LIPUTANFINANSIAL.COM — Rembuk Pemuda menyambut positif kepemimpinan Jenderal TNI (Purn) Muhammad Herindra sebagai ketua umum PB ESI periode 2026–2030. Organisasi itu menilai sosok Herindra dibutuhkan untuk membangun sistem dan memperkuat tata kelola esports nasional, bukan sekadar memahami permainan.
Founder Rembuk Pemuda, Aidil Afdan Pananrang, menyampaikan pandangan itu di Jakarta, Sabtu (19/9/2026). Menurutnya, esports kini telah berkembang menjadi ekosistem yang jauh lebih kompleks dibanding sekadar ajang pertandingan.
Karena itu, Rembuk Pemuda menekankan pentingnya sosok pemimpin yang mampu mempertemukan berbagai kepentingan di dalam ekosistem tersebut. Tujuannya agar esports Indonesia bisa tumbuh secara berkelanjutan.
- Baca Juga 5 Fakta Curanmor Pistol Mainan di Depok
Esports Bukan Lagi Sekadar Pertandingan
Aidil menjelaskan, perkembangan esports telah melahirkan banyak unsur pendukung. Mulai dari atlet, pelatih, komunitas, penyelenggara kompetisi, pengembang gim, kreator konten, manajemen tim, platform digital, sponsor, hingga pemerintah.
Deretan unsur itu membuat agenda pengembangan esports jadi jauh lebih luas. Esports disebut kini menjadi salah satu ruang aktualisasi generasi muda di tengah pertumbuhan ekonomi digital.
Di luar atlet, muncul berbagai profesi dan aktivitas ekonomi baru. Bidang-bidang itu menuntut talenta dengan kemampuan teknis, kreativitas, manajemen, dan pemahaman teknologi.
Penguatan Kelembagaan Jadi Kunci
Rembuk Pemuda menilai penguatan kelembagaan dan tata kelola menjadi bagian penting dalam fase perkembangan esports Indonesia saat ini. Aidil menyebut hal itu sebagai fondasi agar ekosistem tidak berkembang secara liar.
"Karena itu, yang dibutuhkan bukan sekadar pemimpin yang memahami permainan, tetapi pemimpin yang mampu membangun sistem, memperkuat tata kelola, dan mempertemukan berbagai kepentingan agar ekosistem esports dapat berkembang secara berkelanjutan," kata Aidil.
Dengan kepemimpinan baru di PB ESI, Rembuk Pemuda berharap esports Indonesia semakin kuat sebagai cabang olahraga prestasi. Ekosistemnya juga dinilai erat kaitannya dengan teknologi, industri kreatif, dan pengembangan generasi muda.