Hadapi El Nino, BRIN Kembangkan Teknologi Ketahanan Air

Rabu, 29 Juli 2026 | 19:36:31 WIB
BRIN Siapkan Teknologi Air Antisipasi Dampak El Nino [FOTO: NET].

JAKARTA - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menginisiasi riset teknologi ketahanan air sebagai langkah pencegahan terhadap dampak fenomena El Nino. Penjelasan tersebut diungkapkan oleh Kepala BRIN Arif Satria seusai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden RI Prabowo Subianto bertempat di Istana Negara pada Selasa (28/7/2026). 

Arif menyebutkan bahwa pada hari yang sama dirinya dipanggil oleh Presiden Prabowo untuk membahas persoalan cuaca ekstrem, termasuk fenomena El Nino. Pemerintah berencana mendiskusikan berbagai langkah antisipasi cuaca ekstrem di masa mendatang. 

Presiden Prabowo secara khusus meminta BRIN agar mampu memunculkan inovasi teknologi guna memprediksi serta menanggulangi dampak cuaca ekstrem tersebut.

"Kebetulan memang BRIN sudah diminta untuk menyelesaikan dengan teknologi ketahanan air. Jadi, supaya bagaimana kami mampu untuk menyediakan sumber-sumber alternatif untuk air ini. Karena El Nino, ya tentu yang diperlukan bagaimana supaya pertanian tetap aman dan juga untuk kehidupan sehari-hari juga aman," katanya.

Selanjutnya, pihak BRIN juga bekerja sama dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) guna memetakan fenomena El Nino beserta berbagai potensi risikonya.

"Tapi yang jelas kami sudah mempersiapkan berbagai teknologi untuk itu," ujar Arif.

El Nino sendiri merupakan peristiwa alam yang bercirikan peningkatan suhu permukaan air laut di kawasan Pasifik tropis serta pergeseran arah angin. Gejala ini bergiliran dengan La Nina melalui fase pendinginan yang terjadi setiap dua hingga tujuh tahun sekali. 

Peristiwa El Nino sebelumnya berlangsung pada kurun 2023–2024, sementara siklus terbarunya mulai berkembang sejak bulan Juni 2026 setelah sebelumnya diprediksikan oleh para pakar meteorologi.

Bagi wilayah Indonesia, El Nino lazimnya memicu musim kemarau yang berjalan lebih kering dan berkepanjangan, sehingga memperbesar ancaman kekeringan serta musibah kebakaran hutan dan lahan. 

Apabila estimasi El Nino terkuat dalam kurun waktu 150 tahun terakhir ini benar-benar terjadi, dampak yang ditimbulkan terhadap ketahanan sektor pangan, manajemen sumber daya air, hingga potensi bencana hidrometeorologi diprediksi jauh lebih besar jika dibandingkan dengan fase-fase terdahulu.

Terkini