LIPUTANFINANSIAL.COM — Jay-Z kembali membedah lirik-liriknya dalam docuseries delapan episode "Jay-Z in 8" yang tayang di HBO, berpasangan dengan produser legendaris Rick Rubin. Keduanya duduk di Palais Brongniart, Paris, membahas lagu-lagu hits hingga deep cut dari diskografi Jay-Z yang membentang puluhan tahun. Proyek ini jadi cara Jay-Z merayakan karier musiknya tanpa merilis album baru.
Jay-Z jarang bicara panjang soal proses kreatifnya. Sepanjang karier, ia nyaris tak memberi wawancara—hanya satu kali sepanjang tahun ini, dan nol dalam beberapa tahun sebelumnya.
Karena itu, "Jay-Z in 8" terasa berbeda. Docuseries ini membiarkan Jay-Z membuka dirinya lewat lirik-liriknya sendiri, satu per satu, di depan kamera.
Membedah Lirik di Palais Brongniart
Rick Rubin duduk di seberang Jay-Z, memutar lagu-lagu secara acak dari katalog sang rapper. Jay-Z lalu mengurai maknanya, kadang kata per kata.
Setiap episode menegaskan satu hal: rap bukan sekadar hiburan. Ia medium introspeksi dan peluang.
Rubin tampil tanpa alas kaki, sesekali tertegun mendengar penjelasan Jay-Z. Ia merespons dengan "wow" dan "incredible", atau sekadar menutup mata dan mengangguk.
Docuseries ini digarap hitam-putih dengan latar panggung yang sederhana. Kamera dibiarkan berlama-lama di momen-momen emosional.
Momen Paling Menyentuh
Di awal Bab 4, Jay-Z bercerita soal rekonsiliasi dengan ayahnya yang lama terpisah. Ibunya yang mendorong pertemuan itu, bertepatan dengan masa rekaman "The Black Album".
Jay-Z mengenang rasa lega bisa berdamai dengan sang ayah sebelum pria itu meninggal sebulan kemudian. Wajahnya merekam emosi yang tak terbaca kamera.
Rubin dan Jay-Z punya sejarah panjang. Rubin memproduseri "99