JAKARTA — Emiten terafiliasi dengan Grup Djarum PT Surya Semesta Internusa Tbk. (SSIA) meyakini pembangunan jalan tol akses Patimban mampu menjadi katalis dalam mengakselerasi kinerja setelah rampung dibangun.
Infrastruktur tersebut dinilai bakal menjadi penggerak penting bagi pengembangan kawasan industri Subang Smartpolitan sekaligus menekan biaya logistik para penyewa.
Presiden Direktur SSIA Johannes Suriadjaja memaparkan progres pembangunan tol akses Patimban telah mencapai 14%. Proyek tersebut dikerjakan dalam dua seksi, dengan salah satu seksinya digarap melalui kolaborasi bersama PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI).
“Sejauh ini kira-kira progresnya sudah 14% dan kami masih menargetkan pada 2027 tol tersebut bisa selesai,” ujarnya dalam paparan publik, Senin (7/9/2026).
Menurut dia, pelaksanaan pembangunan sejauh ini masih menghadapi kendala, terutama terkait aspek logistik. Namun, SSIA menilai hambatan tersebut belum menjadi persoalan besar yang dapat mengganggu target penyelesaian proyek.
Johannes menilai keberadaan akses tol tidak hanya akan memberikan dampak terhadap konektivitas kawasan, tetapi juga meningkatkan daya tarik Subang Smartpolitan bagi calon investor.
Pasalnya, akses langsung menuju Pelabuhan Patimban berpotensi memangkas waktu dan biaya distribusi barang dari kawasan industri. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat meningkatkan efisiensi operasional penyewa yang beraktivitas di dalam kawasan.
“Yang lebih penting adalah ini menjadi value buat para tenant kami ataupun potensi tenant ke depannya. Karena biaya logistik akan berkurang dengan sangat drastis,” ujarnya.
SSIA mendorong pengembangan Subang Smartpolitan sebagai salah satu mesin pertumbuhan perseroan. Kehadiran infrastruktur konektivitas menuju Patimban diharapkan memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai lokasi manufaktur dan industri yang terintegrasi dengan akses logistik.
SSIA juga mengalokasikan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp2,2 triliun pada 2026, dengan porsi terbesar diarahkan untuk mempercepat pengembangan kawasan industri Subang Smartpolitan.
VP of Investor Relations dan Sustainability SSIA Erlin Budiman memaparkan sekitar Rp1,5 triliun dari total capex tahun ini dialokasikan untuk pembangunan Subang Smartpolitan, mencakup kebutuhan akuisisi lahan dan pengembangan lahan.
Hingga semester I/2026, perseroan telah merealisasikan capex sekitar Rp1,1 triliun. Dari alokasi untuk Subang, sekitar Rp330 miliar telah dibelanjakan sehingga realisasi dinilai masih sejalan dengan rencana awal tahun.
Selain Subang, SSIA menganggarkan sekitar Rp330 miliar untuk melanjutkan sejumlah proyek hospitality, termasuk pengembangan Paradise dan properti di Bali. Hingga semester I/2026, belanja untuk proyek tersebut telah mencapai sekitar Rp200 miliar.
Sementara itu, perseroan menetapkan target pendapatan hingga akhir tahun ini senilai Rp7,2 triliun setelah melakukan penyesuaian dari target awal tahun sebelumnya sekitar Rp7,5 triliun.
Meski target pendapatan diturunkan, perseroan masih optimistis mencapai pertumbuhan sekitar 63% secara tahunan. Sementara itu, laba bersih ditargetkan mencapai Rp400 miliar, atau melonjak sekitar 570% dibandingkan tahun sebelumnya.