7 Hal dari Orang Tua yang Selalu Diingat Anak Seumur Hidup

Minggu, 20 September 2026 | 13:37:00 WIB
7 Hal dari Orang Tua yang Selalu Diingat Anak Seumur Hidup

LIPUTANFINANSIAL.COM — Anak sering lupa mainan apa yang dibelikan orang tuanya saat kecil, tetapi ia jarang melupakan perasaan saat menghabiskan waktu bersama. Tujuh hal sederhana dari orang tua ini ternyata menetap dalam ingatan anak hingga dewasa, mulai dari quality time tanpa gadget sampai cara menghadapi masa sulit.

Jurnal Developmental Review pada 2015 pernah mengulas bagaimana momen-momen tertentu justru melekat kuat dalam ingatan anak saat mereka tumbuh besar. Momen itu pula yang membuat anak merasa benar-benar dicintai orang tuanya.

Berikut tujuh hal yang paling diingat anak tentang orang tuanya, seperti dirangkum dari Your Tango.

1. Pengalaman yang Dijalani Bersama

Anak mungkin tidak menghitung berapa kali ibunya membelikan es krim. Yang tersimpan dalam ingatan justru pengalaman saat mereka pergi ke toko es krim berdua, bukan es krimnya.

Penelitian menunjukkan pengalaman bersama mampu mempererat ikatan keluarga. Momen kebersamaan inilah yang biasanya diingat anak jauh lebih lama dibanding benda atau hadiah yang diterimanya.

2. Saat Orang Tua Menyingkirkan Gadget demi Quality Time

Ketika orang tua memberi perhatian penuh dan meletakkan gadget, anak merasakan bahwa dirinya benar-benar diprioritaskan. Perasaan dicintai itu tumbuh dari hal sederhana seperti ini.

Psikoterapis Lianne Avila menyarankan orang tua menyediakan 15-20 menit sehari khusus untuk anak. Waktu itu bisa dipakai saat anak pulang sekolah dengan menanyakan bagaimana harinya.

"Saya tahu orang tua sibuk. Tetapi, luangkan 15-20 menit sehari untuk bersama anak. Ini adalah cara yang bagus untuk menunjukkan kasih sayang kita. Ini bisa dilakukan saat anak pulang sekolah. Tanyakan bagaimana harinya. Ajukan banyak pertanyaan. Ini akan membuat mereka tahu bahwa kita benar-benar tertarik pada kehidupan mereka, dan pastikan untuk menunggu jawabannya," ujar Avila.

3. Kalimat Positif yang Diucapkan Orang Tua

Ucapan seperti "Aku bangga padamu", "Kamu membuat keluarga ini lebih baik", atau "Kamu adalah teman yang baik" punya pengaruh besar pada harga diri anak. Kalimat-kalimat itu membentuk cara anak memandang dirinya sejak kecil.

Menurut Avila, pujian tulus dari orang tua akan membekas dan dibawa anak hingga dewasa. Anak mengingat bukan hanya kata-katanya, tetapi juga perasaan hangat saat mendengarnya.

4. Cara Orang Tua Menghadapi Situasi Sulit

Anak mengandalkan orang tua sebagai pembimbing saat menjelajahi dunia yang terasa asing bagi mereka. Ketika masa sulit datang, anak memperhatikan bagaimana orang tuanya berbicara dan menenangkan keadaan.

Psikolog Dr. Sheryl Ziegler menjelaskan anak belajar dengan mengamati dan meniru orang di sekitarnya. Orang tua yang paling sering hadir otomatis menjadi panutan yang paling mudah ditiru.

"Sebagian besar anak-anak belajar dengan mengamati dan meniru tindakan orang-orang di sekitar mereka," kata Ziegler. Ia menambahkan ikatan emosional yang kuat terbentuk dari hubungan mendalam yang membuat anak lebih terbuka terhadap pengaruh positif orang tua.

5. Saat Orang Tua Tidak Ada untuk Anak

Anak juga mengingat momen ketika orang tuanya tidak hadir saat dibutuhkan. Meski terdengar negatif, ingatan ini bisa berdampak positif karena mendorong anak tumbuh lebih mandiri.

Orang tua memang tidak selalu bisa berada di samping anak setiap saat. Pengalaman itulah yang perlahan membentuk kemandirian anak ketika beranjak dewasa.

6. Perilaku Orang Tua di Depan Orang Lain

Anak selalu menangkap isyarat dari orang tuanya, termasuk saat membicarakan orang lain di belakang atau memperlakukan seseorang dengan buruk. Anak menafsirkan perilaku itu sebagai contoh yang wajar ditiru.

Sebuah studi pada 2018 di Journal of Cognition and Development menyoroti pentingnya isyarat nonverbal orang tua. Anak membaca sikap orang tua terhadap orang lain, lalu menyerapnya sebagai pola perilaku mereka sendiri.

7. Cara Orang Tua Bersikap Saat Stres

Respons orang tua ketika menghadapi tekanan juga terekam dalam ingatan anak. Cara Bunda dan Ayah mengelola emosi saat lelah atau kesal menjadi pelajaran pertama anak tentang mengendalikan perasaan.

Anak yang menyaksikan orang tuanya tetap tenang cenderung meniru cara itu saat menghadapi masalahnya sendiri. Sebaliknya, ledakan emosi juga mudah ditiru karena anak menyerap apa yang ia lihat sehari-hari.

Yang Perlu Diperhatikan

Tidak semua ingatan anak soal kehadiran orang tua bersifat positif. Jika anak sering merasa diabaikan atau menyaksikan konflik yang berulang, sebaiknya ibu dan ayah mencari waktu untuk berbicara terbuka dengan anak atau berkonsultasi dengan psikolog anak.

Langkah ini membantu anak mengolah perasaannya, sekaligus memberi orang tua cara memperbaiki pola pengasuhan yang kurang pas.

Dari tujuh hal di atas, kebanyakan bukan momen besar atau mahal. Anak lebih mengingat perhatian kecil yang konsisten, kehadiran penuh tanpa gadget, dan cara orang tua bersikap saat keadaan tidak mudah. Mulai dari 15 menit sehari, ibu dan ayah sudah menanam kenangan yang akan dibawa anak seumur hidup.

Terkini

MUI: Beli Emas Cicilan dan Online Sah, Ini Syaratnya

Minggu, 20 September 2026 | 15:17:00 WIB

Kuasa Hukum AN dan EAK Buka Suara soal Dolar Singapura

Minggu, 20 September 2026 | 14:47:00 WIB

7 Hal dari Orang Tua yang Selalu Diingat Anak Seumur Hidup

Minggu, 20 September 2026 | 13:37:00 WIB

6 Cara Merawat Kelinci buat Pemula, Jangan Cuma Kasih Makan

Minggu, 20 September 2026 | 11:32:00 WIB