Emas Fisik Jadi Underlying, Wamenkeu Minta Investor Percaya ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:35:32 WIB
Wakil Menteri Keuangan, Juda Agung [FOTO: NET].

JAKARTA — Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung meyakinkan para investor bahwa wahana investasi Exchange Traded Fund (ETF) Emas ditopang oleh underlying (aset dasar) yang transparan yaitu berbentuk emas fisik.

"ETF Emas adalah produk keuangan. Namun di balik produk tersebut terdapat underlying berupa emas, emas real. Karena itu investor harus percaya bahwa emasnya ada,” ujar Juda dalam peluncuran ETF Emas di Gedung PT Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (10/8/2026).

Juda menilai peresmian ETF Emas menjadi wujud tindakan riil guna memperdalam pasar modal Indonesia, sekaligus memperbanyak opsi instrumen investasi bagi publik.

Di samping itu, sambungnya, peluncuran ETF Emas selaras dengan agenda reformasi pasar modal yang sedang digulirkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Self Regulatory Organization (SRO), serta jajaran pemangku kepentingan lainnya.

“Peluncuran ETF Emas hari ini juga merupakan salah satu langkah konkret dan bagian dari agenda tersebut,” ujar Juda.

Juda memaparkan animo terhadap ETF Emas di pasar keuangan global terus melonjak, di mana nilai dana kelolaan ETF Emas dunia menyentuh 559 miliar dolar AS, dengan total kepemilikan fisik emas mencapai 4.025 ton pada 2025.

“Ini mencerminkan semakin pentingnya instrumen ini di dalam ekosistem investasi global. Jadi, yang kami lakukan hari ini bukan sekadar menambah satu produk. Kami sedang memperluas pilihan investasi sekaligus memperdalam pasar keuangan kami agar dapat bersaing dengan pasar modal regional maupun global,” ujar Juda.

Menurutnya, kedatangan ETF Emas tak hanya urusan penambahan varian produk investasi baru, melainkan menjadi bagian dari strategi menyeluruh untuk memperkokoh pasar keuangan nasional.

Pada kesempatan itu, ia menyuarakan tiga pesan kunci, yakni pasar modal Indonesia wajib terus diperdalam, ETF Emas harus menjadi elemen penguat ekosistem emas nasional, serta inovasi mesti bergandengan dengan integritas.

“Pasar bulion akan dapat terus berkembang, pasar modal akan juga semakin dalam. Pada akhirnya masyarakat akan bisa memperoleh alternatif investasi yang semakin beragam yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhannya dan meningkatkan kesejahteraannya,” ujar Juda.

Di sisi lain, ia mewanti-wanti bahwa pengembangan ETF Emas mesti diiringi penguatan tata kelola, akuntabilitas, transparansi, perlindungan investor, hingga pengawasan ketat.

“Tantangan kami berikutnya bukan hanya membuat pasar semakin besar, tetapi membuatnya semakin dalam dan semakin dipercaya,” ujar Juda.

Pada hari ini, OJK bersama SRO resmi merilis produk investasi ETF Emas, bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Pasar Modal Indonesia.

"Saat ini kami sudah siap untuk meluncurkan ETF Emas di Indonesia. Ini juga menandai perluasan pasar bulion sebagai quick win dalam delapan rencana aksi, yaitu pendalaman pasar secara terintegrasi melalui ETF Emas," ujar Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi.

Direktur Utama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Samsul Hidayat berharap produk investasi ETF Emas sanggup menjadi pilihan sarana investasi baru untuk para investor pasar modal Indonesia.

Selain itu, ia berharap produk ini turut menyokong penguatan ekosistem bulion di skala nasional.

"Produk ini juga menjadi bagian dari penguatan ekosistem bulion nasional melalui integrasi antara Pasar Modal dengan bulion, sehingga mampu mendukung pendalaman pasar keuangan nasional," kata Samsul.

Terkini