Rupiah Diprediksi Tertekan ke Rp17.790 per Dolar AS Hari Ini

Rabu, 02 September 2026 | 22:45:32 WIB
Pegawai menunjukan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) dan rupiah [FOTO: NET].

JAKARTA - Mata uang rupiah diproyeksikan masih berada dalam tekanan menghadapi dolar Amerika Serikat (AS) pada sesi perdagangan hari ini, Rabu (2/9/2026). Pergerakan rupiah diprediksi bakal fluktuatif serta berpeluang terdepresiasi menuju kisaran Rp17.790 per dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi mengestimasikan kurs rupiah pada sesi transaksi hari ini bergerak pada area Rp17.740 sampai Rp17.790 per dolar AS.

“Untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp17.740 sampai Rp17.790 per dolar AS,” kata Ibrahim, Selasa (1/9/2026).

Pada penutupan perdagangan Selasa (1/9/2026), rupiah merosot 22 poin ke posisi Rp17.744 per dolar AS. Tekanan bagi mata uang Garuda bersumber dari paduan sentimen eksternal maupun domestik.

Dari ranah eksternal, Ibrahim menuturkan bahwa para pelaku pasar tengah mencermati dinamika konflik di kawasan Timur Tengah. Suasana kian memanas setelah Presiden AS Donald Trump memberikan ancaman serangan balasan ke Iran usai aksi saling serang secara langsung pada akhir pekan lalu.

“Timur Tengah kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan melancarkan serangan lanjutan terhadap Iran menyusul terjadinya saling serang secara langsung untuk pertama kalinya dalam sebulan terakhir pada hari Minggu. Hal ini meningkatkan ketegangan dalam konflik yang sebelumnya sempat beralih menjadi kebuntuan ekonomi,” ujarnya.

Di luar isu geopolitik Timur Tengah, arah kebijakan suku bunga acuan bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), turut menyita perhatian pasar. Ibrahim memaparkan pidato Ketua The Fed Kevin Warsh pada forum Simposium Jackson Hole yang cenderung hawkish kembali mendongkrak ekspektasi kenaikan suku bunga AS paling cepat pada September 2026.

 Prospek tersebut berpotensi menopang penguatan dolar AS sekaligus memicu kenaikan imbal hasil (yield) surat utang pemerintah AS, terutama untuk tenor pendek.

“Pasar kini memperhitungkan peluang sekitar 66% untuk kenaikan suku bunga pada bulan September, naik dari sekitar 38% sebelum pidato Warsh,” kata Ibrahim.

Sementara dari dalam negeri, investor terus memantau rilis beberapa indikator ekonomi terkini. Indonesia mencatatkan laju inflasi sebesar 0,21% secara bulanan (MtM) pada Agustus 2026, berbalik dari kondisi deflasi 0,14% pada Juli 2026. Laju inflasi secara tahunan (YoY) pada Agustus 2026 tercatat di angka 3,19%.

Di samping itu, neraca perdagangan Indonesia kembali mencetak surplus sebesar US$120 juta pada Juli 2026 setelah sempat mengalami defisit sebesar US$450 juta pada Juni 2026. Nilai pengapalan ekspor Indonesia sepanjang Juli 2026 membukukan US$26,22 miliar atau tumbuh 6,05% jika dibandingkan dengan kurun waktu yang sama tahun sebelumnya.

Melalui kombinasi seluruh sentimen tersebut, rupiah diperkirakan masih harus menahan tekanan pada perdagangan hari ini. Rentang Rp17.740—Rp17.790 per dolar AS menjadi proyeksi area pergerakan mata uang Garuda oleh Ibrahim.

09:18 WIB Rupiah Dibuka Melemah

Nilai tukar rupiah mengawali sesi dengan pelemahan 0,08% atau 14 poin ke tingkat Rp17.758 per dolar AS pada perdagangan Rabu (2/9/2026). Pada waktu yang sama, indeks dolar AS (DXY) merambat naik 0,10% menuju 99,77. Rupiah meneruskan laju depresiasi setelah pada akhir sesi perdagangan Selasa (1/9/2026) terkoreksi 22 poin ke level Rp17.744 per dolar AS.

Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi memproyeksikan rupiah hari ini bakal kembali mengakhiri sesi pada zona merah di kisaran Rp17.740 hingga Rp17.790 per dolar AS. Menurut pertimbangannya, pergerakan rupiah terbayangi oleh kombinasi faktor global dan domestik.

Dari ranah internasional, para pelaku pasar keuangan tengah memperhitungkan eskalasi konflik di Timur Tengah. Kabar terbaru, Presiden AS Donald Trump memberikan ancaman serangan lanjutan terhadap Iran menyusul insiden saling serang secara langsung untuk pertama kalinya sepanjang bulan terakhir.

"Hal ini meningkatkan ketegangan dalam konflik yang sebelumnya sempat beralih menjadi kebuntuan ekonomi," kata Ibrahim, Selasa (2/9/2026).

11:51 WIB Kurs dolar AS di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI Hari Ini, Rabu (2/9/2026)

Berikut perincian kurs dolar AS di BCA, BRI, Mandiri, dan BNI pada Rabu (2/9/2026):

Kurs Jual Beli Dolar AS di BCA

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) pada pukul 10.24 WIB menetapkan kurs beli dolar AS sebesar Rp17.760 dan kurs jual sebesar Rp17.780 berdasarkan e-rate. Mengacu pada TT counter, bank swasta terbesar di Indonesia tersebut menetapkan harga beli dolar AS di level Rp17.570 dan harga jual Rp17.850. Sementara berdasar bank notes, harga beli serta harga jual dolar AS masing-masing dipatok pada Rp17.570 dan Rp17.850.

Kurs Jual Beli Dolar AS di BRI

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menetapkan harga beli dan jual dolar AS masing-masing di angka Rp17.638 dan Rp17.799 untuk e-rate. Lalu pada fasilitas TT counter, bank milik negara tersebut memasang harga beli Rp17.580 per dolar AS dan harga jual Rp17.880 per dolar AS.

Kurs Jual Beli Dolar AS di Bank Mandiri

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) pada pukul 08.55 WIB menentukan harga beli dan jual untuk special rate masing-masing sebesar Rp17.730 dan Rp17.760 per dolar AS. Selanjutnya, bank berlogo pita emas itu menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp17.520 dan harga jual Rp17.820 untuk TT counter. Sementara pada bank notes, Bank Mandiri memasang tarif beli Rp17.520 per dolar AS serta harga jual Rp17.820 per dolar AS.

Kurs Jual Beli Dolar AS di BNI

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) pada pukul 10.35 WIB mematok tarif beli dan jual dolar AS untuk special rates masing-masing sebesar Rp17.755 dan Rp17.785. Berdasarkan TT counter, BNI menentukan harga beli dolar AS sebesar Rp17.565 dan harga jual Rp17.865. Pada patokan bank notes, BNI menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp17.620 per dolar AS dan harga jual Rp17.920 per dolar AS.

13:04 WIB Rupiah Masih Melemah

Mata uang rupiah terpantau tertekan 0,18% atau 32 poin menuju posisi Rp17.767 per dolar AS pada pukul 13.04 WIB.

14:13 WIB Rupiah Melemah ke Rp17.764

Mata uang rupiah terhadap dolar AS tercatat melemah 0,16% atau 29 poin ke level Rp17.764 per dolar AS pada pukul 14.13 WIB.

Terkini