JAKARTA - Sektor ekonomi kreatif di Kabupaten Bone kini bukan sekadar menjadi lahan bisnis, melainkan panggung bagi para perempuan untuk membuktikan kemandirian finansial mereka. Salah satu potret nyata dari determinasi ini hadir melalui perjalanan Firda Yuni, seorang pelaku UMKM yang berhasil mengubah rutinitas harian menjadi sebuah gerakan kemandirian. Peran perempuan dalam sektor ekonomi kreatif kembali tergambar melalui perjalanan Firda Yuni. Sosok wanita Bugis yang membangun Dapur Ce-Bu sebagai ruang aktualisasi kerja keras dan kemandirian finansial.
Dapur Ce-Bu bukan hanya sekadar jenama makanan, melainkan representasi dari harga diri dan etos kerja lokal. Firda menjelaskan, penamaan Ce-Bu merupakan singkatan dari “Cewek Bugis”, identitas yang ingin ia tonjolkan sebagai simbol ketekunan dan keberanian perempuan mengelola usaha sendiri. Nama ini dipilih bukan tanpa alasan; ia ingin menyisipkan nilai-nilai luhur perempuan Bugis yang dikenal ulet, berani, dan tak mudah menyerah dalam setiap produk yang ia hasilkan.
Dedikasi Tanpa Batas: Rutinitas Dini Hari Hingga Larut Malam
Keberhasilan sebuah usaha kecil sering kali dibangun di atas pengorbanan waktu yang tidak sedikit. Firda Yuni membuktikan bahwa kemandirian finansial membutuhkan disiplin yang sangat ketat. Proses produksi dilakukan sejak dini hari, dimulai dari pasar hingga pengolahan bahan, sebelum dipasarkan pada malam hari. Pola kerja yang melelahkan ini merupakan fase krusial untuk memastikan setiap bahan yang digunakan memiliki kualitas kesegaran yang terjaga bagi para konsumennya.
Menariknya, di tengah tren ekspansi bisnis yang instan, Firda memilih untuk bergerak secara organik. Pola kerja ini dijalani tanpa karyawan tetap, mengandalkan dukungan keluarga terdekat. Keterlibatan keluarga menjadi pilar emosional yang kuat bagi Firda dalam menjalankan operasional harian. “Capek pasti, tapi saya jalani karena ini pilihan hidup,” ujarnya ketika menggambarkan rutinitas harian sebagai pelaku UMKM di RRI Bone pada Kamis, 5 februari 2026. Baginya, kelelahan fisik adalah bagian dari komitmen terhadap jalan hidup yang telah ia pilih sebagai wirausahawan mandiri.
Tanggung Jawab Keluarga Sebagai Bahan Bakar Motivasi Utama
Dibalik aroma masakan dari Dapur Ce-Bu, terdapat dorongan kasih sayang yang menjadi alasan Firda untuk tidak pernah berhenti. Firda mengaku motivasi utamanya adalah tanggung jawab terhadap anak dan orang tua, yang menjadi alasan kuat untuk tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi. Kebutuhan untuk memberikan kehidupan yang layak bagi orang-orang tercinta menjadi motor penggerak saat rasa lelah mulai menghampiri.
Namun, ia menyadari bahwa produk yang baik saja tidak cukup di pasar yang kompetitif saat ini. Firda juga memperhatikan aspek pemasaran melalui representasi diri yang profesional. "Selain keuletan, pendekatan visual juga menjadi bagian dari daya tarik. Penampilan rapi dan percaya diri disebut membantu menciptakan kesan positif di mata konsumen," ucap Firda. Dengan menjaga penampilan dan cara berkomunikasi, ia membangun kepercayaan pelanggan bahwa produk yang dihasilkan dari dapur miliknya dikelola dengan standar kebersihan dan profesionalisme yang tinggi.
Kekuatan Mental: Fondasi Utama Menghadapi Badai Usaha
Dalam perjalanannya, Firda menemukan bahwa tantangan terbesar seorang pengusaha bukanlah modal dalam bentuk uang, melainkan stabilitas emosi dan mental. Firda menilai, kekuatan mental jauh lebih penting dibandingkan modal besar. Hal ini sangat relevan mengingat fluktuasi pasar dan penilaian publik yang tidak selalu mendukung. Keyakinan pada usaha dinilai sebagai fondasi menghadapi komentar negatif maupun masa sepi pembeli.
Seorang perempuan pelaku UMKM sering kali harus berhadapan dengan skeptisisme lingkungan sekitar. Namun, bagi Firda, keyakinan diri adalah "modal" yang paling stabil. Saat pembeli berkurang atau ada kritik yang masuk, mentalitas cewek Bugis yang tangguh membuatnya mampu berdiri tegak dan terus melakukan evaluasi tanpa kehilangan arah. Ia memahami bahwa kesuksesan bukan hanya soal berapa banyak barang yang terjual, tetapi soal seberapa kuat seorang pengusaha mampu bangkit kembali setiap harinya.
Visi Masa Depan: Membuka Lapangan Kerja dan Menjaga Kualitas
Meskipun saat ini ia masih mengelola usahanya dalam skala terbatas dengan bantuan keluarga, Firda memiliki visi yang jauh ke depan. Ia bermimpi agar Dapur Ce-Bu bisa tumbuh menjadi institusi ekonomi yang memberikan dampak sosial bagi lingkungan sekitarnya. Ia berharap ke depan dapat membuka lapangan kerja baru serta memperluas skala produksi tanpa meninggalkan nilai kualitas dan kejujuran.
Firda percaya bahwa integritas adalah kunci keberlanjutan. Kejujuran dalam bahan baku dan kejujuran dalam berbisnis menjadi nilai yang tidak bisa ditawar. Kisah Dapur Ce-Bu memperlihatkan bahwa UMKM bukan sekadar aktivitas ekonomi, melainkan cermin ketangguhan perempuan dalam menopang kehidupan keluarga. Melalui tangan dingin Firda Yuni, Dapur Ce-Bu telah bertransformasi dari sekadar unit usaha kecil menjadi narasi inspiratif tentang bagaimana seorang perempuan mampu merajut masa depan finansialnya sendiri, sekaligus menjadi inspirasi bagi perempuan lainnya di Bone untuk berani melangkah di jalur kemandirian.