JAKARTA - Periode kemarau bersuhu dingin mampu memperbesar peluang terserang flu akibat kondisi udara yang lebih sejuk serta kering. Ketika flu melanda, sebagian besar orang kerap mengalami penurunan nafsu makan maupun minum. Padahal, tubuh tetap memerlukan asupan cairan serta nutrisi yang memadai agar proses penyembuhan berlangsung lebih cepat.
Di samping memperbanyak waktu istirahat, memilih jenis santapan dan minuman yang tepat terbukti efektif mendukung pertahanan tubuh, mencegah dehidrasi, sekaligus meringankan gejala flu. Berikut merupakan kumpulan makanan serta minuman yang disarankan ketika terserang flu.
Pentingnya menjaga tubuh tetap terhidrasi
Saat mengalami flu, tubuh cenderung lebih cepat kehilangan cairan akibat demam, keluarnya keringat, ataupun penurunan jumlah makanan dan minuman yang masuk. Oleh karena itu, mempertahankan hidrasi tubuh menjadi salah satu tahapan krusial selama masa penyembuhan.
Air putih senantiasa menjadi alternatif paling unggul guna mencukupi kebutuhan cairan harian. Akan tetapi, apabila menghendaki variasi rasa yang berbeda, pembaca juga dapat menikmati:
Kaldu hangat
Teh jahe
Teh herbal dengan madu
Air hangat yang dicampur madu dan lemon
Jus buah 100 persen tanpa tambahan gula
Makanan dan minuman saat flu
Berdasarkan Kompas.com (19/11/2026), berikut ini makanan yang baik dikonsumsi saat flu:
Kaldu
Kaldu ayam, sapi, maupun sayuran dapat membantu memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Selain itu, kaldu hangat juga mampu meredakan sakit tenggorokan serta membantu melegakan saluran pernapasan.
Sup ayam
Sup ayam telah lama dikenal sebagai makanan kamulan saat seseorang sedang flu. Kombinasi kaldu, protein dari ayam, vitamin A dari wortel, serta vitamin C dari seledri dan bawang menjadikannya pilihan bergizi untuk mendukung pemulihan tubuh.
Bawang putih
Bawang putih memiliki senyawa yang diketahui memiliki sifat antivirus dan berpotensi membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Bahan ini dapat ditambahkan ke berbagai masakan atau dikonsumsi sesuai kebutuhan.
Makanan kaya vitamin D
Vitamin D berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang sekaligus mendukung fungsi sistem imun. Beberapa sumber vitamin D antara lain salmon, ikan trout, minyak hati ikan kod, susu sapi, dan susu nabati yang telah difortifikasi.
Yogurt
Yogurt mengandung probiotik atau bakteri baik yang membantu menjaga keseimbangan mikrobiota usus, yang berperan dalam sistem kekebalan tubuh. Pilih yogurt dengan kultur aktif, rendah gula, dan bila memungkinkan mengandung tambahan vitamin D.
Buah dan sayuran tinggi vitamin C
Vitamin C merupakan salah satu nutrisi yang mendukung fungsi kekebalan tubuh. Pembaca dapat memperoleh vitamin ini dari jeruk, kiwi, paprika merah atau hijau, brokoli, serta jus lemon.
Sayuran hijau
Bayam, kale, dan berbagai sayuran hijau lainnya kaya akan vitamin A, C, E, dan K yang bermanfaat untuk membantu menjaga daya tahan tubuh. Sayuran ini dapat diolah menjadi sup, salad, maupun smoothie.
Brokoli
Brokoli mengandung vitamin C, vitamin E, kalsium, dan serat yang baik untuk kesehatan tubuh. Mengukus brokoli atau mencampurkannya ke dalam sup menjadi cara yang tepat untuk mempertahankan kandungan gizinya.
Oatmeal
Semangkuk oatmeal hangat dapat menjadi pilihan sarapan yang mengenyangkan sekaligus menenangkan saat flu. Oatmeal mengandung serat, protein, zat besi, selenium, zinc, dan tembaga yang mendukung fungsi sistem imun.
Rempah-rempah
Rempah seperti jahe dan kunyit memiliki sifat antiinflamasi yang dapat membantu meredakan beberapa gejala flu. Pembaca dapat mengolahnya menjadi minuman hangat atau menambahkannya ke dalam sup dan berbagai masakan.
Makanan saja tidak cukup
Selain mengonsumsi makanan bergizi, pastikan pembaca juga beristirahat yang cukup, memenuhi kebutuhan cairan setiap hari, dan menghindari aktivitas berat selama masa pemulihan.
Apabila gejala flu tidak kunjung membaik, disertai demam tinggi berkepanjangan, sesak napas, atau kondisi semakin memburuk, sebaiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.