Pertamina Percepat Normalisasi Distribusi BBM di Kawasan Tapanuli Selatan

Selasa, 03 Februari 2026 | 09:04:50 WIB
Pertamina Percepat Normalisasi Distribusi BBM di Kawasan Tapanuli Selatan

JAKARTA - Komitmen untuk menjaga stabilitas energi di wilayah Sumatera Bagian Utara terus diperkuat oleh otoritas penyalur bahan bakar nasional. Menanggapi dinamika kebutuhan masyarakat di wilayah Tapanuli Selatan dan sekitarnya, langkah-langkah strategis segera diambil guna memastikan rantai pasok kembali ke jalur optimal. Fokus utama saat ini adalah memastikan setiap tetes bahan bakar tersalurkan secara merata, sekaligus meredam kekhawatiran publik melalui penguatan stok di terminal-terminal pengisian utama.

Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut memastikan penyaluran BBM di wilayah Tapanuli Selatan dan sekitarnya saat ini berada dalam proses pemulihan secara bertahap dan terkendali, seiring optimalisasi pola distribusi dari Fuel Terminal (FT) Sibolga. Upaya normalisasi ini menjadi prioritas mengingat peran vital bahan bakar dalam menggerakkan roda ekonomi dan mobilitas harian masyarakat di wilayah tersebut.

Strategi Pengaturan Distribusi yang Terukur dan Berkelanjutan

Dalam menghadapi tantangan distribusi, manajemen menerapkan skema pengawasan ketat terhadap arus keluar-masuk pasokan dari depot hingga ke stasiun pengisian. Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, menjelaskan bahwa dalam rangka menjaga keandalan pasokan, Pertamina Patra Niaga melakukan pengaturan distribusi secara terukur dan berkelanjutan.

Langkah ini dirancang sebagai bentuk mitigasi agar tidak terjadi kekosongan stok di tingkat retail. Tujuannya, agar penyaluran BBM ke lembaga penyalur tetap berjalan serta kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi secara maksimal. Melalui pendekatan ini, setiap kendala di lapangan dapat segera diidentifikasi dan diselesaikan dengan cepat.

Proyeksi Normalisasi dan Penguraian Antrean di SPBU

Pemerintah dan pihak terkait optimis bahwa dalam waktu dekat, kondisi di lapangan akan kembali kondusif seiring dengan tibanya pasokan tambahan. "Dengan terealisasinya tambahan suplai tersebut, penyaluran BBM ke SPBU diperkirakan akan kembali berangsur normal mulai akhir pekan ini, sehingga antrean kendaraan dapat terurai secara bertahap," kata Fahrougi, Sabtu 31 Januari 2026.

Keyakinan ini didasari oleh perhitungan matang mengenai volume pasokan yang dialokasikan dibandingkan dengan tingkat konsumsi harian di wilayah tersebut. Lebih lanjut, Pertamina Patra Niaga juga terus melakukan pemantauan serta koordinasi dengan seluruh pihak terkait guna memastikan kelancaran distribusi BBM di wilayah tersebut tanpa hambatan berarti.

Langkah Percepatan Melalui Tambahan Suplai Via Jalur Laut

Guna memberikan dukungan logistik yang lebih masif, jalur laut dimanfaatkan secara maksimal untuk mengirimkan kargo bahan bakar dalam jumlah besar menuju pelabuhan bongkar. Menurut Fahraugi, sebagai langkah percepatan normalisasi, Pertamina Patra Niaga telah menyiapkan tambahan suplai BBM melalui pengiriman kapal menuju FT Sibolga.

Rincian pasokan yang dikerahkan mencakup berbagai jenis produk yang sangat dibutuhkan masyarakat, terutama produk bersubsidi dan nonsubsidi. Untuk produk Pertalite dan Biosolar (B40), disiapkan total muatan masing-masing sebesar 2.000 KL dan 4.000 KL yang dijadwalkan tiba pada Minggu dini hari. Sementara itu, suplai produk Pertamax sebesar 1.000 KL juga diperkirakan tiba pada periode yang sama. Kehadiran pasokan ini dipastikan akan mempertebal cadangan energi di Sumatera Bagian Utara.

Imbauan Masyarakat untuk Konsumsi Secara Bijak

Selain fokus pada sisi suplai, Pertamina juga memberikan perhatian pada perilaku konsumsi masyarakat agar stabilitas pasar tetap terjaga selama masa pemulihan ini. Pertamina Patra Niaga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan. Tindakan pembelian secara berlebihan atau panic buying justru dapat mengganggu proses normalisasi yang sedang diupayakan.

Menutup keterangannya, pihak manajemen menegaskan komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan pasokan energi bagi masyarakat, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Utara. Dengan sinergi antara kesiapan infrastruktur distribusi dan partisipasi aktif masyarakat dalam mengonsumsi BBM secara wajar, diharapkan krisis ketersediaan di Tapanuli Selatan dapat segera teratasi sepenuhnya.

Terkini