J.P. Morgan: Target Ekonomi 6% di 2027 Jadi PR Besar, Ini Sebabnya

J.P. Morgan: Target Ekonomi 6% di 2027 Jadi PR Besar, Ini Sebabnya

LIPUTANFINANSIAL.COM — Rencana pemerintah mengejar pertumbuhan ekonomi 6 persen pada 2027 mendapat catatan khusus dari pelaku pasar global. J.P. Morgan, perusahaan jasa keuangan asal Amerika Serikat, menilai target tersebut ambisius dan butuh kerja keras di tengah kondisi ekonomi yang sedang tidak menentu.

Angka yang Belum Pernah Tercapai Sejak 2005

Kalau ditelisik sejarahnya, target ini memang terdengar berat. Indonesia terakhir kali mencatat pertumbuhan di kisaran angka itu sebelum krisis moneter melanda. Artinya, sudah hampir dua dekade ekonomi nasional tak mampu menembus level tersebut.

Gioshia Ralie, CEO and Senior Country Officer J.P. Morgan, menyebut pencapaian 6 persen pada 2027 akan menjadi sentimen positif besar bila berhasil. "Karena 2027 kalau gak salah growth di pemerintah targetnya 6%. Dan kalau kita bisa mencapai itu sebagai negara Indonesia, sebelumnya kita gak pernah ya, semenjak tahun 2005, semenjak krismon," ujarnya dalam media briefing di Jakarta, Kamis (3/9).

Suku Bunga Naik, Investasi Tertekan

Persoalannya, kondisi global tidak sedang mendukung. Tren suku bunga yang kembali meningkat disebut bisa menghambat laju investasi, padahal investasi menjadi mesin utama pertumbuhan ekonomi.

"Investment untuk 2027 itu sangat penting untuk ngedrive the economy dan kita juga tahu bahwa suku bunga itu sekarang lagi trendnya naik lagi ke atas," jelas Gioshia.

Kunci Jawabannya: Stabilitas

Meski begitu, J.P. Morgan menilai suku bunga tinggi tak selalu berbanding lurus dengan pertumbuhan yang melambat. Yang lebih penting menurut mereka adalah bagaimana pemerintah dan pelaku usaha menjaga iklim tetap stabil dan bisa diprediksi.

"Tapi stability dan certainty itu yang akan bisa memberikan volume, activities yang ujung-ujungnya itu bisa memberikan growth kalau itu objektifnya," kata Gioshia.

Kesannya memang sederhana, tapi di lapangan butuh koordinasi ekstra. Kebijakan yang konsisten akan memberi rasa aman bagi investor untuk mengucurkan modalnya. Aktivitas ekonomi pun mengalir, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan.

Gioshia menambahkan, ekonomi yang tumbuh lebih tinggi akan memacu pemerintah dan sektor swasta buat lebih agresif. Indonesia punya peluang untuk bersaing dengan negara ASEAN lainnya, asalkan semua pihak fokus mencari celah positif, bukan justru sibuk mengeluh. "Kalau kita punya mindset itu negatif terus, kita akan susah berkembang," tuturnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index