Sinergi Global Pertamina: Satu Juta Barel Minyak Aljazair Perkuat Kilang Cilacap

Senin, 02 Februari 2026 | 09:12:53 WIB
Sinergi Global Pertamina: Satu Juta Barel Minyak Aljazair Perkuat Kilang Cilacap

JAKARTA - Indonesia kembali mencatatkan tonggak sejarah dalam peta jalan kedaulatan energi nasional. Pada Sabtu, 31 Januari 2026, kapal tanker MT Spyros yang membawa muatan masif berupa 1 juta barel minyak mentah asal Aljazair, Afrika Utara, resmi terkoneksi dengan unit bongkar muat di perairan selatan Jawa. Keberhasilan pengapalan ini bukan sekadar aktivitas logistik rutin, melainkan manifestasi nyata dari strategi "bawa pulang minyak sendiri" yang dicanangkan oleh PT Pertamina (Persero).

Minyak mentah yang tiba di kilang Cilacap ini merupakan hasil produksi dari Wilayah Kerja (WK) migas yang dikelola secara langsung oleh Pertamina Internasional Eksplorasi & Produksi (PIEP). Sebagai bagian dari Subholding Upstream Pertamina, PIEP telah membuktikan kapasitasnya dalam menaklukkan tantangan teknis serta kompleksitas logistik di wilayah operasi Afrika Utara demi menjamin pasokan energi bagi ibu pertiwi.

Perjalanan Samudra dan Kesiapan Infrastruktur Kilang

Muatan emas hitam ini menempuh perjalanan panjang melintasi samudra selama lebih dari satu bulan, terhitung sejak keberangkatannya pada 24 Desember 2025. Setibanya di perairan Cilacap, MT Spyros langsung melakukan proses unloading melalui mekanisme yang sangat presisi. Kapal tersebut terhubung dengan Single Point Mooring (SPM) dan terintegrasi langsung dengan Control Room Refinery Unit (RU) IV Cilacap untuk memastikan keamanan dan kelancaran distribusi.

Proses penerimaan kargo perdana ini dipantau secara langsung melalui koneksi tiga lokasi strategis, yaitu Grha Pertamina di Jakarta, ruang kendali RU IV di Cilacap, hingga lokasi operasional di Aljazair. Integrasi sistem ini menunjukkan kematangan infrastruktur teknologi Pertamina dalam mengelola rantai pasok energi yang melintasi benua secara profesional dan transparan.

Visi Asta Cita dan Masa Depan Blok 405A Aljazair

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, menyatakan bahwa tibanya minyak mentah ini menandai babak baru bagi eksistensi Pertamina di kancah internasional. Keberhasilan ini tidak lepas dari perpanjangan Kontrak Bagi Hasil Produksi di Blok 405A Aljazair yang telah diamankan untuk durasi 25 tahun ke depan. Hal ini memberikan kepastian pasokan jangka panjang bagi kebutuhan kilang dalam negeri.

Dalam sambutannya di Grha Pertamina, Simon menegaskan bahwa pencapaian ini merupakan bentuk dedikasi terhadap visi besar pemerintah. “Bersandarnya kapal yang telah mengarungi samudera sebulan lebih ini menjadi harapan untuk visi ketahanan energi nasional. Ini merupakan bukti nyata Pertamina dalam mewujudkan amanah Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” tuturnya.

Sinergi Antar-Entitas: Kunci Kemandirian Bangsa

Kekuatan utama di balik tibanya satu juta barel minyak ini adalah kolaborasi solid di internal grup Pertamina. Sinergi ini melibatkan PIEP sebagai produsen di hulu, Pertamina International Shipping (PIS) yang bertanggung jawab atas pengapalan lintas samudra, serta PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) yang berperan sebagai pengolah komoditas tersebut menjadi produk bernilai tinggi.

Simon Aloysius menekankan bahwa kolaborasi lintas lini bisnis ini merupakan strategi jitu untuk memperkuat posisi tawar Indonesia di pasar energi global. “Sinergi ini telah mampu memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok energi global, membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di kaki sendiri,” tambah Simon dengan optimisme tinggi.

Apresiasi bagi Perwira Pertamina dan Standar HSSE

Di sisi lain, jajaran Dewan Komisaris turut memberikan apresiasi mendalam atas keberhasilan operasi ini. Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, menyebutkan bahwa operasional di Aljazair hingga sampai ke Indonesia merupakan hasil kerja keras para "Perwira" Pertamina yang bekerja tanpa lelah di garis depan.

Iriawan menegaskan komitmen pengawasan dari jajaran komisaris untuk memastikan minyak mentah ini diproses secara optimal. “Seluruh jajaran komisaris akan terus memberikan dukungan untuk mengawal proses di Pertamina hingga minyak mentah ini mampu menjadi produk-produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” ungkapnya.

Selain mengapresiasi dedikasi para pekerja, Iriawan juga mengingatkan pentingnya aspek keselamatan dalam setiap tahapan kerja. Ia mengimbau seluruh jajaran untuk tetap memegang teguh budaya kerja produktif dengan kepatuhan tinggi terhadap standar Health, Safety, Security, and Environment (HSSE). “Saya ucapkan selamat dan apresiasi kepada Perwira yang sudah bekerja dengan penuh dedikasi dan mengimbau agar terus melanjutkan kerja dengan produktif dan memerhatikan rambu-rambu HSSE sebagai bagian dari prinsip dan budaya kerja Pertamina,” tutupnya.

Menuju Ketahanan Energi yang Tak Tergoyahkan

Keberhasilan pengiriman satu juta barel minyak mentah dari Aljazair ini mengirimkan pesan kuat kepada publik bahwa ketahanan energi Indonesia semakin kokoh. Dengan menguasai lapangan migas di luar negeri dan membawanya pulang untuk diolah di kilang sendiri, Pertamina telah memperpendek ketergantungan pada pasar spot global yang fluktuatif.

Langkah strategis ini bukan hanya tentang pemenuhan kuota energi, melainkan tentang kedaulatan. Seiring dengan beroperasinya blok-blok migas internasional lainnya di bawah bendera Pertamina, Indonesia semakin dekat dengan cita-cita swasembada energi yang dicetuskan dalam visi pembangunan nasional. Setiap barel minyak yang masuk ke Kilang Cilacap kini membawa semangat baru bagi kemandirian ekonomi Indonesia di masa depan.

Terkini