JAKARTA — Berpulangnya legenda AC Milan, Franco Baresi, meninggalkan duka mendalam bagi dunia sepak bola, terutama bagi mantan rekan setim sekaligus ikon Rossoneri, Paolo Maldini.
Maldini lantas mengenang Baresi sebagai figur yang membimbing perjalanan kariernya dari masa kecil hingga tumbuh menjadi salah satu bek terbaik dunia.
Berdasarkan laporan Football Italia, penghormatan tersebut disampaikan Maldini lewat unggahan Instagram pribadinya menyusul kabar wafatnya Baresi pada usia 66 tahun. Keduanya sempat berbagi lini belakang di AC Milan serta tim nasional Italia dalam kurun waktu yang cukup lama.
"Hi Franco. Hari ini saya merasakan hal yang sama seperti ketika, karena suatu alasan, Anda tidak bisa bermain bersama kami. Bagaimana kami akan melanjutkan tanpa Anda, Kapten?" tulis Maldini melalui akun Instagram @paolomardini pada Jumat, 31 Juli 2026.
Menurut Maldini, Baresi tidak sekadar mewariskan prestasi sebagai pesepak bola tangguh, melainkan pula menjadi teladan nyata terkait esensi perjuangan, loyalitas terhadap klub, serta jiwa kepemimpinan.
"Anda mengajari saya untuk berjuang hingga napas terakhir, memahami arti memiliki ikatan sejati dengan seragam yang dikenakan, dan nilai menjadi seorang pemimpin sejati. Anda mengajarkan semua itu melalui teladan setiap hari. Sedikit kata, tetapi begitu banyak tindakan," ungkapnya.
Maldini turut mengenang andil besar Baresi di sepanjang fase hidup dan kariernya bersama AC Milan.
"Anda melindungi saya saat masih anak-anak, membimbing saya ketika menjadi pemuda, dan menginspirasi saya saat dewasa. Anda adalah pesepak bola terbaik yang pernah mendapat kehormatan bermain bersama saya," jelas Maldini.
Di samping itu, Maldini menyampaikan rasa duka citanya kepada keluarga Baresi, khususnya sang istri, Maura, beserta kedua buah hati mereka, yakni Edoardo dan Giannandrea.
"Kami akan merindukanmu, Kapten. Namun cahaya bintangmu akan terus membimbing kami selamanya," pungkas Maldini.
Perjalanan Karier Profesional Franco Baresi
Baresi tergolong figur istimewa lantaran mendedikasikan seluruh perjalanan karier profesionalnya untuk satu klub saja.
Ia berhasil menembus skuad utama AC Milan ketika usianya baru menginjak 17 tahun pada bulan April 1978 dan tetap memilih bertahan sewaktu klub tersebut terdegradasi ke Serie B pada tahun 1982.
Pada tahun yang sama, Baresi turut mengantar timnas Italia meraih gelar juara Piala Dunia 1982, sebelum akhirnya dipercaya mengemban ban kapten AC Milan di usia yang masih sangat muda, yakni 22 tahun.
Selama memperkuat Rossoneri selama 20 musim, Baresi membukukan 719 penampilan pada berbagai ajang kompetisi.
Ia sukses mempersembahkan enam titel Serie A serta tiga trofi Liga Champions atau Piala Champions Eropa, sekaligus mengantar Milan bertransformasi menjadi kekuatan paling dominan di dunia sepanjang penghujung dasawarsa 1980-an sampai awal 1990-an.
Bersama tim nasional Italia, Baresi mengemas 81 penampilan serta menyumbangkan satu gol. Selain menggenggam trofi Piala Dunia 1982, ia juga mengantar Gli Azzurri melaju hingga babak final Piala Dunia 1994.
Kendati demikian, Italia terpaksa puas finis sebagai runner-up usai takluk dalam drama adu penalti kontra Brasil, di mana Baresi menjadi salah satu algojo yang gagal menjalankan tugasnya.
Kualitas luar biasa Baresi turut memperoleh apresiasi level individu. Dalam ajang Ballon d'Or 1989, ia menduduki peringkat kedua tepat di bawah rekan setimnya sendiri, yaitu Marco van Basten.
Seiring keputusan gantung sepatu pada tahun 1997, AC Milan memutuskan untuk memensiunkan nomor punggung 6 milik Baresi.
Langkah tersebut tercatat sebagai yang pertama kalinya diambil oleh klub sepak bola Italia sebagai bentuk penghormatan tertinggi bagi seorang pemain. Milan pun mengadakan laga tribut dengan menghadirkan sederet bintang yang sempat menjadi rekan setim maupun lawan tandingnya.
Berdasarkan catatan Football Italia, Baresi resmi didapuk sebagai presiden kehormatan AC Milan pada tahun 2020. Melalui keterangan resminya, pihak AC Milan menyerukan kepada seluruh keluarga besar klub agar senantiasa merawat warisan berharga yang ditinggalkan sang legenda.
“Setiap orang di klub dan seluruh Milanisti harus mengenang Franco Baresi. Kami harus kuat dan mengumpulkan setiap tetes energi, bahkan di saat-saat paling menyedihkan ini," demikian bunyi pernyataan resmi AC Milan terkait wafatnya Baresi, sebagaimana dikutip dari ESPN.