Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.690, CAD Menyusut Jadi 0,9 Miliar Dolar AS

Rupiah Menguat Tipis ke Rp17.690, CAD Menyusut Jadi 0,9 Miliar Dolar AS

LIPUTANFINANSIAL.COM — Penguatan rupiah pada awal pekan ini masih bersifat terukur. Berdasarkan data perdagangan waktu nyata, pasangan USD/IDR sempat menyentuh level tertinggi harian di Rp17.703 sebelum kembali ke posisi saat ini. Sepanjang sesi, mata uang Garuda sempat tertekan hingga area support harian di kisaran Rp17.637 sebelum akhirnya berbalik arah (rebound) menjelang penutupan.

Analis ICDX, Muhammad Amru Syifa, menilai keputusan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuan di level 5,75 persen menjadi sentimen positif bagi stabilitas rupiah. Kebijakan ini diarahkan untuk menjaga stabilitas kurs dan inflasi tanpa mengorbankan momentum pertumbuhan ekonomi domestik.

Defisit Transaksi Berjalan Susut Drastis

Perbaikan fundamental ekonomi menjadi katalis utama penguatan rupiah. Defisit transaksi berjalan (current account deficit/CAD) Indonesia pada kuartal II-2026 tercatat menyusut menjadi 0,9 miliar dolar AS, dibandingkan 9,1 miliar dolar AS pada kuartal I-2026. Perbaikan neraca ini dibaca pasar sebagai sinyal ekonomi yang lebih sehat dan menambah kepercayaan terhadap aset domestik.

Dari kawasan Asia, data manufaktur Jepang yang membaik turut mendukung apresiasi mata uang regional. Indeks PMI manufaktur Jepang naik ke 55,1 dari 54,5 pada periode sebelumnya, memberi sinyal bahwa perlambatan ekonomi global tidak separah kekhawatiran pelaku pasar.

Stimulus China dan Yield AS Jadi Penyeimbang

Pelaku pasar masih menantikan hasil pertemuan Komite Tetap Kongres Rakyat Nasional China pada 25-28 Agustus 2026. Sinyal stimulus ekonomi dari Tiongkok berpotensi memengaruhi arah mata uang Asia, mengingat posisi China sebagai mitra dagang terbesar Indonesia.

Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah AS (US Treasury yield) yang fluktuatif menjaga daya tarik dolar. Ketidakpastian arah kebijakan bank sentral AS membuat penguatan rupiah hari ini lebih tepat disebut sebagai penguatan terukur, bukan tren searah tanpa risiko koreksi.

Posisi Rupiah dalam Sepekan Terakhir

Sepanjang pekan lalu, rupiah bergerak fluktuatif dalam rentang sempit dengan bias menguat. Pada 19 Agustus 2026, rupiah menguat tipis ke Rp17.839,6 per dolar AS, sementara pada 13 Agustus 2026 sempat melemah ke Rp17.890 per dolar AS akibat tekanan penguatan dolar secara global.

Dengan posisi hari ini di Rp17.690, rupiah telah menguat sekitar 200 poin dibandingkan level 13 Agustus 2026. Tren perbaikan bertahap ini mengindikasikan tekanan eksternal mulai mengendur.

Bagi eksportir dan importir, selisih beberapa poin nilai tukar dapat memengaruhi margin usaha dalam volume transaksi besar. Pelaku pasar keuangan biasanya memanfaatkan momen penguatan tipis untuk menambah posisi lindung nilai, mengingat arah pasar global masih rawan berubah. Investor perlu mewaspadai potensi pembalikan arah menjelang rilis data ekonomi penting berikutnya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index