Pembiayaan Kendaraan Listrik Multifinance

Pembiayaan Kendaraan Listrik Multifinance 2026 Tumbuh Pesat, Ini Pendorongnya

Pembiayaan Kendaraan Listrik Multifinance 2026 Tumbuh Pesat, Ini Pendorongnya
Pembiayaan Kendaraan Listrik Multifinance 2026 Tumbuh Pesat, Ini Pendorongnya

JAKARTA - Pertumbuhan pembiayaan kendaraan listrik multifinance menunjukkan tren yang semakin kuat di awal 2026. 

Perkembangan ini menjadi sinyal bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan terus meningkat, seiring dorongan kebijakan dan perubahan kondisi global.

Data terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memperlihatkan bahwa sektor ini mengalami lonjakan signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kondisi tersebut juga membuka peluang baru bagi perusahaan pembiayaan untuk memperluas portofolio mereka ke sektor yang lebih berkelanjutan.

Di tengah tantangan ekonomi global, pembiayaan kendaraan listrik multifinance justru mampu mencatatkan performa yang cukup impresif dan menjadi salah satu sektor yang patut diperhatikan.

Pertumbuhan Pembiayaan Kendaraan Listrik Multifinance

Kinerja positif pembiayaan kendaraan listrik multifinance tercermin dari nilai penyaluran yang terus meningkat. OJK mencatat total pembiayaan mencapai Rp 21,94 triliun per Februari 2026.

"Nilainya tumbuh 39,35%, jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya," ucap Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman dalam lembar jawaban tertulis RDK OJK.

Angka pertumbuhan ini menunjukkan bahwa pembiayaan kendaraan listrik multifinance tidak hanya berkembang, tetapi juga menjadi salah satu segmen yang mengalami akselerasi cukup cepat dibandingkan sektor pembiayaan lainnya.

Dominasi Kendaraan Roda Empat Listrik

Dalam struktur pembiayaan yang ada, kendaraan roda empat listrik maupun hybrid masih mendominasi. Hal ini menunjukkan preferensi pasar yang masih kuat terhadap kendaraan pribadi berkapasitas lebih besar.

Agusman menerangkan bahwa pembiayaan kendaraan listrik multifinance didominasi oleh segmen tersebut dengan porsi mencapai 83,52%.

Nilai pembiayaannya pun tidak kecil, yakni sebesar Rp 18,32 triliun per Februari 2026. Dominasi ini sekaligus menggambarkan bahwa kendaraan listrik roda empat masih menjadi pilihan utama konsumen dalam masa transisi menuju energi bersih.

Pengaruh Dinamika Global terhadap Pertumbuhan

Selain faktor domestik, perkembangan pembiayaan kendaraan listrik multifinance juga dipengaruhi oleh kondisi global, khususnya terkait pasokan energi.

Agusman turut menyoroti dampak keterbatasan pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) akibat konflik di Timur Tengah. Kondisi ini dinilai dapat menjadi momentum penting dalam mendorong adopsi kendaraan listrik di Indonesia.

Menurutnya, situasi geopolitik tersebut justru bisa dimanfaatkan sebagai peluang bagi industri multifinance untuk memperluas pembiayaan berbasis energi hijau.

"Dengan demikian, industri multifinance dapat memperluas portofolio pembiayaan hijau," kata Agusman.

Hal ini menegaskan bahwa pembiayaan kendaraan listrik multifinance tidak hanya dipengaruhi oleh permintaan konsumen, tetapi juga oleh perubahan kondisi global yang mendorong pergeseran ke energi alternatif.

Kondisi Industri Multifinance Secara Umum

Di sisi lain, kinerja industri multifinance secara keseluruhan tetap menunjukkan pertumbuhan, meskipun tidak setinggi segmen kendaraan listrik.

OJK mencatat bahwa total piutang pembiayaan perusahaan multifinance mencapai Rp 512,14 triliun per Februari 2026. Pertumbuhan tersebut berada di level 1,01% secara tahunan (Year on Year/YoY).

Angka ini mengindikasikan bahwa meskipun industri masih bertumbuh, laju pertumbuhannya relatif moderat jika dibandingkan dengan lonjakan pada pembiayaan kendaraan listrik multifinance.

Tantangan dari Risiko Pembiayaan

Meski mencatat pertumbuhan, industri multifinance tetap menghadapi tantangan dari sisi risiko pembiayaan. Salah satu indikator yang perlu diperhatikan adalah tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Financing (NPF).

Per Februari 2026, tingkat NPF gross tercatat sebesar 2,78%. Angka ini mengalami kenaikan dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 2,72%.

Kenaikan ini menunjukkan adanya tekanan yang perlu diantisipasi oleh pelaku industri, terutama dalam menjaga kualitas pembiayaan di tengah ekspansi yang terus berlangsung.

Peluang Besar di Sektor Pembiayaan Hijau

Melihat tren yang ada, pembiayaan kendaraan listrik multifinance berpotensi menjadi salah satu pilar penting dalam transformasi industri keuangan ke arah yang lebih berkelanjutan.

Dengan pertumbuhan yang mencapai 39,35%, sektor ini tidak hanya menawarkan peluang bisnis, tetapi juga berkontribusi terhadap upaya pengurangan emisi dan penggunaan energi bersih.

Selain itu, dukungan kebijakan pemerintah serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap lingkungan menjadi faktor yang memperkuat prospek jangka panjang sektor ini.

Ke depan, perusahaan multifinance diharapkan mampu memanfaatkan momentum ini dengan memperluas inovasi produk pembiayaan serta menjaga kualitas portofolio agar tetap sehat.

Secara keseluruhan, pembiayaan kendaraan listrik multifinance di awal 2026 menunjukkan arah pertumbuhan yang positif dan menjanjikan. Di tengah berbagai tantangan, sektor ini justru tampil sebagai salah satu motor penggerak baru dalam industri pembiayaan, sekaligus menjadi bagian penting dari transisi menuju ekonomi hijau.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index