WOMF Kantongi Laba Rp96,7 Miliar pada Paruh Pertama 2026

Jumat, 07 Agustus 2026 | 23:39:32 WIB
Karyawan melayani nasabah di salah satu kantor cabang WOM Finance [FOTO: NET].

JAKARTA — Emiten multifinance di bawah naungan Maybank Indonesia, PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk. atau WOM Finance (WOMF), mengantongi laba bersih senilai Rp96,7 miliar hingga periode semester I/2026.

Merujuk target Rp175 miliar sepanjang tahun ini, realisasi laba bersih yang dihimpun WOM Finance hingga paruh awal tahun berhasil tumbuh 14,1% (YoY) dibandingkan capaian semester I/2025 yang tercatat sebesar Rp84,8 miliar.

Direktur WOM Finance Paulus Cholot Janala mengutarakan bahwa pencapaian keuangan pada paruh awal tahun ini membukukan tren pertumbuhan yang baik di tengah dinamika ekonomi yang belum stabil.

"Laba bersih Rp175 miliar on progress, kami masih kejar itu di tahun ini," terang Paulus pada Public Expose, Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Menilik performa secara menyeluruh, laporan keuangan perseroan mencatatkan kenaikan positif. Jumlah pendapatan yang berhasil dicatatkan menyentuh Rp1,12 triliun, atau menguat 5,2% (YoY) dari sebelumnya Rp1,06 triliun. Pada saat bersamaan, jumlah ekuitas di semester I/2026 terbilang senilai Rp2 triliun, terangkat 7,3% (YoY) dari posisi Rp1,9 triliun.

Beriringan dengan capaian tersebut, perusahaan milik Maybank Indonesia ini mampu menekan rasio pembiayaan bermasalah alias non-performing financing (NPF). Angka NPF gross melandai 0,05% (YoY) dari 2,58% pada semester I/2025 menjadi 2,53% di semester I/2026, lalu rasio NPF net juga melandai 0,08% (YoY) dari 1,2% menuju 1,13% pada semester I/2026.

Rasio Return on Asset (RoA) dan Return on Equity (RoE) turut mengalami peningkatan. Posisi RoA berada di level 3,2% pada semester I/2026 atau tumbuh 0,2% (YoY) dari 2,9%, sedangkan RoE terangkat 0,7% (YoY) dari 9,2% pada semester I/2025 menjadi 9,8% di semester I/2026.

Di samping itu, persentase Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) turut menyusut 0,3% (YoY) dari 91,4% pada semester I/2025 ke level 91,1% pada semester I/2026.

"Ini menunjukkan bahwa perusahaan terus berusaha menjaga efisiensi, menjaga produktivitas sehingga kami bisa menjaga BOPO di 2026 menjadi lebih baik lagi," tutur Direktur WOM Finance Cincin Lisa Hadi.

Dilihat dari aspek operasional pembiayaan, nilai piutang pembiayaan neto terkumpul Rp6,4 triliun pada semester I/2026 atau meningkat 5,2% (YoY) dari kurun yang sama tahun lalu sebesar Rp6,1 triliun. Menurut Cincin, manajemen masih menggenjot pemenuhan target hingga akhir tahun. Prospek penyaluran pembiayaan diperkirakan tetap cerah pada kuartal III maupun IV 2026.

"Tadi sudah disebutkan Rp6,4 triliun ya targetnya, saat ini kami baru Rp2,6 triliun. Mudah-mudahan sampai akhir tahun kami bisa capailah. Biasanya memang kalau industri finance ini di Q3-Q4 biasanya langsung jump," tuturnya.

Bila diurai secara umum, pihak WOM Finance memaparkan terdapat beberapa tantangan yang membayangi selama enam bulan pertama 2026. Di antaranya ketidakpastian iklim ekonomi global serta dalam negeri, ketatnya persaingan di industri pembiayaan, tren kenaikan tingkat suku bunga, hingga depresiasi kurs rupiah yang berisiko menaikkan harga produk.

Terkini