PART Incar Lonjakan Laba 2026 Lewat Diversifikasi

PART Incar Lonjakan Laba 2026 Lewat Diversifikasi
PT Cipta Perdana Lancar Tbk. (PART). (Foto: NET)

JAKARTA — PT Cipta Perdana Lancar Tbk. (PART) mematok target kenaikan laba pada tahun 2026 melalui langkah perluasan usaha ke bidang di luar komponen otomotif, seperti pembuatan mesin serta perangkat industri. 

Langkah ekspansi ini dirancang guna memperluas ragam portofolio sekaligus menekan tingkat ketergantungan perseroan pada satu bidang industri tunggal, seraya mempertahankan sektor otomotif sebagai pilar utama. 

PART memproyeksikan peningkatan pendapatan serta laba bersih pada 2026, dengan perkiraan laba bersih melonjak sebesar 46,18% serta margin laba bersih yang terkerek naik ke angka 10,68%.

Direktur PART Tjoeng Rino Saputra alias Ayung mengemukakan bahwa pihak perseroan mulai merintis lini usaha non-otomotif semenjak paruh kedua tahun 2025 lewat aktivitas fabrikasi mesin serta perlengkapan guna memenuhi berbagai keperluan industri.

“Diversifikasi yang kami lakukan bukan untuk meninggalkan bisnis otomotif, tetapi untuk memperkuat PART melalui sumber pertumbuhan baru. Kami tetap menjaga bisnis komponen otomotif sebagai fondasi utama, sekaligus mengembangkan kemampuan fabrikasi Perseroan untuk menangkap peluang di sektor non-otomotif,” kata Ayung dalam keterangan resminya, Jumat (28/8/2026).

Menurutnya, langkah strategis tersebut diarahkan demi memperlebar cakupan portofolio usaha di samping memangkas ketergantungan perseroan terhadap satu bidang industri saja. 

Pada saat ini, lini non-otomotif PART mencakup pembuatan bermacam-macam mesin untuk keperluan sektor pertanian serta alat-alat rumah tangga yang berkaitan dengan program pemerintah maupun pihak non-pemerintah di bidang pertanian serta industri makanan dan minuman.

PART mengestimasi perolehan pendapatan tahun 2026 dapat menyentuh angka Rp413,62 miliar, yang berarti mengalami kenaikan sebesar 11,91% jika disandingkan dengan pendapatan tahun 2025 yang senilai Rp369,59 miliar.

Lonjakan laba diproyeksikan bakal terjadi lebih tinggi. Perolehan laba usaha diestimasikan mencapai Rp58,39 miliar atau menanjak 43,74% dari posisi Rp40,62 miliar pada tahun 2025. 

Di sisi lain, laba bersih diprediksikan menembus angka Rp44,16 miliar, atau tumbuh 46,18% apabila dibandingkan dengan perolehan Rp30,21 miliar pada periode tahun sebelumnya.

Kenaikan performa tersebut turut diestimasikan mampu mendongkrak margin laba bersih dari kisaran 8,17% pada tahun 2025 menjadi 10,68% pada tahun 2026. Sementara itu, margin laba usaha diperkirakan naik dari 10,99% ke level 14,12%. 

Adapun laba per saham atau earnings per share (EPS) diproyeksikan berada di level Rp15,49 per lembar saham menjelang penghujung tahun 2026, yang menunjukkan peningkatan 37,2% dari Rp11,29 per saham pada tahun 2025.

Ayung menyebutkan bahwa andil dari lini usaha non-otomotif diantisipasi makin terlihat jelas pada paruh kedua tahun 2026, utamanya mulai triwulan III serta berpotensi meraih tingkat kegiatan yang lebih tinggi pada triwulan IV. 

Hingga penutupan Juni 2026, PART mencatatkan perolehan pendapatan sebesar Rp177,64 miliar beserta laba bersih senilai Rp9,11 miliar. 

Pihak perseroan memandang paruh kedua tahun 2026 sebagai fase krusial guna menggapai target pencapaian kinerja sepanjang tahun penuh seiring dengan bertambahnya andil dari sektor non-otomotif.

“Kami berharap kombinasi kedua segmen ini dapat mendorong pertumbuhan pendapatan sekaligus meningkatkan profitabilitas Perseroan secara berkelanjutan,” ujar Ayung.

Dari sudut pandang neraca keuangan, jumlah total aset PART pada penghujung tahun 2026 diperkirakan mencapai Rp424,34 miliar, naik dari posisi Rp335,71 miliar pada akhir tahun 2025. Besaran ekuitas juga diestimasikan menguat menjadi Rp234,55 miliar dari angka sebelumnya yakni Rp184,85 miliar.

Dengan terus mempertahankan sektor komponen otomotif sebagai fondasi serta mengembangkan segmen non-otomotif sebagai motor penggerak baru, PART menaruh keyakinan penuh untuk mampu membentuk struktur korporasi yang jauh lebih beragam serta mengoptimalkan penciptaan nilai bagi para pemegang saham dalam kurun waktu panjang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index