JAKARTA - Kementerian Ekonomi Kreatif berkolaborasi dengan Duta Besar Republik Filipina untuk Republik Indonesia Christopher B. Montero memperkokoh kemitraan guna memacu peluang ekonomi kreatif melalui dorongan sinergi talenta serta pelaku usaha kreatif dari kedua negara untuk memperluas jangkauan pasar di kawasan Asia Tenggara.
Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Teuku Riefky Harsya mengutarakan bahwa kerja sama Indonesia-Filipina menyimpan potensi besar untuk dikembangkan, tidak sebatas pada pertukaran talenta, melainkan juga melahirkan produk dan inisiatif baru yang bernilai ekonomi.
“Kami memiliki banyak kesamaan dan potensi untuk saling melengkapi. Saya berharap kami dapat memperkuat kolaborasi talenta Indonesia dan Filipina untuk menciptakan sesuatu yang baru dan memberikan manfaat bagi kedua negara,” ujar Riefky dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin (31/8/2026).
Menurut Riefky, Filipina ditopang oleh talenta serta industri kreatif yang telah tersohor di tingkat global. Realitas ini membuka peluang bagi Indonesia untuk membangun kolaborasi antar-subsektor sekaligus memperlebar akses para pelaku ekonomi kreatif menuju pasar regional.
Sinergi tersebut telah mulai direalisasikan lewat karya kolaborasi Batik-Barong yang memadukan busana tradisional Barong khas Filipina dengan teknik serta corak batik Indonesia. Hasil kreasi lintas negara ini menjadi perwujudan penggabungan kekayaan budaya kedua bangsa menjadi karya kreatif yang mengusung potensi pasar baru.
Di samping inovasi produk, Indonesia dan Filipina turut mengulas peluang pertukaran ajang promosi serta pop-up exhibition bagi produk-produk kreatif di kedua negara. Skema ini berpotensi memberikan jalur langsung bagi para pelaku usaha kreatif untuk memamerkan karyanya sekaligus menguji penerimaan pasar di negara mitra.
Pada tataran regional, kemitraan juga diorientasikan demi memperkokoh ekosistem ekonomi kreatif di ASEAN. Indonesia mengalirkan dukungan atas inisiatif Filipina selaku Ketua ASEAN 2026 untuk mendirikan ASEAN Center of Excellence for Creative Industries (ACE-CI) di Manila.
Pusat integrasi ini diproyeksikan menjadi wadah kolaborasi dan eksplorasi industri kreatif bagi negara-negara anggota ASEAN, sehingga pertumbuhan ekonomi kreatif tidak lagi berjalan secara terpisah di masing-masing negara.
Dubes Filipina untuk RI Christopher B. Montero menyatakan bahwa pihaknya mendapati potensi besar untuk memperluas kerja sama riil bersama Indonesia. Filipina pun menaruh minat untuk mendalami tata kelola kelembagaan ekonomi kreatif yang diterapkan Indonesia.
“Kami berharap dapat mengidentifikasi lebih banyak peluang kolaborasi dan mengembangkan kerja sama konkret untuk bersama-sama memajukan ekonomi kreatif kedua negara,” kata Montero.
Kemitraan ini bakal kian diperjelas lewat perhelatan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang diselenggarakan di Jakarta pada 21–23 Oktober 2026. Indonesia juga membentangkan peluang bagi Filipina untuk bertindak sebagai tuan rumah WCCE 2028.
Melalui akselerasi kerja sama ini, Indonesia dan Filipina berpeluang menjadikan sektor ekonomi kreatif sebagai pilar pertumbuhan baru ASEAN, sekaligus membukakan pintu akses pasar yang lebih lapang bagi talenta dan pelaku usaha kreatif di kawasan regional.