JAKARTA - Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) menyatakan sebanyak enam puluh tujuh pemodal swasta telah menanamkan modal sejumlah Rp74,54 triliun untuk Ibu Kota Nusantara yang didirikan di sebagian kawasan Kabupaten Penajam Paser Utara serta Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
"Hingga saat ini, estimasi investasi swasta yang telah masuk IKN mencapai Rp74,54 triliun dari 67 investor," ujar Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono ketika membahas potensi kolaborasi dan peluang investasi bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Sepaku, Penajam Paser Utara, Jumat (7/8/2026).
Selain Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, hadir pula bupati serta wakil bupati se-Jawa Tengah dalam pembahasan potensi kolaborasi serta peluang investasi di ibu kota baru Indonesia tersebut.
Model pendanaan pembangunan IKN, di samping dari investasi swasta pun didukung lewat anggaran pendapatan belanja negara (APBN), kerja sama pemerintah bersama badan usaha (KPBU), serta hibah, terang beliau, tercatat sampai sekarang nilai proyek melalui skema KPBU sekitar Rp134,22 triliun.
Otorita IKN, tutur Basuki, menyediakan ruang kerja sama dengan berbagai daerah di Indonesia, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Sinergi antardaerah menjadi unsur krusial memperkokoh ekosistem pembangunan IKN sebagai ibu kota politik yang inklusif serta berkelanjutan.
Peluang kemitraan tidak hanya terbatas pada penanaman modal, melainkan juga berbagai bidang strategis menopang pengembangan kawasan IKN, seperti pengadaan barang serta jasa, pengembangan sumber daya manusia, hingga bidang ekonomi kreatif serta pariwisata.
"Investor yang masuk selalu dilayani, apabila Jawa Tengah menjadi mitra Otorita IKN nanti akan ada insentif fiskal," kata Basuki Hadimuljono.
Pembangunan di Jawa Tengah selama ini dijalankan melalui pendekatan kolaboratif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan, tutur Ahmad Luthfi. Semangat itu diharapkan juga mampu direalisasikan dalam kemitraan bersama Otorita IKN.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengharapkan mampu memperkokoh sinergi dalam menggerakkan penanaman modal, memperluas peluang kerja sama antardaerah, serta mewujudkan manfaat ekonomi yang saling menopang bagi pembangunan IKN dan daerah.