Transformasi TLKM: Pendapatan Luar Telkomsel dari InfraNexia Bidan 30%

Transformasi TLKM: Pendapatan Luar Telkomsel dari InfraNexia Bidan 30%
PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) [FOTO: NET].

JAKARTA — Perusahaan telekomunikasi milik negara, PT Telkom Indonesia Tbk. (TLKM) menargetkan pertumbuhan porsi pendapatan dari pelanggan eksternal operating company PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) seiring aksi transformasi yang tengah dijalankan perseroan.

Direktur Wholesale & International Service Telkom Budi Satria Dharma Purba menjelaskan bahwa pelaksanaan spin-off InfraCo tahap 2 ditargetkan dapat tuntas pada rentang September—Oktober 2026. Pada pelaksanaan tahap awal, separuh dari lini bisnis beserta aset telah resmi dipindahtangankan ke InfraNexia sejak 2025.

”Dari sisi komersial, saat ini kontribusi pelanggan eksternal berada dalam kisaran 10—15% dari pendapatan InfraNexia. Ke depan, kami menargetkan kontribusi tersebut semakin meningkat dengan harapan bisa berkontribusi sekitar 25—30%,” tegas Budi Satria dalam Public Expose Live 2026, Senin (7/9/2026).

Sebagai informasi, InfraNexia—selaku entitas anak yang mengelola jaringan infrastruktur—tidak cuma berperan sebagai penyedia layanan infrastruktur untuk ranah Telkom Group (internal), melainkan juga berwenang menjajakan layanannya ke korporasi lain di luar grup Telkom (eksternal) seperti Indosat, XLSMART, hingga penyedia jasa internet (internet service provider) lainnya. 

Perseroan mematok porsi pendapatan dari luar jaringan Telkom Group dapat merangkak naik pada tahun ini.

Budi menerangkan bahwa Telkomsel ke depannya bakal memegang peran sebagai tenant utama yang menyumbang kontribusi terbesar bagi InfraNexia. Upaya mendongkrak pendapatan eksternal akan ditempuh perseroan mengandalkan skema open access network

Skema ini dinilai krusial supaya InfraNexia mampu mengoptimalkan utilitas aset serat optik melalui sajian layanan bagi Internet Service Provider (ISP), operator jaringan, hingga jajaran pelanggan eksternal lainnya.

”TelkomGroup tetap menjadi sumber anchor demand dengan Telkomsel sebagai salah satu pelanggan utama sehingga memberikan basis pendapatan yang kuat sekaligus mendukung pengembangan bisnis eksternal,” tegasnya.

Adapun pasca seluruh tahapan pengalihan bisnis dan aset rampung tuntas, InfraNexia diproyeksikan bakal menguasai lebih dari 90% porsi aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya berada di bawah naungan Telkom. Cakupan portofolio tersebut mencakup jaringan akses pelanggan, core backbone, sampai ke berbagai fasilitas infrastruktur penunjang.

Berbekal penguasaan portofolio tersebut, InfraNexia bakal mengelola kisaran 112.000 kilometer jaringan fiber optik, termasuk 26.000 kilometer Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik yang membentang di seluruh wilayah Indonesia. Panjang rentangan jaringan ini setara dengan hampir tiga kali lipat keliling bumi. 

Penguasaan aset yang solid ini bakal memperkuat posisi InfraNexia selaku penyedia wholesale connectivity, sekaligus menyokong fokus perusahaan dalam memperkuat serta mengembangkan infrastruktur konektivitas digital nasional.

Sebelumnya, Direktur Utama Telkom Dian Siswarini mengutarakan bahwa perampungan Spin-Off InfraCo Tahap 2 menjadi momentum penting dalam perjalanan transformasi bisnis TelkomGroup sekaligus menyokong inisiatif Danantara Asset Management dalam mengonsolidasikan aset-aset BUMN.

“Spin-Off InfraCo Tahap 2 sebagai langkah strategis dalam perjalanan transformasi TLKM 30 untuk memperkuat InfraNexia sebagai mesin pertumbuhan baru, yang akan meningkatkan kapabilitas layanan infrastruktur, mengoptimalkan efisiensi bisnis, serta membuka peluang kemitraan strategis guna mendukung percepatan konektivitas digital nasional,” ujar Dian dalam keterangan tertulis awal Agustus 2026.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index