60 Persen Penyakit Terkait Polusi Udara

Selasa, 04 Agustus 2026 | 06:18:32 WIB
Kurang lebih 60 persen dari total keseluruhan penyakit berhubungan erat dengan paparan polusi udara. (Foto: NET)

JAKARTA - Guru besar sekaligus pengajar pada Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Prof. Dr. R. Budi Haryanto, S.K.M., M.Kes., M.Sc mengutarakan bahwa kurang lebih 60 persen dari total keseluruhan penyakit berhubungan erat dengan paparan polusi udara.

"Penyakit terkait polusi udara dari seluruh penyakit itu sekitar 60 persen," katanya di Jakarta, Selasa, dalam acara International Council on Clean Transportation (ICCT).

"Yang kaitannya dengan sanitasi, kualitas air minum, terus kemudian katakanlah semuanya yang masuk ke saluran cerna ya, diare dan sebagainya, itu cuma 15 persen," ia menambahkan.

Prof. Budi memaparkan bahwa berbagai penyakit yang berhubungan dengan polusi udara mayoritas muncul akibat paparan polusi udara dalam kurun waktu yang panjang.

Dirinya menerangkan, zat pencemar udara seperti sulfur oksida (SOx) bersama nitrogen oksida (NOx) yang merangsek masuk ke dalam tubuh lewat saluran pernapasan berikutnya mampu memberikan pengaruh buruk terhadap kulit, paru-paru, darah, tulang, sistem reproduksi, organ pencernaan, sistem saraf, hingga ke bagian otak.

"Polusi udara dengan berbagai polutan yang ada di sana macam-macam. Kembali lagi bahwa polutan-polutan tersebut tergantung kami ada di mana," katanya.

"Itu semuanya kami masukin dalam tubuh lewat kami bernapas, yang tanpa bisa memilih, tanpa berhenti," ia menambahkan.

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada tahun 2023 memaparkan bahwa tagihan biaya pengobatan gangguan pernapasan yang berhubungan dengan polusi udara jumlahnya menyentuh angka triliunan rupiah.

Sebagai ilustrasi, BPJS Kesehatan mencatat akumulasi pembiayaan sebesar Rp431 miliar guna menanggung 1,1 juta kasus rawat jalan gangguan pernapasan serta pembiayaan senilai Rp13,3 triliun untuk 1,7 juta kasus rawat inap dalam penanganan gangguan pernafasan.

Seluruh data tersebut memperlihatkan krusialnya langkah pencegahan serta penanganan polusi udara dalam rangka menekan angka penderita penyakit serta mendongkrak derajat kesehatan masyarakat.

Terkini