LIPUTANFINANSIAL.COM — Dominasi finansial Premier League atas liga-liga Eropa lainnya tidak pernah setajam musim ini. Klub promosi seperti Ipswich Town, yang baru berlaga di kasta ketiga Inggris delapan musim lalu, berani bersaing di pasar transfer dengan raksasa Eropa seperti Real Madrid.
Tim Promosi Lebih Boros dari Real Madrid
Data net spend atau belanja bersih menunjukkan Hull City dan Coventry City mengungguli semua klub di luar Inggris, kecuali Real Madrid. Ipswich Town yang akan menjamu Liverpool akhir pekan ini pun masuk dalam kategori tersebut.
Biaya transfer Morgan Rogers (£117 juta) dan Elliot Anderson (£116 juta) lebih tinggi dari total belanja bersih 75 dari 76 klub papan atas di Perancis, Jerman, Italia, dan Spanyol. Hanya AC Milan yang mencatat belanja bersih sedikit di atas harga Sandro Tonali (£92,5 juta).
Dampaknya terlihat di kompetisi antarklub Eropa. Lima klub Inggris tampil di delapan final Liga Champions terakhir — jumlah yang sama dengan gabungan seluruh wakil Eropa lainnya. Premier League juga menyuplai tiga dari empat finalis Liga Europa dan tiga dari empat juara Conference League dalam empat musim terakhir.
Belanja Klub Inggris Makin “Sirkuler”
Aspek paling mencolok lainnya: mayoritas uang tersebut tidak meninggalkan Inggris. Empat belas dari 19 pembelian termahal Premier League (di atas £50 juta) berasal dari klub domestik atau West Ham yang terdegradasi. Proporsi belanja internal naik dari 30,2 persen pada musim panas 2022 menjadi 39,3 persen tahun ini — padahal total pengeluaran tumbuh hampir £1,5 miliar pada periode yang sama.
Aturan squad cost ratio tidak akan menghentikan pola ini. Klub-klub Inggris justru diuntungkan dengan menjual pemain di harga mahal yang hampir mustahil dibayar klub luar negeri. Alhasil, bintang-bintang top tetap bertahan di liga, sementara talenta muda terbaik Eropa seperti Ayyoub Bouaddi (18 tahun) dan Johan Manzambi (20 tahun) disedot ke Premier League.
Dana untuk Pemain Senior Naik, Usia Puncak Justru Dihemat
Ada perubahan prioritas yang menarik dalam kebijakan rekrutmen. Pengeluaran untuk pemain berusia 24-27 tahun — yang justru semakin dominan mengisi menit bermain — turun 23 persen dibanding bursa musim lalu. Tanpa kepindahan Enzo Fernández ke Manchester City senilai £125 juta, penurunannya akan lebih dalam lagi.
Dana yang dihemat sebagian dialihkan ke pemain berusia minimal 28 tahun. Premier League menggelontorkan £323,3 juta untuk kelompok umur ini, mendekati total akumulasi tiga bursa musim panas sebelumnya yang mencapai £370,5 juta. Arsenal menjadi contoh paling jelas dengan merekrut Bruno Guimarães (£75 juta) dan Ezri Konsa (£51 juta) yang sama-sama berusia 28 tahun.
Di sisi lain, lima pembelian termahal dari luar negeri rata-rata berusia di bawah 23 tahun. Klub-klub Inggris tampaknya berlomba mengamankan pemain yang berada di ambang usia emas, bukan yang sudah berada di dalamnya.