JAKARTA - Perusahaan pengembang properti PT Lippo Cikarang Tbk. (LPCK) mencatatkan perolehan prapenjualan atau marketing sales senilai Rp902 miliar sepanjang semester pertama 2026, yang menunjukkan peningkatan sebesar 14% secara tahunan (year-on-year/yoy).
Angka pencapaian tersebut merepresentasikan 53% dari total target marketing sales yang ditetapkan untuk keseluruhan tahun 2026 yakni sebesar Rp1,7 triliun, yang ditopang oleh tingginya tingkat permintaan di kategori rumah tapak.
Presiden Direktur LPCK Agus Arismunandar menyatakan bahwa perolehan tersebut memperlihatkan kuatnya tingkat kepercayaan konsumen terhadap berbagai produk perseroan di tengah situasi pasar properti yang tetap stabil.
"Pencapaian 53% dari target pra-penjualan tahunan pada semester pertama mencerminkan kepercayaan konsumen yang tetap tinggi terhadap produk kami. Ke depan, kami optimistis dapat melanjutkan kinerja positif ini dengan tetap berfokus pada kualitas produk, ketepatan waktu pembangunan, serta kepuasan pelanggan," ungkap Agus melalui keterangan resmi pada Jumat (31/7/2026).
Pencapaian marketing sales LPCK ini utamanya didukung oleh transaksi penjualan rumah tapak, apartemen, serta berbagai unit komersial.
Guna menjawab kebutuhan pasar yang dinamis, perseroan turut memperluas jajaran portofolio produknya lewat peluncuran sejumlah proyek anyar, seperti QXYZ Phase 6 (Neo North & Patio) serta Imagi Collection.
Secara rinci, kategori rumah tapak mendominasi sebagai kontributor terbesar dengan penguasaan porsi mencapai 69% dari keseluruhan marketing sales. Sepanjang semester I/2026, LPCK sukses membukukan total prapenjualan sebanyak 956 unit, yang didorong oleh respons pasar yang sangat positif terhadap proyek Cendana Suites The Patio, NEO 5enses, serta The Allegra Casa De Lago.
Di samping pertumbuhan pada sektor prapenjualan, LPCK juga membukukan total pendapatan mencapai Rp1,62 triliun selama semester I/2026.
Perolehan pendapatan tersebut bersumber dari penjualan rumah tapak dan apartemen sebesar Rp779 miliar, penjualan unit komersial senilai Rp330 miliar, serta kontribusi dari sektor jasa pengelolaan kota yang menyumbang Rp262 miliar.
"Ketiga segmen tersebut menyumbang sekitar 84% terhadap total pendapatan perseroan," terang Agus.
Dari aspek profitabilitas, LPCK mencatatkan perolehan laba kotor sebesar Rp511 miliar dengan peningkatan marjin laba kotor yang naik signifikan ke level 31%, dari sebelumnya 21% pada kurun waktu yang sama tahun lalu.
Perseroan menilai bahwa penguatan marjin tersebut dihasilkan dari penerapan disiplin pengendalian biaya yang ketat serta strategi penawaran produk yang tepat sasaran.
Sementara itu, perolehan EBITDA LPCK menyentuh angka Rp318 miliar pada semester I/2026 dengan marjin EBITDA berada di kisaran 20%, meningkat dibanding catatan 13% pada semester I/2025.
Lonjakan tersebut merefleksikan tingkat efisiensi operasional yang terjaga dengan baik di tengah proses pengembangan berbagai proyek baru.
Agus menambahkan bahwa pihak manajemen tetap optimis dapat menjaga tren positif ini hingga akhir tahun seiring permintaan hunian—baik dari segmen rumah terjangkau maupun premium—yang dinilai masih sangat tangguh.
Dengan perolehan pada paruh pertama ini, LPCK mantap mengejar realisasi target marketing sales sebesar Rp1,7 triliun pada tahun 2026.