LIPUTANFINANSIAL.COM — Musim 2026/2027 menjadi ujian sesungguhnya bagi Persib Bandung. Status juara bertahan BRI Super League tidak menjamin segalanya, apalagi dengan segudang agenda yang menanti. Manajemen memang telah bergerak agresif dengan mendatangkan delapan pemain baru, termasuk enam pemain asing dan dua penggawa Timnas Indonesia, Ragnar Oratmangoen serta Sandy Walsh. Namun, ambisi besar ini harus dibayar dengan kerja keras melewati serangkaian rintangan sepanjang musim.
Jadwal Padat di Empat Front Berbeda
Persib akan tampil di empat kompetisi sekaligus: BRI Super League, AFC Champions League Two, ASEAN Club Championship, dan Piala Indonesia. Konsekuensinya, skuad asuhan Igor Tolic harus bermain dalam rentang waktu yang sangat berdekatan.
Risiko kelelahan dan cedera pun meningkat. Di sinilah kedalaman skuad menjadi faktor krusial. Kontribusi dari seluruh pemain, bukan hanya starter, akan menentukan konsistensi performa tim ketika jadwal mulai menumpuk.
Perjalanan Panjang Lintas Negara yang Menguras Tenaga
Kompetisi Asia menghadirkan tantangan tersendiri berupa perjalanan jauh. Persib akan memulai kiprahnya di babak play-off AFC Champions League Two melawan Manila Digger di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Senin (31/8). Jika lolos, mereka akan bergabung di Grup bersama FC Seoul (Korea Selatan), Melbourne Victory (Australia), dan The Cong-Viettel (Vietnam).
Jadwal awal musim langsung menguji ketahanan fisik. Setelah laga tandang melawan Persija Jakarta di Stadion Gelora Bung Karno pada 12 September 2026, Persib harus terbang ke Korea Selatan untuk menghadapi FC Seoul empat hari berselang. Tiga hari kemudian, giliran Persijap Jepara yang menanti di Stadion Gelora Bumi Kartini. Belum lagi ASEAN Club Championship yang akan mulai bergulir pada Oktober mendatang.
Transisi Kepelatihan dari Bojan Hodak ke Igor Tolic
Persib memasuki musim baru tanpa sosok Bojan Hodak di kursi pelatih. Arsitek asal Kroasia itu memilih mundur setelah membawa Maung Bandung meraih hattrick juara. Posisinya kini diisi oleh Igor Tolic, yang sebelumnya menjabat sebagai asisten selama dua tahun terakhir.
Peran sebagai tangan kanan tentu berbeda dengan memegang kendali penuh. Igor kini bertanggung jawab penuh atas strategi dan manajemen tim. Tekanan untuk menjaga performa di tengah jadwal padat, persaingan ketat, dan ekspektasi tinggi untuk mempertahankan gelar akan menjadi ujian besar bagi kemampuan taktiknya.
Dengan materi pemain baru yang melimpah, empat kompetisi yang harus dijalani, dan pergantian pelatih kepala, Persib memiliki pekerjaan rumah yang sangat besar. Konsistensi menjadi kunci utama jika Maung Bandung ingin kembali merasakan manisnya gelar juara di akhir musim.