JAKARTA - Mobilitas menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat yang tinggal di wilayah kepulauan seperti Karimunjawa. Jarak antardesa, pusat layanan publik, pelabuhan, dan bandara membuat kebutuhan akan transportasi yang terjangkau dan terjadwal menjadi sangat penting. Selama ini, keterbatasan angkutan umum menyebabkan warga harus mengandalkan kendaraan pribadi atau jasa sewa dengan biaya relatif tinggi.
Kondisi tersebut mendorong perlunya kehadiran transportasi publik yang mampu menjangkau berbagai titik aktivitas masyarakat. Angkutan yang tidak hanya berfungsi sebagai sarana perjalanan, tetapi juga mendukung aktivitas ekonomi, sosial, dan pariwisata di wilayah kepulauan.
DAMRI Resmi Operasikan Angkutan Perintis Karimunjawa
Menjawab kebutuhan tersebut, DAMRI Karimunjawa resmi beroperasi melayani rute utama Pelabuhan Karimunjawa–Bandara Dewadaru–Desa Kemujan–Pelabuhan Legon Bajak pulang pergi (PP) mulai 1 Februari 2026. Layanan ini ditetapkan dengan tarif Rp 7.000 per perjalanan.
“Melalui layanan angkutan perintis ini, DAMRI berupaya menghadirkan akses transportasi publik yang lebih terjangkau dan fleksibel bagi masyarakat Karimunjawa, khususnya untuk mendukung aktivitas harian warga di kawasan kepulauan,” ujar Head of Corporate Communication DAMRI, P. Septian Adri S.
Kehadiran layanan ini menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan transportasi publik di daerah yang selama ini belum terlayani secara optimal.
Fokus Mendukung Aktivitas Harian Warga
Lebih lanjut disampaikan, layanan angkutan perintis DAMRI dihadirkan untuk menunjang mobilitas harian masyarakat Karimunjawa. Akses ke pelabuhan, bandara, pasar, kawasan permukiman, hingga pusat aktivitas warga menjadi fokus utama operasional layanan ini.
Dengan jadwal yang teratur dan tarif yang terjangkau, masyarakat diharapkan memiliki pilihan transportasi yang lebih pasti dan efisien untuk menunjang aktivitas sehari-hari, baik untuk bekerja, berdagang, maupun keperluan sosial lainnya.
Spesifikasi Armada dan Standar Keselamatan
Armada yang digunakan dalam layanan DAMRI Karimunjawa berjenis Hiace dengan kapasitas 14 penumpang. Kendaraan ini dilengkapi dengan fasilitas pendingin udara (AC), sistem pelacakan GPS, serta kamera pengawas.
Kelengkapan tersebut disiapkan untuk memastikan standar keselamatan dan kenyamanan selama perjalanan. Selain itu, sistem pemantauan juga berfungsi untuk menjaga ketepatan waktu dan keamanan operasional angkutan perintis di wilayah kepulauan.
Jadwal Operasional DAMRI Karimunjawa
Layanan Angkutan Perintis DAMRI Karimunjawa melayani perjalanan pulang pergi (PP) dengan jadwal sebagai berikut:
Arah Karimunjawa – Legon Bajak:
06.00 WIB
07.00 WIB
08.00 WIB
09.00 WIB
10.00 WIB
13.00 WIB
14.00 WIB
15.00 WIB
Arah Legon Bajak – Karimunjawa:
05.00 WIB
06.00 WIB
08.00 WIB
09.00 WIB
11.00 WIB
12.00 WIB
13.00 WIB
15.00 WIB
Jadwal tersebut disusun untuk menyesuaikan kebutuhan mobilitas masyarakat dari pagi hingga sore hari, termasuk akses menuju pelabuhan dan bandara.
Sebagai informasi, layanan ini menghubungkan wilayah-wilayah yang sebelumnya belum terlayani angkutan umum secara memadai, khususnya di kawasan kepulauan.
Angkutan perintis ini melayani lintasan sepanjang kurang lebih 55 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 90 menit, melewati sejumlah titik permukiman dan pusat aktivitas warga di Pulau Karimunjawa.
Peran DAMRI dalam Konektivitas Wilayah Kepulauan
Melalui operasional layanan ini, DAMRI hadir sebagai bagian dari ekosistem transportasi publik yang mendukung keterhubungan wilayah kepulauan. Kehadiran angkutan perintis diharapkan mampu memperkuat aksesibilitas antar titik penting di Karimunjawa dengan layanan yang andal dan berkelanjutan.
“Kami berharap layanan ini bisa menjadi bagian dari dukungan untuk rutinitas mobilitas masyarakat Karimunjawa, sekaligus mendukung konektivitas wilayah kepulauan secara berkelanjutan,” lanjut Septian.
Dampak Positif bagi Masyarakat dan Pariwisata
Selain mendukung kebutuhan warga lokal, transportasi DAMRI juga berpotensi mempermudah pergerakan wisatawan. Karimunjawa dikenal sebagai destinasi wisata dengan pantai, hutan bakau, dan keindahan alam laut yang beragam. Transportasi publik yang terjangkau dapat membantu wisatawan menjangkau berbagai destinasi tanpa harus bergantung pada kendaraan sewaan.
Dengan hadirnya DAMRI Karimunjawa, diharapkan mobilitas masyarakat dan wisatawan semakin lancar, mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, serta memperkuat pembangunan wilayah kepulauan secara berkelanjutan.