Kemenhan RI-Sudan Buka Peluang Kerja Sama Pendidikan & Pangan

Rabu, 09 September 2026 | 20:21:32 WIB
Menteri Pertahanan Sudan H.E.Lt Gen Hassan Daoud Kabroun Kayan bersama Menhan RI Sjafrie Sjamsoeddin [FOTO: NET].

JAKARTA - Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menyatakan, pertemuan antara Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Sudan H.E.Lt Gen Hassan Daoud Kabroun Kayan mengulas peluang kerja sama di sektor pertahanan.

Karo Infohan Setjen Kemenhan Brigjen Rico Sirait menyampaikan, pemerintah Sudan mengutarakan keinginan agar jajaran personelnya dapat mengecap pendidikan di Universitas Pertahanan (Unhan) RI.

“Sudan antara lain menyampaikan keinginan untuk membuka kembali kesempatan bagi personilnya mengikuti pendidikan di Indonesia, termasuk melalui Universitas Pertahanan,” kata Rico di Kantor Kemenhan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Rico menambahkan, Menhan Sudan juga bermaksud menjalin kerja sama pada sektor ketahanan pangan mengingat negara itu mempunyai areal pertanian yang membentang luas serta subur.

“Sudan menyampaikan potensi yang mereka miliki berupa lahan pertanian yang luas dan subur, serta sektor peternakan yang cukup besar. Potensi tersebut ditawarkan untuk dapat dijajaki bersama, khususnya Indonesia dalam mendukung ketahanan pangan yang sedang kami lakukan,” ujar Rico.

Bagi pihak Indonesia, menurut Rico, peluang kemitraan tersebut sangat menarik untuk ditelaah lebih dalam, utamanya bersama Kementerian Pertanian (Kementan).

Bukan cuma itu, agenda tatap muka tersebut juga menjajaki potensi relasi ekonomi maupun kerja sama dalam cakupan yang lebih luas.

“Di mana Sudan menyampaikan posisinya yang strategis dan kedekatannya dengan berbagai negara di Afrika sebagai peluang untuk memperluas hubungan Indonesia dengan kawasan tersebut,” tutur Rico.

Walau begitu, Rico menegaskan bahwasanya seluruh peluang kerja sama ini masih akan digodok serta dikaji lebih lanjut melalui mekanisme kementerian/lembaga terkait, termasuk kelak dihimpun ke dalam skema Defense Cooperation Arrangement.

“Saat ini kedua negara juga belum memiliki dokumen formal kerja sama pertahanan bilateral, masih disusun, sehingga aspek pelembagaan dan kerangka kerja samanya akan dibicarakan lebih lanjut,” jelas Rico.

Sebelumnya, Menhan Sudan H.E.Lt Gen Hassan Daoud Kabroun Kayan mengutarakan bahwa Indonesia merupakan sahabat lama bagi negaranya. Hassan menuturkan, maksud kedatangannya menemui Sjafrie yaitu demi menggarap pelbagai kerja sama, utamanya di sektor pertahanan.

“Kami melihat indonesia adalah negara sahabat yang sudah sangat lama mengenal Indonesia ini sehingga ke depan kami akan membangun banyak program strategis antara Indonesia dan Sudan,” kata Hassan usai menemui Menhan Sjafrie di kantor Kemenhan, Jakarta Pusat, Rabu.

Hassan menerangkan, Indonesia mempunyai banyak kemiripan dengan Sudan, baik dari aspek kebudayaan maupun keagamaan.

Ia turut menyampaikan bahwa pihak pemerintah Sudan telah menyalurkan banyak beasiswa untuk warga negara Indonesia (WNI) yang tengah belajar di International University of Africa.

“Masyarakat Sudan sangat mencintai masyarakat Indonesia dengan berbagai kelebihan masyarakat Indonesia, maka itu kami datang ke sini untuk melakukan kerja sama sehingga masyarakat Sudan bisa merasakan langsung dan masyakarat Indonesia dapat manfaat langsung dari kerja sama kedua negara,” ujar Hassan.

Terkini