Harga Daging Ayam Ras Naik di 188 Daerah, BPS Imbau Pemda Waspada

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:21:01 WIB
Calon pembeli memilih daging ayam yang dijual di Pasar [FOTO: NET].

JAKARTA — Plt. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengimbau pemerintah daerah untuk mewaspadai lonjakan harga daging ayam ras yang melanda sejumlah kabupaten/kota, walau nominal rata-rata secara nasional masih berada tipis di bawah harga acuan penjualan (HAP) tingkat konsumen.

Amalia menyampaikan bahwa rerata harga daging ayam ras di tingkat nasional kini menyentuh Rp39.712 per kilogram atau masih sedikit di bawah HAP konsumen sebesar Rp40.000 per kilogram.

Kendati demikian, ritme peningkatannya tergolong cukup tinggi, sehingga membutuhkan atensi agar tidak terus merambat hingga melampaui HAP.

"Ini mungkin untuk perlu perhatian karena kalau nanti kenaikan harga ini terus dibiarkan, tentunya suatu saat nanti akan berada di atas HAP," ujar Amalia dalam Rapat Koordinasi Inflasi Daerah, yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (10/8/2026).

Menurut penjelasan Amalia, tercatat ada 188 kabupaten/kota yang mengalami lonjakan Indeks Perkembangan Harga (IPH) untuk komoditas daging ayam ras.

Beberapa wilayah bahkan membukukan lonjakan IPH yang amat tajam dengan harga jual yang telah melewati ambang HAP.

Ia memberi contoh Kabupaten Bangka Selatan yang menorehkan kenaikan IPH daging ayam ras sebesar 34,58 persen, kendati patokan harganya masih sekitar 3 persen di bawah HAP atau Rp38.800 per kilogram.

Sementara itu, Kota Binjai mencatatkan kenaikan IPH hingga 29,78 persen dengan nominal harga daging ayam ras yang sudah berada sekitar 5 persen melebihi HAP, yaitu Rp42.000 per kilogram.

Situasi yang lebih tinggi terdeteksi di Kabupaten Kepahiang, dengan lonjakan IPH mencapai 21,34 persen dan harga daging ayam ras menyentuh angka sekitar 20 persen di atas HAP atau Rp48.000 per kilogram.

Amalia merinci bahwa merambatnya harga daging ayam ras di deretan daerah tersebut dipengaruhi oleh dinamika pasokan maupun penguatan tingkat permintaan.

Di Kabupaten Bangka Selatan, contohnya, lonjakan harga dipicu oleh naiknya permintaan publik sebagai opsi pengganti komoditas ikan. Hal tersebut didorong faktor cuaca berupa angin kencang serta gelombang tinggi yang melumpuhkan aktivitas nelayan, sehingga pasokan ikan menyusut dan publik beralih membeli daging ayam.

Adapun di Kota Binjai, kenaikan harga daging ayam ras terdorong oleh penguatan permintaan pasar seiring kembali berjalannya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) usai masa libur sekolah usai.

Sedangkan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, kenaikan harga bersumber dari keterbatasan persediaan daging ayam ras di pasar pada tengah tingginya permintaan.

Amalia menegaskan ragam pemicu tersebut patut dijadikan fokus perhatian bagi pemerintah daerah dalam rangka menstabilkan harga daging ayam ras, terkhusus di kawasan yang mengalami kenaikan harga cukup mencolok.

"Ini catatan untuk mengendalikan harga. Karena di sebagian kota dan kabupaten memang ada keterbatasan pasokan dan juga di beberapa tempat memang sisi permintaannya sedang meningkat," katanya.

Terkini