Emiten Raffi Ahmad VISI Siapkan Akuisisi HMBC dan Gelar RUPSLB

Emiten Raffi Ahmad VISI Siapkan Akuisisi HMBC dan Gelar RUPSLB
Direksi Bursa Efek Indonesia bersama Jajaran Direksi PT Satu Visi Putra (VISI) [FOTO: NET].

JAKARTA — Emiten terafiliasi Raffi Ahmad, PT Satu Visi Putra Tbk. (VISI), merancang aksi korporasi dalam bentuk akuisisi PT Hasna Medika Bakti Cirebon (HMBC) bernilai Rp286 miliar.

Guna mengeksekusi rencana transaksi tersebut, perseroan bakal meminta persetujuan dari para pemegang saham dalam agenda Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 30 September 2026.

"Transaksi itu akan membuat VISI mengambil alih 72,91% kepemilikan pada perusahaan yang bergerak di bidang Kesehatan," jelas manajemen VISI dalam keterbukaan informasi, Selasa (8/9/2026).

Merujuk pada keterbukaan informasi VISI, pihak perseroan telah menandatangani Conditional Share Subscription Agreement (CSSA) serta Conditional Shares Sale and Purchase Agreement (CSPA) pada 20 Agustus 2026 sebagai rangkaian dari rencana pengambilalihan HMBC.

Melalui rangkaian transaksi itu, VISI akan menyerap sebanyak 142.393 saham baru HMBC yang mencerminkan 65% modal ditempatkan dan disetor HMBC. Pihak perseroan turut akan membeli 17.325 saham milik PT Hasna Medika Utama Group yang merepresentasikan 7,91% porsi kepemilikan pasca-penerbitan saham baru.

Dengan begitu, setelah seluruh tahapan transaksi dinyatakan efektif, VISI bakal mengendalikan 72,91% porsi saham HMBC.

HMBC saat ini mengelola 2 rumah sakit spesialis jantung dan 11 unit klinik yang tersebar di wilayah Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, serta Bali. Dua rumah sakit milik Hasna tersebut telah ditunjang fasilitas catheterization laboratory (cath lab) aktif serta didukung oleh jaringan layanan hub-and-spoke.

Mengacu pada total kunjungan pasien sepanjang 2025 yang disetarakan menjadi sekitar 137.000 pasien, porsi pangsa pasar Hasna ditaksir menyentuh 8,1% dari keseluruhan penderita penyakit jantung di tiap provinsi wilayah operasionalnya.

Sumber pendanaan aksi akuisisi tersebut bakal dihimpun dari perolehan penambahan modal tanpa memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Di forum RUPS, VISI memohon persetujuan guna menerbitkan sebanyak-banyaknya 307,5 juta saham baru nominal Rp25 per saham atau setara maksimal 10% dari total modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Di samping agenda PMTHMETD, pada RUPSLB mendatang perseroan juga meminta restu terkait transaksi material seputar penggunaan dana hasil aksi korporasi tersebut untuk penyertaan modal saham pada HMBC.

Pihak VISI menyebut rencana pengambilalihan ini tergolong transaksi material lantaran nilainya melampaui 50% dari total ekuitas perseroan. Maka dari itu, mengacu pada regulasi POJK No. 17/2020, transaksi ini diwajibkan mengantongi restu pemegang saham perseroan.

Selain meminta persetujuan untuk pengambilalihan saham, RUPSLB VISI juga bakal memusyawarahkan pemindahan alamat serta domisili hukum perseroan dari Surabaya menuju Wisma KEIAI, Jakarta Pusat. 

Perseroan turut mengagendakan penyesuaian anggaran dasar seputar penambahan bidang usaha utama berupa kegiatan perusahaan induk dengan KBLI 64210.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index