JAKARTA - Menikmati kekayaan khazanah kuliner Nusantara tidak melulu soal sajian makanan pokok ataupun ragam lauk pauk yang kering. Nuansa kehangatan dari hidangan berkuah kaya rempah yang berasal dari pelbagai daerah pun turut menjelma sebagai bagian yang sangat penting dari tradisi kuliner Indonesia.
Tim redaksi Kompas.com berkesempatan hadir secara langsung guna mengikuti gelaran ajang festival kuliner menarik bertajuk A Bowl of Indonesia yang dihelat bertempat di Dwangsa9 Indonesian Restaurant, THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa, wilayah Jakarta Selatan, pada hari Jumat (4/9/2026).
Acara tersebut sukses menghadirkan sebanyak 10 varian sajian menu sup serta soto otentik khas Nusantara, di mana salah satu menu andalannya adalah Sop Kambing hasil racikan Executive Chef Yoelianto dari pihak manajemen THE 1O1 Jakarta Sedayu Darmawangsa.
Sajian kuliner Sop Kambing kreasi Chef Yoel ini tampil memikat dengan karakteristik kuah gurih bertekstur cukup pekat. Potongan daging kambing yang digunakan juga terasa begitu empuk di lidah serta sama sekali tidak meninggalkan jejak aroma prengus yang mengganggu.
Guna membagikan ilmunya, Chef Yoel memaparkan sejumlah tips penting yang patut diperhatikan manakala hendak mengolah daging kambing, mulai dari tahapan seleksi pemilihan bahan daging hingga teknik proses perebusannya.
Berikut adalah rincian panduan tips mengolah Sop Kambing:
Pilih Kambing Muda Menurut pandangan Chef Yoel, faktor usia hewan kambing memegang peranan krusial yang berdampak langsung terhadap kualitas hasil akhir masakan. Beliau— maaf, pihak Chef Yoel menyarankan agar para juru masak senantiasa memilih kambing usia muda demi memperoleh tekstur daging yang jauh lebih baik.
Di samping itu, Chef Yoel sendiri lebih menjatuhkan pilihan pada pemanfaatan daging domba tatkala meracik menu Sop Kambing. “Domba itu lebih juicy dan juga dia tidak terlalu kering, masih ada lemak-lemaknya lebih banyak,” ujar Chef Yoel.
Keberadaan kandungan lapisan lemak alami tersebut terbukti mampu menjaga tekstur daging agar senantiasa terasa lembut dan tidak gampang mengering sewaktu melalui proses pemanasan atau dimasak.
Jangan Memasukkan Daging Sebelum Air Mendidih Salah satu teknik krusial yang sangat diperhatikan oleh Chef Yoel berkaitan erat dengan ketepatan waktu memasukkan potongan daging ke dalam panci saat tahap perebusan. Komponen daging kambing dianjurkan untuk baru dimasukkan manakala kondisi air di dalam panci telah mencapai titik didih yang sempurna.
Berdasarkan penjelasan beliau, metode perlakuan tersebut sengaja diterapkan agar kemunculan aroma prengus yang melekat pada daging dapat tereduksi secara optimal. “Setelah air mendidih dagingnya baru masuk, jangan sampai sebelum mendidih sudah dimasukin daging,” ungkap Chef Yoel menegaskan.
Buang Air Rebusan Pertama Chef Yoel turut memberikan anjuran agar air hasil sisa rebusan yang pertama kali tidak dipakai kembali sebagai bahan dasar kuah sop. Pada fase perebusan awal, bagian permukaan daging kambing lazimnya akan mengeluarkan kotoran-kotoran sisa, sehingga air keruh tersebut wajib dibuang bersih.
Setelah tahapan itu rampung, daging kambing dapat direbus ulang menggunakan takaran air bersih yang baru. Apabila terdeteksi aroma khas kambing masih terpantau cukup pekat, proses perebusan tahap awal ini boleh diulang kembali.
Gunakan Rempah untuk Mengurangi Aroma Prengus Di luar faktor teknik pengaplikasian air rebusan, pemanfaatan ragam rempah-rempah dapur turut memegang fungsi vital dalam proses pengolahan daging kambing. Chef Yoel menyebutkan beberapa jenis rempah mujarab yang dapat dimanfaatkan, meliputi batang serai, lembaran daun jeruk purut, daun salam, serta irisan rimpang jahe.
Aneka rempah pilihan tersebut difungsikan untuk membantu menetralkan aroma prengus khas daging kambing, sekaligus menyumbangkan aroma harum yang menggugah selera pada keseluruhan masakan.
Masukkan Bumbu Setelah Daging Hampir Matang Chef Yoel mengingatkan agar racikan bumbu halus sebaiknya tidak langsung dicampurkan ke dalam masakan sejak awal mula proses memasak dimulai. Menurut pandangannya, bumbu-bumbu baru bisa ditambahkan tatkala kondisi daging kambing sudah menunjukkan tanda-tanda mendekati kematangan.
Selepas itu, komponen cairan santan baru dituangkan dan dimasak perlahan sampai kuahnya meresap sempurna. Khusus untuk menu kreasi Sop Kambing miliknya, tambahan susu sapi segar menjadi elemen bahan penutup yang dimasukkan pada urutan paling akhir. “Santan masuk lalu terakhir yang masuk adalah susunya,” tutur Chef Yoel.
Kehadiran tambahan susu segar inilah yang menjadi salah satu kunci rahasia pembawa tekstur creamy yang lezat pada kuah Sop Kambing.
Melalui konsistensi dalam mencermati aspek pemilihan kualitas daging, ketepatan proses perebusan, optimalisasi penggunaan rempah, hingga keteraturan urutan memasukkan bumbu, bahan dasar daging kambing terbukti mampu diolah secara sukses menjadi sajian kuliner istimewa yang bertekstur empuk prima dengan balutan aroma yang tidak terlalu menyengat.