Seleksi Murid Baru SNT Dimulai 21 Juli 2026, Cek Jadwalnya

Senin, 20 Juli 2026 | 18:43:32 WIB
SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi Dibuka Mulai 21 Juli 2026 [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyatakan bahwa Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) akan resmi dibuka pada tanggal 21 Juli 2026. Mu'ti memastikan bahwa seluruh tahapan proses seleksi akan dilakukan secara objektif, transparan, inklusif, berkeadilan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

"SPMB (Seleksi Penerimaan Murid Baru) akan dimulai tanggal 21 Juli sampai 24 Juli 2026," kata Abdul Mu'ti dalam agenda Taklimat Media Penyelenggaraan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) di Kantor Kemendikdasmen, Jakarta Pusat, Senin (20/7/2026).

Hasil seleksi akan diumumkan pada 3 Agustus 2026, dilanjutkan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dijadwalkan mulai pada 10 Agustus 2026.

"Murid SNT akan diberikan sarana dan prasarana yang sangat memadai untuk menunjang tumbuh kembang mereka sesuai dengan bakat, minat, dan potensi secara optimal," ucap Mu'ti.

Mu'ti menegaskan bahwa informasi resmi mengenai SPMB hanya tersedia melalui kanal resmi Kemendikdasmen, pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, dan portal resmi SNT. Ia juga memperingatkan agar masyarakat tidak tergiur dengan janji kelulusan dari pihak luar.

"Tidak ada pihak yang dapat menjanjikan kelulusan atau mengambil keuntungan dari proses penerimaan murid di luar protokol resmi," tegas dia.

Berbeda dengan Sekolah Rakyat (SR) milik Kemensos yang ditujukan bagi anak keluarga miskin ekstrem dan berasrama, SNT terbuka bagi seluruh kalangan dan tidak menyediakan asrama. Seleksi penerimaan murid SNT akan didasarkan pada prestasi akademik serta non-akademik. 

SNT mencakup jenjang pendidikan SMP dan SMA, serta memprioritaskan calon murid dari lokasi tempat sekolah tersebut berdiri.

"Seleksi penerimaan murid SNT berdasarkan prestasi akademik dan non-akademik," ucapnya.

"Misal SNT di Kabupaten Kupang akan menerima calon murid dari Kabupaten Kupang. Begitu juga jika SNT di Kabupaten Tidore atau Kota Subulussalam akan menerima calon murid dari Kota Subulussalam," jelasnya.

Mu'ti menekankan bahwa SNT bukanlah pengganti program pendidikan yang sudah ada, melainkan berjalan beriringan dengan kebijakan lainnya, seperti revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, serta peningkatan kompetensi guru.

"SNT berjalan beriringan dengan revitalisasi satuan pendidikan, digitalisasi pembelajaran, peningkatan kompetensi dan kesejahteraan guru, Sekolah Rakyat, SMA Unggul Garuda, serta berbagai kebijakan pendidikan yang lainnya," ucapnya.

Program SNT ini merupakan mandat pemerintah dalam mempercepat pemerataan mutu pendidikan di seluruh penjuru Indonesia.

Terkini