JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memacu digitalisasi di sektor industri dana pensiun. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menjelaskan langkah tersebut sebagai bagian dari strategi guna menaikkan mutu pelayanan bagi para peserta, memperlebar cakupan kepesertaan, dan mendongkrak efisiensi operasional.
Pada saat ini, Ogi mengutarakan bahwa penerapan digitalisasi di tiap-tiap dana pensiun masih beragam. Dirinya menuturkan sebagian besar dana pensiun sudah menggunakan teknologi digital dalam melayani peserta, contohnya penyediaan portal peserta, fasilitas informasi kepesertaan, serta pengiriman informasi manfaat lewat elektronik.
"Meski demikian, tingkat pemanfaatan digitalisasi masih disesuaikan dengan skala usaha, kompleksitas operasional, serta kesiapan masing-masing dana pensiun," ujarnya dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK, Selasa (28/7/2026).
Selanjutnya, Ogi memaparkan terdapat beberapa kendala yang dihadapi oleh dana pensiun dalam menerapkan digitalisasi. Ia menyebutkan hambatan tersebut meliputi perlunya investasi pada infrastruktur teknologi informasi, penguatan keamanan siber, pengembangan kapasitas sumber daya manusia, dan penyelarasan sistem yang sudah ada.
Oleh karena itu, Ogi menuturkan OJK bakal terus mengarahkan agar transformasi digital dijalankan secara bertahap, dengan tetap mengindahkan prinsip tata kelola, manajemen risiko, serta pelindungan data peserta.
Terkait kinerja, OJK mencatat total aset dana pensiun per Mei 2026 mengalami kenaikan sebesar 7,71% secara tahunan (Year on Year atau YoY), dengan nominal menyentuh Rp 1.693,37 triliun. Pada program pensiun sukarela, total aset membukukan pertumbuhan sebesar 4,94% YoY, dengan nominal mencapai Rp 410,65 triliun.
Sementara itu, pada program pensiun wajib—yang mencakup program jaminan hari tua serta jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan, beserta program tabungan hari tua dan himpunan iuran pensiun bagi ASN, TNI, dan POLRI—total aset tercatat sebesar Rp 1.282,72 triliun atau mencatatkan pertumbuhan sebesar 8,63% YoY.