidak mengajukan diri sebagai pimpinan organisasi kemasyarakatan agama terbesar di tanah air didasari atas tanggung jawab strategis yang saat ini tengah diembannya dalam jajaran kabinet Presiden Prabowo Subianto.
Ia mengklaim tugasnya sebagai Menteri Agama RI sejak dilantik pada Agustus 2024 lalu memerlukan pengorbanan yang besar, sehingga harus diselesaikan hingga masa jabatannya berakhir.
"Sehubungan dengan muktamar yang akan dan atau sedang berlangsung ini ya karena saya sadar betul bahwa tugas saya sebagai Menteri Agama Republik Indonesia ini begitu berat dan begitu luas yang harus kami selesaikan," kata dia.
Nasaruddin juga menyatakan keputusan yang ditempuhnya tersebut merupakan jalan terbaik bagi kondusivitas dalam tubuh Kementerian Agama RI maupun Nahdlatul Ulama. Namun demikian, ia menyebut tidak akan melepaskan perhatian terhadap dinamika organisasi walaupun fokus menjalankan tugas di kementerian.
"Maka ini yang terbaik buat saya dan juga untuk pengembangan Kementerian Agama ke depan atau juga termasuk NU. Lebih baik saya berkonsentrasi di Kementerian Agama tanpa harus meninggalkan konsen saya terhadap Nahdlatul Ulama," ujarnya.
Mengenai dukungan yang telah dicurahkan oleh pihak-pihak tertentu terhadap dirinya untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU, Nasaruddin menyampaikan permohonan maaf.
"Maka dengan demikian saya minta maaf kepada teman-teman dari berbagai daerah yang mungkin telah mengimajinasikan saya untuk memimpin PBNU," ucapnya.
Dirinya pun berharap seluruh rangkaian kegiatan Muktamar ke-35 NU dapat berjalan dengan lancar serta melahirkan berbagai keputusan yang bermanfaat bagi kepentingan warga Nahdliyin maupun bangsa Indonesia.
"Mudah-mudahan muktamar ini berjalan lebih lancar dan menghasilkan hasil-hasil muktamar yang lebih baik untuk bangsa khususnya untuk Nahdliyin," ujarnya.