Indonesia dan Jepang Resmi Jalin Kerja Sama Teknologi Persinyalan Kereta

Jumat, 07 Agustus 2026 | 18:19:32 WIB
Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang serta Federasi Mikronesia Nurmala Kartini Sjahrir. (Foto: NET)

JAKARTA - PT Moda Integrasi Transportasi Jabodetabek (MITJ) bersama Nippon Signal Co., Ltd. membangun kemitraan pengembangan teknologi telekomunikasi serta persinyalan guna menaikkan faktor keselamatan sekaligus menyokong pemodernan sistem transportasi rel di Indonesia.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Jepang serta Federasi Mikronesia Nurmala Kartini Sjahrir mengutarakan bahwa sinergi Indonesia dan Jepang dalam bidang perhubungan tersebut telah memperlihatkan pencapaian nyata lewat pembangunan MRT Jakarta.

"MRT Jakarta merupakan simbol nyata persahabatan Indonesia dan Jepang," katanya dalam siaran pers Kedutaan Besar RI (KBRI) Tokyo, Jumat (7/8/2026).

Menurut pandangan beliau, aliansi kedua negara saat ini tidak cuma mencakup pembangunan fisik infrastruktur, melainkan pula penciptaan teknologi perlindungan keselamatan serta sistem persinyalan.

"Kesepakatan yang ditandatangani hari ini menunjukkan bahwa kerja sama kami tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mencakup teknologi keselamatan dan persinyalan yang melindungi jutaan penumpang setiap hari," ujarnya.

Kartini menuturkan bahwa pihak KBRI Tokyo bakal senantiasa mengawal peningkatan aliansi strategis antara Indonesia dan Jepang pada bidang transportasi.

Perjanjian tersebut ditandai melalui penandatanganan naskah Head of Agreement (HoA) oleh Direktur Utama PT MITJ Fuad I.Z. Fachroeddin beserta Manajer Luar Negeri Nippon Signal Kota Kinugasa bertempat di Tokyo, Jepang, tanggal 3 Agustus 2026.

Fuad menyatakan bahwa sinergi bersama pihak Nippon Signal adalah langkah taktis demi menghadirkan tolok ukur keselamatan transportasi rel berstandar global di wilayah Jabodetabek.

"Presisi teknologi Jepang yang dipadukan dengan kebutuhan Indonesia akan menghasilkan sistem transportasi yang lebih aman, andal, dan terintegrasi," katanya.

Fuad melanjutkan bahwa mufakat tersebut bakal berfungsi sebagai landasan bagi kebersamaan jangka panjang di antara kedua badan usaha.

Prosesi penandatanganan dokumen HoA itu merupakan bagian dari rangkaian acara PT MITJ Business Matching Forum yang dihelat oleh pihak KBRI Tokyo bersama PT MITJ.

Pertemuan tersebut mempertemukan pihak PT MITJ berikut mitra strategis mereka, yakni PT Duta Sarana Perkasa, bersama lebih dari sepuluh korporasi asal Jepang guna menjajaki peluang kolaborasi pada proyek pembangunan MRT Jakarta Fase 3 koridor timur-barat.

Seluruh perusahaan tersebut bergerak di sektor industri beton pracetak, penataan kawasan berorientasi transit (transit-oriented development/TOD), serta bidang teknologi perkeretaapian.

Di samping penandatanganan naskah HoA, agenda pertemuan itu turut diisi pemaparan materi proyek MRT Jakarta Fase 3 serta sesi bisnis langsung antara rombongan wakil Indonesia dan sejumlah entitas bisnis Jepang.

Pihak KBRI Tokyo mengonfirmasi bahwa seluruh kegiatan tersebut adalah bentuk ikhtiar dalam merangsang penanaman modal serta transfer teknologi Jepang ke Indonesia, sekaligus memperkokoh hubungan bilateral kedua negara dalam lingkup infrastruktur transportasi yang berkelanjutan.

Terkini