Siap Pasok Emas Domestik, HRTA Perkuat Ekosistem Bullion Bank

Siap Pasok Emas Domestik, HRTA Perkuat Ekosistem Bullion Bank
PT Hartadinata Abadi Tbk (Foto: NET)

JAKARTA — PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) memandang bahwa langkah pengembangan bullion bank atau bank emas di Indonesia berpotensi memberikan dorongan masif terhadap penguatan ekosistem industri emas di tanah air. 

Perseroan lantas memosisikan diri sebagai salah satu pelaku strategis yang siap menyuplai kebutuhan emas domestik demi menunjang kelancaran operasional bullion bank tersebut.

Berdasarkan paparan perusahaan, bullion bank berfungsi mengubah komoditas emas fisik menjadi aset keuangan yang produktif. Hal ini diyakini mampu mendongkrak likuiditas, menghadirkan mekanisme pembentukan harga yang jauh lebih transparan, sekaligus menjaga agar nilai tambah emas tetap berada di dalam negeri.

Manajemen HRTA mencatat bahwa Indonesia dikaruniai cadangan sumber daya emas yang sangat melimpah dengan estimasi mencapai 3.600 ton serta tingkat produksi tahunan sekitar 140,1 ton. Meskipun demikian, sebagian besar rantai nilai dari komoditas ini belum termanfaatkan secara maksimal.

"Di sisi lain, Indonesia masih mengimpor produk bullion senilai lebih dari US$2 miliar per tahun meski ekspor emas mencapai lebih dari US$5 miliar," jelas HRTA.

Lebih lanjut, optimalisasi ekosistem bullion bank diperkirakan mampu mendatangkan nilai ekonomi industri emas hingga menyentuh angka Rp500 triliun. Di samping itu, penguatan rantai pasok emas nasional juga diproyeksikan sanggup mengerek produk domestik bruto (PDB) sebesar 1,3% serta membuka lebih dari 800.000 lapangan pekerjaan baru.

Menyongsong ekosistem tersebut, HRTA menilai pihaknya memegang posisi yang sangat strategis sebagai pemasok emas lokal bagi bullion bank. Keunggulan ini ditopang oleh model bisnis perseroan yang terintegrasi penuh dari sektor midstream hingga downstream, kapasitas produksi yang mampu mencapai 60 ton per tahun, serta jaringan distribusi luas yang mencakup lebih dari 1.000 titik penjualan tersebar di penjuru Indonesia.

"Hartadinata berada pada posisi yang baik untuk menjadi pemasok emas domestik terpercaya bagi bullion bank melalui kemampuan manufaktur yang terintegrasi dari midstream hingga downstream, kapasitas produksi yang dapat ditingkatkan, serta akses pasar yang kuat," tulis manajemen HRTA.

Perseroan meyakini keterlibatan aktif dalam ekosistem bullion bank ini bakal mendukung pemanfaatan pasokan emas lokal secara maksimal, menekan tingkat ketergantungan terhadap impor bullion, serta memperkokoh infrastruktur emas nasional. Guna mewujudkannya, HRTA saat ini tengah memperkuat fondasi pendukung kehadiran bank emas.

Langkah konkret telah ditempuh melalui kerja sama strategis bersama PT Bank Syariah Indonesia Tbk. dalam peluncuran BSI Gold, serta kemitraan dengan Pegadaian untuk proses pembentukan bullion bank Indonesia. Di samping itu, perseroan juga tengah merampungkan proses perolehan sertifikasi dari London Bullion Market Association (LBMA) bagi seluruh produk bullion yang dihasilkannya.

Dalam upaya memperkokoh rantai pasok, HRTA menerapkan skema integrasi menyeluruh yang bermula dari pengadaan emas dari penambang lokal, agregator emas daur ulang, hingga impor. Berikutnya, perseroan menjalankan proses pemurnian serta manufaktur, menyediakan fasilitas penyimpanan aman lewat entitas kustodian emas, hingga turut mendukung penyelesaian transaksi fisik bagi keperluan bullion bank maupun investor institusional.

Melalui integrasi komprehensif ini, HRTA diproyeksikan mampu mengambil peran yang jauh lebih luas, tidak sekadar bertindak sebagai produsen emas konvensional, melainkan pula sebagai elemen penting dari infrastruktur yang menopang kesinambungan ekosistem bullion bank di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index