Sinergi Perumnas dan Swasta untuk Perluas Akses Hunian Layak di Jakarta

Jumat, 07 Agustus 2026 | 00:08:33 WIB
Perum Perumnas menyatakan bahwa kemitraan dengan pihak swasta adalah langkah taktis guna memperluas jangkauan publik terhadap hunian yang pantas. (Foto: NET)

JAKARTA - Perum Perumnas menyatakan bahwa kemitraan dengan pihak swasta adalah langkah taktis guna memperluas jangkauan publik terhadap hunian yang pantas.

Plt Direktur Utama Perum Perumnas, Imelda Alini Pohan, menyampaikan bahwa kerja sama dengan pihak swasta menjadi langkah taktis untuk mempercepat perubahan kawasan kota serta meningkatkan jangkauan warga terhadap tempat tinggal yang layak.

“Perumnas berkomitmen untuk melaksanakan seluruh proses revitalisasi secara partisipatif dengan mengedepankan komunikasi yang terbuka, transparan, dan konstruktif bersama masyarakat penghuni Rumah Susun Klender, didukung oleh sinergi dengan BAPPENAS dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta," ujar Imelda dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Perum Perumnas bersama PT Agung Podomoro Land Tbk secara resmi mengawali kerja sama strategis dalam rangka observasi kolaborasi pengembangan Proyek Revitalisasi Rumah Susun Klender, Jakarta Timur.

Dimulainya kemitraan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang dilakukan oleh Plt Direktur Utama Perum Perumnas Imelda Alini Pohan bersama President Director PT Agung Podomoro Land Tbk Bacelius Ruru sebagai tahapan awal untuk membangun kawasan tempat tinggal vertikal yang modern, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman tersebut, ia menuturkan Perum Perumnas dan PT Agung Podomoro Land Tbk bakal melanjutkan proses observasi kerja sama lewat telaah yang komprehensif terhadap aspek teknis, hukum, finansial, serta model bisnis yang paling maksimal.

Kemitraan ini merupakan bagian dari dedikasi Perumnas dalam menyokong Program 3 Juta Rumah lewat penyediaan hunian yang pantas, ekonomis, serta bermutu di wilayah perkotaan. 

Di tengah kian terbatasnya lahan di kota-kota besar, pembaruan kawasan hunian yang ada menjadi salah satu siasat krusial untuk memperbaiki kualitas permukiman sekaligus memaksimalkan penggunaan aset negara supaya memberikan faedah yang lebih luas bagi warga.

Rumah Susun Klender adalah salah satu aset penting Perumnas yang telah menjadi tempat bermukim penduduk selama puluhan tahun. 

Berlokasi di wilayah yang tersambung dengan jaringan transportasi publik dan berbagai fasilitas umum, area ini memiliki potensi tinggi untuk dikembangkan menjadi hunian vertikal berbasis Transit-Oriented Development (TOD).

Lewat pembaruan itu, Perumnas berencana melakukan transformasi kawasan yang tadinya terdiri dari 78 blok rumah susun dengan 1.280 unit hunian, akan dikembangkan menjadi 14 menara high-rise hunian dengan lebih dari 10.000 unit, sekaligus memastikan tersedianya unit pengganti bagi seluruh penghuni yang ada sebagai wujud perlindungan terhadap hak-hak warga.

Pembangunan Rumah Susun Klender merupakan kelanjutan dari dedikasi Perumnas dalam menyajikan jawaban hunian perkotaan lewat program pembaruan. 

Sebelumnya, Perumnas sudah berhasil menjalankan pembaruan Rumah Susun Sukaramai di Medan yang menjadi percontohan perubahan area hunian lama menjadi tempat tinggal vertikal yang lebih aman, nyaman, modern, dan memiliki kualitas lingkungan yang lebih baik bagi warga.

Keberhasilan tersebut menjadi aset berharga bagi Perumnas dalam mengembangkan model pembaruan yang mengedepankan keseimbangan antara aspek sosial, ekonomi, dan keberlanjutan kawasan.

"Kami meyakini bahwa keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari terbangunnya hunian baru, tetapi juga dari sejauh mana revitalisasi ini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman dan berkelanjutan”, ujar Imelda.

Terkini