Kenali Batas Usia Normal Tumbuh Gigi Pertama pada Bayi dan Balita

Kenali Batas Usia Normal Tumbuh Gigi Pertama pada Bayi dan Balita
Ilustrasi bayi tumbuh gigi [FOTO: NET].

JAKARTA - Momen tumbuhnya gigi sulung pertama kali sering kali menjadi salah satu tonggak tumbuh kembang bayi yang paling dinanti-nantikan oleh para orang tua. Ketika bayi menginjak kisaran usia sekitar enam bulan, ayah dan bunda umumnya mulai mengamati area gusi sang buah hati guna memantau apakah tanda-tanda kemunculan gigi pertamanya sudah mulai tampak.

Kendati demikian, linimasa proses perkembangan biologis setiap bayi tidak pernah berlangsung secara seragam pada waktu yang persis sama. Ada sebagian bayi yang sudah dianugerahi tumbuhnya gigi bahkan saat usianya belum genap menginjak enam bulan, sementara di sisi lain terdapat pula anak-anak yang belum menunjukkan indikasi pertumbuhan gigi sama sekali meskipun usia mereka telah mendekati batasan satu tahun penuh.

Situasi semacam ini tak jarang memicu timbulnya kecemasan di kalangan orang tua, sehingga mengundang tanya perihal apakah kondisi keterlambatan tumbuh gigi hingga anak berusia satu tahun tersebut merupakan sebuah tanda bahaya yang patut dikhawatirkan.

Dokter spesialis gigi anak dari Mayapada Hospital, drg. Herawati Kusuma, Sp.KGA, memaparkan bahwa fase kemunculan gigi sulung pertama pada anak sejatinya memiliki rentang usia normal yang tergolong sangat luas.

Gigi Pertama Tidak Selalu Muncul di Usia 6 Bulan

Hera menjelaskan secara umum bahwa gigi susu pada bayi lazimnya mulai tumbuh ketika mereka menginjak kisaran usia sekitar enam bulan. Meskipun demikian, patokan angka usia tersebut bukanlah batasan mati, sebab kemunculan gigi perdana setiap anak dapat bervariasi.

"Biasanya gigi susu itu pertama muncul usia 6 bulan, 6-7 bulan, tapi balik lagi itu ada range-nya," papar Herawati pada talkshow peluncuran Mayapada Dental Care (MDC) di Mayapada Hospital Jakarta Timur, Jumat (4/9/2026).

Menurut penuturannya, terdapat bayi yang mengalami pertumbuhan gigi lebih cepat dari rata-rata, tetapi dijumpai pula anak yang baru memperlihatkan gigi pertamanya saat usia mereka genap menginjak satu tahun.

"Kadang ada yang lebih cepat, 5 bulan sudah tumbuh, ada juga yang 12 bulan, 1 tahun baru tumbuh," kata Hera.

Rentang waktu variasi pertumbuhan gigi tersebut bahkan masih ditoleransi hingga anak mencapai usia 18 bulan. Oleh sebab itu, para orang tua diimbau agar tidak langsung merasa panik berlebihan apabila mendapati bayi mereka belum memiliki gigi ketika usianya baru menginjak satu tahun.

"Ini kami lihat dulu, kadang-kadang enggak langsung, enggak cuma dua. Kadang 18 bulan baru berentetan, empat langsung, delapan itu juga ada," jelas Hera.

Pola kemunculan gigi pada anak pun tidak selalu terjadi secara tunggal atau satu per satu secara berurutan. Dalam beberapa kasus, sejumlah gigi dapat tumbuh secara bersamaan dalam rentang waktu yang sangat berdekatan.

Kapan Bayi Perlu Dibawa ke Dokter Gigi?

Sekalipun memiliki rentang toleransi waktu tumbuh yang cukup panjang, Hera menegaskan bahwa terdapat batasan limit usia krusial di mana para orang tua sudah harus mulai membawa anak untuk memeriksakan kondisi rongga mulutnya ke tenaga profesional. Apabila hingga anak menginjak usia genap dua tahun ternyata belum ada satu pun gigi yang muncul menembus gusi, tindakan pemeriksaan medis ke dokter gigi menjadi keharusan guna mendiagnosis faktor penyebab di baliknya.

"Kalau sudah sampai 2 tahun misal belum muncul, ya sebaiknya dibawa periksa ke dokter gigi," pesan Hera.

Menurut pandangannya, langkah pemeriksaan medis tersebut memegang urgensi tinggi karena dalam situasi klinis tertentu memang dapat dijumpai kondisi anomali medis berupa ketiadaan benih gigi sejak lahir (anadontia). Kendati demikian, ia menegaskan bahwa anomali semacam itu tergolong sebagai kasus yang amat jarang terjadi.

"Karena kadang ada keadaan tertentu yang tidak ada gigi. Tapi itu jarang banget," tuturnya.

Tetap Tenang Sebelum Usia 18 Bulan

Sementara itu, bagi para orang tua yang mendapati bayi mereka masih berada di bawah rentang usia 18 bulan dan belum menunjukkan tanda-tanda tumbuhnya gigi, dianjurkan untuk tetap tenang serta konsisten memantau proses tumbuh kembang sang anak tanpa perlu dihinggapi kepanikan.

"Tenang-tenang aja kalau masih di bawah 18 bulan, sebulan belum muncul, tenang-tenang aja, tetap distimulasi makanannya aja gitu," ucap Hera.

Dengan demikian, bayi yang belum menumbuhkan giginya hingga menginjak usia satu tahun belum tentu mengindikasikan adanya suatu permasalahan medis yang serius.

Ayah dan bunda dapat terus mengawasi progres pertumbuhan gigi anak sekaligus memberikan stimulus stimulasi sensorik melalui variasi tekstur makanan pendamping yang disesuaikan dengan tahapan usia perkembangan anak. Namun, apabila kondisi keterlambatan tersebut terus berlanjut hingga anak berusia genap dua tahun tanpa ada tanda pertumbuhan gigi, barulah situasi ini memerlukan evaluasi klinis mendalam dari dokter gigi spesialis anak.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index