Hadirkan Satelit Lampung-1, Gubernur Incar Pembangunan Berbasis Data

Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:08:33 WIB
Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal [FOTO: NET].

JAKARTA - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengungkapkan bahwa esensi utama dari terjalinnya kerja sama proyek satelit antara pihak Indonesia dan negara China tidak berfokus semata-mata pada keberhasilan proses peluncuran roket satelit itu sendiri, melainkan pada bagaimana pemanfaatan teknologi canggih tersebut dapat dioptimalkan guna menunjang akselerasi pembangunan berbasis data serta mendatangkan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat luas.

Pernyataan tersebut disampaikan secara langsung oleh Mirza menyusul suksesnya peluncuran wahana satelit bertajuk Lampung-1 yang dilepas dari kawasan perairan lepas pantai Kota Haiyang, Provinsi Shandong, wilayah China timur, pada hari Rabu (5/82026).

Perlu diketahui bahwa Lampung-1 merupakan jenis satelit hiperspektral perdana yang dimanfaatkan secara khusus oleh Pemerintah Provinsi Lampung, di mana pengembangannya direalisasikan melalui skema kerja sama strategis antara konsorsium STAR.VISION, Universitas Wuhan, Pemerintah Provinsi Lampung, serta sejumlah institusi terkait dari kedua negara.

"Yang terpenting dari kerja sama ini bukan peluncuran roketnya, tetapi bagaimana data satelit ini dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan pembangunan di Provinsi Lampung. Dengan data yang lebih akurat dan berkualitas, berbagai kebijakan dapat disusun secara lebih presisi," kata Mirza kepada Xinhua.

Menurut pandangannya, kehadiran satelit Lampung-1 ini menyimpan makna yang sangat krusial baik secara historis maupun strategis bagi daerah Lampung, sebab hal tersebut menandai langkah permulaan bagi pemprov setempat untuk semakin masif memanfaatkan ilmu pengetahuan serta teknologi modern dalam memacu roda transformasi ekonomi dan pembangunan wilayah.

Sebagai sebuah wilayah provinsi yang struktur perekonomiannya sebagian besar bertumpu pada sektor pertanian, Lampung tentu diproyeksikan bakal menangguk manfaat secara langsung dari penerapan teknologi hiperspektral yang dibenamkan pada satelit tersebut.

Mirza menjelaskan bahwa teknologi mutakhir ini mampu menyajikan sajian data yang jauh lebih presisi guna membantu memproyeksikan tingkat hasil produksi sektor pertanian, sehingga langkah ini diyakini mampu mendukung proses perumusan kebijakan yang tepat sasaran sekaligus mendongkrak tingkat produktivitas para petani serta memperkuat kapasitas para pelaku usaha lokal.

"Teknologi ini diharapkan tidak hanya memperkuat perekonomian daerah, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi petani dan pelaku usaha lokal," ujarnya.

Di samping sektor pertanian, kapabilitas pencitraan hiperspektral yang dimiliki oleh satelit Lampung-1 ini turut dapat dimanfaatkan secara luas guna mendukung optimalisasi pengelolaan sumber daya sektor kelautan, pemantauan kualitas lingkungan hidup, penataan ruang wilayah, hingga pelaksanaan mitigasi bencana alam, di mana seluruh aspek tersebut memiliki keterkaitan yang sangat erat dengan dinamika pembangunan serta hajat hidup masyarakat Lampung.

Lebih lanjut, Mirza juga menilai bahwa terbukanya kerja sama strategis bersama pemerintah China di sektor keantariksaan ini mampu membuka peluang-peluang baru bagi daerah Lampung untuk mendayagunakan pemanfaatan teknologi tingkat tinggi dalam rangka menunjang pembangunan daerah. 

Dirinya menaruh harapan besar agar proyek peluncuran satelit Lampung-1 ini dapat menjadi gerbang pembuka bagi semakin banyaknya jalinan kerja sama konkret antara pihak Lampung dengan pelbagai mitra strategis di China pada tahun-tahun mendatang.

