Prabowo Segera Ajukan Calon Gubernur BI, DPR Siap Gelar Uji Kelayakan

Prabowo Segera Ajukan Calon Gubernur BI, DPR Siap Gelar Uji Kelayakan
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. (Foto: NET)

JAKARTA — Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi memaparkan perkembangan seleksi figur Gubernur Bank Indonesia (BI) tetap sebagai suksesor Perry Warjiyo. Berdasarkan keterangannya, Presiden Prabowo Subianto bakal menetapkan sosok kandidat Gubernur BI yang nantinya diusulkan ke DPR pada pekan ini. 

Hal tersebut diutarakan Prasetyo seusai mengikuti rapat koordinasi terbatas mengenai perbaikan manajemen Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kamis (6/8/2026). 

"Untuk Gubernur BI, Insyaallah minggu ini diputuskan," ujar Prasetyo. 

Sebelumnya, Prasetyo menguraikan prosedur pengisian posisi Gubernur BI mewajibkan Kepala Negara terlebih dahulu menyodorkan kandidat kepada DPR untuk menempuh uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test). 

Ketika diminta menguraikan persyaratan khusus yang diharapkan Kepala Negara bagi figur Gubernur BI selanjutnya di tengah melemahnya kurs rupiah, Prasetyo menanggapi dengan nada guyon. 

"Kriteria khusus? Yang wajib adalah Merah Putih," katanya sambil tersenyum.

Prasetyo pun memilih untuk tidak berspekulasi terkait peluang Destry Damayanti, yang saat ini memegang posisi sebagai Pejabat Gubernur Sementara (PGS) BI, untuk diusulkan menjadi Gubernur BI tetap. 

Di sisi lain, Komisi XI DPR masih menantikan usulan nama kandidat Gubernur BI suksesor Perry Warjiyo dari Presiden Prabowo. Sesudah memperoleh usulan tersebut, DPR akan mengawali tahapan pemilihan Gubernur BI lewat uji kelayakan dan kepatutan. 

"Sesuai UU, presiden akan mengusulkan calon Gubernur BI untuk mendapatkan persetujuan DPR RI [Komisi XI]. Saat ini, sepengetahuan saya, Komisi XI belum mendapatkan penugasan dari Banmus untuk melakukan fit and proper test," kata Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Dolfie Othniel.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal menekankan agar tahapan peralihan kepemimpinan di Bank Indonesia tidak mengganggu stabilitas pasar keuangan ataupun kurs rupiah. 

Hekal menuturkan fokus utama saat ini adalah menjamin tahapan transisi kepemimpinan di Bank Indonesia berjalan lancar sehingga tidak mengganggu pandangan pelaku pasar. 

"Sekarang yang penting dalam proses pergantian Gubernur Bank Indonesia, peran Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas kurs dan nilai rupiah juga harus terjaga," ujarnya. 

Untuk sementara waktu, pimpinan bank sentral tetap dilaksanakan oleh PGS Destry Damayanti sesuai aturan di dalam Undang-Undang Bank Indonesia. Destry memastikan bank sentral tetap menjalankan seluruh fungsi dan wewenangnya secara wajar sesudah pengunduran diri Perry dari posisi Gubernur BI. 

BI juga menegaskan bakal senantiasa memelihara stabilitas kurs rupiah, sistem pembayaran, serta stabilitas sistem keuangan melalui tata kelola yang profesional serta koordinasi erat dengan pemerintah.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index