JAKARTA - Nilai komoditas harga emas di pasar global terpantau berbalik mengalami penguatan yang signifikan pada sesi perdagangan hari Selasa (21/7/2026), yang dipicu oleh adanya ekspektasi positif terhadap potensi terwujudnya kembali kesepakatan gencatan senjata antara pihak Amerika Serikat (AS) serta Iran.
Optimisme pasar tersebut lantas mendongkrak tingkat permintaan terhadap instrumen aset lindung nilai atau safe haven di tengah dinamika ketidakpastian geopolitik global yang masih berada di level tinggi.
Berdasarkan rekaman data pasar hingga pukul 14.00 WIB, harga komoditas emas spot melompat naik sebesar 1,80 persen atau setara dengan pertambahan US$72,30 hingga menyentuh level US$4.080,30 per troy ounce.
Sementara itu, instrumen kontrak berjangka emas Comex untuk masa penyerahan Agustus 2026 turut terkerek naik sebesar 1,76 persen atau bertambah US$70,70 ke posisi angka US$4.086,60 per troy ounce.
Pihak Monex Investindo Futures (MIFX) memberikan penjelasan bahwa dinamika pergerakan harga emas pada hari ini masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan situasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Kalangan pelaku pasar terus memantau dengan cermat ketegangan perang antara AS dan Iran, menyusul adanya kekhawatiran mendalam bahwa eskalasi konflik tersebut berpotensi meluas serta mengganggu stabilitas jalur pasokan energi dunia.
Kendati demikian, arah angin sentimen pasar mendadak berbalik usai tersiar kabar bahwa pihak Iran bersedia menerima usulan proposal gencatan senjata berdurasi 10 hari bersama AS yang difasilitasi oleh negara mediator Qatar dan Pakistan.
"Harga emas bergerak volatil sebelum akhirnya ditutup turun sekitar US$9 ke US$4.006,94 pada perdagangan Senin (20/7/2026). Namun, pada awal perdagangan sesi Eropa hari ini, emas berbalik naik. Kenaikan tajam tersebut terjadi setelah Iran mengatakan mendapatkan proposal gencatan senjata dengan AS selama 10 hari," tulis MIFX dalam risetnya, Selasa (21/7/2026).
BACA JUGA Harga Emas Antam Logam Mulia Hari Ini (21/7), Buyback Cuma Rp2,33 Juta/Gram
Harga Emas Antam di Pegadaian Hari Ini Selasa 21 Juli 2026
Harga Emas Antam, UBS dan Galeri 24 di Pegadaian 21 Juli 2026 Kompak Loyo
Tim analis dari MIFX menilai bahwa faktor harapan tercapainya kembali gencatan senjata bertindak sebagai katalisator utama di balik aksi reli penguatan harga emas pada perdagangan hari ini. Meskipun demikian, para pelaku pasar tetap bersikap waspada sambil menantikan tanggapan resmi dari pihak pemerintah Amerika Serikat.
Sebelumnya, Presiden Donald Trump sempat melontarkan pernyataan bahwa agenda gencatan senjata dengan Iran telah resmi berakhir serta melayangkan ancaman untuk melancarkan aksi penyerangan terhadap fasilitas infrastruktur strategis milik Iran.
Di sisi lain, laju penguatan harga emas tersebut masih dihadapkan pada bayang-bayang tekanan dari ekspektasi arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat.
Merujuk pada instrumen FedWatch Tool, peluang probabilitas kenaikan tingkat suku bunga acuan oleh The Federal Reserve (The Fed) pada agenda pertemuan bulan September mendatang mengalami lonjakan hingga kisaran 73 persen, dari yang sebelumnya hanya berada di angka sekitar 56 persen pada hari Jumat pekan lalu.
Prospek tren suku bunga yang lebih tinggi tersebut terbukti semakin memperkuat posisi nilai tukar dolar AS sekaligus mendongkrak tingkat imbal hasil obligasi pemerintah negeri Paman Sam, sehingga berpotensi mereduksi daya tarik kepemilikan emas sebagai instrumen aset yang tidak memberikan hasil bunga (non-yielding asset).
MIFX menyimpulkan bahwa perpaduan antara faktor sentimen geopolitik dan ekspektasi pergerakan suku bunga akan terus mempertahankan tingkat volatilitas harga emas di kisaran yang tinggi selama periode jangka pendek.