JAKARTA — Komisi IV DPR RI meminta Kementerian Pertanian (Kementan) segera menyiapkan lahan baru untuk mempercepat target swasembada bawang putih. Langkah tersebut dinilai perlu dilakukan bersamaan dengan upaya mencari dan memperbanyak bibit bawang putih unggul.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau Titiek Soeharto mengatakan pemerintah perlu menjalankan dua strategi secara paralel. Selain mengembangkan bibit berkualitas, pemerintah juga harus mulai memetakan lahan yang sesuai untuk budidaya bawang putih sehingga siap ditanami ketika bibit tersedia.
“Yang perlu juga mungkin penyiapan lahan-lahan baru karena bawang putih (tumbuh) di ketinggian tertentu. Jadi sembari mencari bibit yang bagus, dapatnya bibit, lahan-lahan itu sudah dicari-cari dulu di mana kiranya, begitu ada bibit bisa langsung tandur,” kata Titiek dalam rapat kerja Komisi IV DPR RI bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Selasa (1/9/2026).
Titiek juga mendorong pemerintah memperbanyak bibit bawang putih unggul yang berasal dari dalam negeri. Menurutnya, bibit lokal yang memiliki kualitas baik dapat dikembangkan melalui balai penelitian dan pengembangan pertanian.
“Yang dari lokal-lokal juga diperbanyak, dari BPTP-BPTP itu dikejar juga supaya mereka bisa menghasilkan bibit unggul untuk bawang putih,” ujarnya.
Dia menilai peluang pengembangan bawang putih nasional masih terbuka lebar. Titiek mengaku telah meninjau kawasan Sembalun, Nusa Tenggara Barat, yang dinilai memiliki bibit bawang putih berkualitas sehingga dapat menjadi salah satu sumber benih lokal untuk mengurangi ketergantungan impor.
Selain fokus pada lahan dan bibit, Titiek meminta Kementan memperluas program bantuan Jalan Usaha Tani. Infrastruktur tersebut dinilai penting agar petani lebih mudah mengangkut hasil panen dari lahan pertanian yang luas.
“Saya juga banyak permintaan untuk Jalan Usaha Tani. Itu supaya diperbanyak program-program bantuan Jalan Usaha Tani karena kita kan hamparan-hamparannya luas-luas, sementara yang di tengah-tengah itu kalau tidak ada jalannya ngeluarinnya repot,” kata Titiek.
Dalam rapat yang sama, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyampaikan pemerintah telah memulai berbagai langkah untuk mempercepat swasembada bawang putih. Salah satunya dengan mengirim Direktur Jenderal Hortikultura ke India, China, dan sejumlah negara lain guna mencari sumber bibit yang dapat mendukung peningkatan produksi nasional.
“Kami sudah berangkatkan Dirjen Hortikultura ke India, ke China, bahkan seluruh dunia karena memenuhi arahan Ibu Ketua untuk bibitnya,” kata Amran.
Amran menjelaskan pemerintah sebenarnya ingin mempercepat target swasembada, namun ketersediaan bibit menjadi tantangan utama sehingga prosesnya tidak dapat berlangsung secepat komoditas pangan lainnya.
Menurutnya, peningkatan produksi bawang putih secara lebih signifikan ditargetkan mulai terlihat pada 2028 melalui program pengembangan benih yang dimulai sejak sekarang.
“Kami ingin bergerak cepat ternyata bibit itu tidak mudah,” ujar Amran.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia mencapai swasembada bawang putih dalam tiga tahun sebagai bagian dari agenda memperkuat swasembada pangan nasional.
Prabowo menyebut Indonesia telah mencapai swasembada delapan komoditas pangan dalam satu tahun terakhir, namun bawang putih serta daging sapi dan kerbau masih menjadi pekerjaan rumah pemerintah.
“Dalam satu tahun terakhir Indonesia capai swasembada delapan komoditas pangan. Dengan demikian kita sadari bahwa capaian kita cukup membanggakan,” ujar Prabowo dalam Pidato Kenegaraan di Sidang Tahunan MPR RI bersama DPR RI dan DPD RI, Jumat (14/8/2026).
Meski demikian, pemerintah masih menargetkan kebutuhan bawang putih nasional dapat dipenuhi sepenuhnya melalui produksi dalam negeri dalam tiga tahun mendatang.
“Kita masih belum swasembada bawang putih, kita berjuang dalam tiga tahun kita bisa mencapai swasembada bawang putih,” katanya.