Pramono Minta Danantara Biayai Perpanjangan LRT Jakarta ke JIS

Kamis, 17 September 2026 | 05:04:00 WIB

LIPUTANFINANSIAL.COM — Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) turut membiayai perpanjangan LRT Jakarta dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium (JIS). Permintaan itu disampaikan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto saat peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai di Stasiun LRT Manggarai, Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2026). Pemprov DKI menyiapkan dua jalur lanjutan sekaligus, yakni ke JIS dan dari Velodrome menuju stasiun kereta cepat Whoosh.

Peresmian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai menjadi panggung bagi Pemprov DKI untuk mengajukan pendanaan tahap berikutnya. Pramono menyebut rencana perluasan jaringan ini sebagai kelanjutan logis dari jalur yang baru beroperasi.

"Dan yang juga menggembirakan adalah kami akan melanjutkan LRT ini dari Kelapa Gading sampai dengan JIS, kemudian dari Velodrome sampai dengan kereta cepat," ujar Pramono di hadapan Presiden Prabowo.

Dua Jalur Lanjutan yang Disiapkan Pemprov DKI

Ada dua segmen yang masuk dalam peta pengembangan LRT Jakarta. Pertama, perpanjangan dari Kelapa Gading menuju JIS di Jakarta Utara. Kedua, jalur dari Velodrome menuju stasiun kereta cepat Whoosh.

Kedua jalur itu menyasar kawasan strategis yang belum terhubung langsung dengan jaringan transportasi massal. JIS selama ini mengandalkan akses jalan darat, sementara koneksi ke Whoosh baru tersedia lewat moda lain.

Alasan Pramono Melibatkan Danantara

Di depan Presiden, Pramono secara terbuka meminta Danantara dilibatkan dalam pembiayaan proyek lanjutan tersebut. Permintaan itu disampaikan dengan nada ringan namun jelas arahnya.

"Bapak Presiden, akan lebih menggembirakan kalau kemudian Bapak tugaskan Danantara juga ikut membantu kami, Pak," kata Pramono.

Langka bagi kepala daerah mengajukan permintaan pendanaan langsung di forum resmi kenegaraan. Namun Pramono memanfaatkan momen peresmian untuk membuka jalan pembicaraan soal skema pembiayaan berikutnya.

Jalur Eksisting Digarap APBD, Investasi Rp 12,1 Triliun

Pramono melaporkan bahwa pembangunan LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai sepenuhnya dikerjakan PT Jakarta Propertindo (Jakpro), BUMD milik Pemprov DKI Jakarta. Pembangunan jalur itu memakai dana APBD.

Panjang lintasan mencapai 12,2 kilometer dengan nilai investasi Rp 12,1 triliun. Angka itu menunjukkan skala kebutuhan modal yang besar untuk proyek transportasi massal di ibu kota.

  • Rute baru beroperasi: Kelapa Gading-Manggarai, 12,2 kilometer
  • Nilai investasi jalur eksisting: Rp 12,1 triliun
  • Pelaksana: PT Jakarta Propertindo (Jakpro), BUMD Pemprov DKI
  • Sumber dana jalur eksisting: APBD DKI Jakarta
  • Jalur lanjutan: Kelapa Gading-JIS dan Velodrome-stasiun Whoosh

Apa Artinya bagi Warga dan Pelaku Usaha

Koneksi LRT ke JIS berpotensi mengubah pola akses menuju kawasan olahraga dan hiburan di Jakarta Utara. Selama ini penonton acara besar di JIS mengandalkan bus pengumpan dan kendaraan pribadi.

Jalur dari Velodrome ke Whoosh menyasar penumpang kereta cepat yang butuh sambungan antarmoda. Jika terwujud, perjalanan dari kawasan timur Jakarta ke Bandung lewat Whoosh bisa lebih terintegrasi.

Bagi pelaku usaha properti dan ritel di sekitar koridor, kepastian jalur sering kali lebih penting daripada percepatan konstruksi. Nilai lahan dan potensi kunjungan biasanya bergerak mengikuti peta jaringan yang final.

Yang Masih Harus Ditunggu

Belum ada keputusan resmi soal keterlibatan Danantara dalam pembiayaan dua jalur lanjutan tersebut. Permintaan Pramono masih berupa usulan yang disampaikan di forum peresmian.

Skema pendanaan, besaran investasi, dan jadwal konstruksi belum diungkap. Pengalaman jalur Kelapa Gading-Manggarai yang memakai APBD memberi gambaran bahwa opsi pendanaan non-APBD menjadi pertimbangan utama Pemprov DKI untuk tahap berikutnya.

Terkini