Ia sempat mengenang kembali momen kunjungan kerjanya ke Kota Haiyang pada bulan Mei 2025 silam, sewaktu dirinya meninjau secara langsung fasilitas perakitan, integrasi, dan pengujian (Assembly, Integration and Testing/AIT) milik perusahaan STAR.VISION serta kawasan pelabuhan antariksa Oriental Maritime Space Port.

Menurut pengakuannya, lawatan peninjauan tersebut berhasil memberikan pemahaman mendalam bagi dirinya mengenai tingkat kerumitan, ilmu pengetahuan, serta rekayasa teknik tingkat tinggi yang berada di balik proses penciptaan sebuah unit satelit.

"Kami sangat terkesan dengan kompleksitas, ilmu pengetahuan, dan rekayasa di balik satelit. Ini merupakan proses yang sangat rumit dan perjalanan yang cukup panjang. Kami sangat senang satelit ini akhirnya berhasil diluncurkan dan mulai memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.

Dalam lawatan kerja yang sama di masa lalu, jajaran Pemerintah Provinsi Lampung dan Pemerintah Provinsi Shandong juga sempat merajut penguatan hubungan bilateral daerah melalui kerangka kerja sama provinsi kembar (sister province). 

Berdasarkan pandangan Mirza, ikatan kemitraan tersebut terbukti sukses membentangkan ruang kolaborasi yang jauh lebih luas, tidak hanya terbatas pada ranah teknologi ruang angkasa semata, melainkan merambah ke sektor agribisnis, kegiatan perdagangan ekspor dan impor, sektor energi, komoditas kelautan serta perikanan, hingga upaya pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM).

Aspek pengembangan kualitas SDM sendiri bertindak sebagai salah satu pilar krusial dari keseluruhan rangkaian kerja sama penguasaan teknologi tersebut, lanjut Mirza. Saat ini, jajaran Pemerintah Provinsi Lampung tengah menggodok dan mempersiapkan program khusus guna memberangkatkan sekitar 100 orang pemuda-pemudi asal Lampung menuju ke negeri China demi mengikuti serangkaian program pelatihan intensif di bidang teknologi penginderaan jauh (remote sensing) serta sistem infrastruktur komunikasi satelit.

Ia menerangkan bahwa sejumlah peserta utusan dari Lampung sebelumnya telah lebih dulu mengikuti program pelatihan serta perkuliahan singkat di China, sementara pihak pemprov sendiri telah membangun komunikasi aktif dengan sejumlah perguruan tinggi setempat berkaitan dengan kelanjutan program peningkatan kapasitas sumber daya manusia tersebut.

"Kami berharap pada masa depan Lampung mampu mengoperasikan satelit, mengolah data, dan melakukan analisis spasial secara mandiri dengan dukungan sumber daya manusia yang terus kami kembangkan," ujarnya.

Mirza menegaskan bahwa pada hakikatnya kecanggihan suatu teknologi tetap akan membutuhkan kehadiran sumber daya manusia yang mumpuni agar mampu menguasai serta mendayagunakannya secara optimal. Oleh sebab itu, akselerasi peningkatan kapasitas generasi muda daerah dipandang menjadi prasyarat mutlak agar lompatan kemajuan teknologi dapat bertransformasi secara nyata menjadi kemajuan ekonomi dan peningkatan taraf kesejahteraan masyarakat.

Dirinya memanjatkan asa agar proyek perintis satelit Lampung-1 ini mampu merintis jalan bagi terciptanya kerja sama yang semakin masif antara pihak Lampung dan China di masa depan, sekaligus memperkokoh jalinan kolaborasi kedua belah pihak secara berkesinambungan, khususnya pada sektor penguasaan teknologi dan pembangunan sumber daya manusia.

Terkini