1.700 Dapur MBG Siap Beroperasi Bertahap, BGN Fokus Wilayah Stunting Tinggi

Jumat, 07 Agustus 2026 | 20:21:01 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. (Foto: NET)

JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) mulai mengutamakan pengoperasian dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) pada kawasan dengan tingkat stunting tinggi. 

Dari sekitar 13.000 dapur yang dibutuhkan, sebanyak 1.700 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dinyatakan siap berfungsi serta bakal diaktifkan secara berangsur-angsur mulai minggu depan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengemukakan pemerintah masih memerlukan waktu sekitar dua bulan guna merampungkan penyiapan seluruh titik layanan MBG yang sudah dirancang.

"Itu penambahan titik di Pulau Jawa, Sumatera, dan lain-lain. Ada sekitar 13.000, kami perlu waktu lebih panjang, kira-kira satu bulan sampai satu bulan setengah lagi. Total waktu dua bulan diperlukan," ujar Zulkifli Hasan dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono meluruskan kabar yang berkembang perihal pembukaan 13.000 dapur MBG. Menurutnya, angka tersebut merupakan total dapur yang sudah masuk pada basis data BGN dengan tingkat kesiapan yang berlainan, bukan seluruhnya bakal dibuka secara serentak.

"Sudah ada di data kami sekitar 13.000 lebih dapur yang statusnya ada semua. Ada yang baru bikin, ada juga yang sudah selesai," kata Sudaryono.

BGN selanjutnya bakal mencocokkan data itu dengan peta prevalensi stunting yang didapatkan dari Kementerian Kesehatan demi menetapkan lokasi yang menjadi prioritas pengoperasian.

"Maka dari data ini kami overlay dengan datanya Kementerian Kesehatan. Mana yang prioritas, yang statusnya tinggi dan tinggi sekali. Itu kemudian kami petakan, kami overlay dengan data dapur yang sudah siap," ujarnya.

Hasil pemetaan memperlihatkan terdapat sekitar 1.700 dapur yang sudah selesai dibangun serta berada di kawasan dengan prevalensi stunting tinggi maupun amat tinggi. Dapur-dapur itu tinggal memasuki fase operasional.

"Dari data overlay tadi ada sekitar 1.700 dapur yang sudah siap, sudah jadi. Tinggal operasional yang berada di daerah dengan stunting tinggi dan tinggi sekali," kata Sudaryono.

Menurutnya, proses aktivasi bakal dijalankan secara berangsur-angsur agar kesiapan operasional sanggup dipastikan pada tiap-tiap lokasi.

"Insyaallah minggu depan kami ada sekitar 300-an yang kami aktivasi, kemudian minggu depannya lagi bertahap," ujarnya.

Sudaryono menambahkan BGN bakal terus menyisir kesiapan seluruh dapur dalam daftar tersebut sehingga pengoperasiannya sanggup disesuaikan dengan kebutuhan daerah prioritas, terutama wilayah yang mempunyai prevalensi stunting tinggi.

Terkini