Daftar Komoditas Bursa Mineral Tunggu Keputusan Resmi OJK

Daftar Komoditas Bursa Mineral Tunggu Keputusan Resmi OJK
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (Foto: NET)

JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan bahwa rincian komoditas strategis yang bakal diperdagangkan lewat Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) saat ini masih menanti keputusan resmi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Budi menuturkan bahwa Kementerian Perdagangan (Kemendag) belum menetapkan jenis komoditas yang bakal mengisi bursa anyar tersebut. Pasalnya, otoritas penentuan itu sepenuhnya berada di tangan OJK merujuk pada ketentuan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).

"Komoditas nanti yang menentukan OJK. Sesuai dengan undang-undang P2SK," kata Budi ditemui di kantor Kemendag, Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, Budi memaparkan bahwa Kemendag lewat Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) tengah aktif berpartisipasi dalam rangkaian persiapan pembentukan BMKS berdampingan dengan OJK.

Ia menerangkan bahwa tim gabungan tersebut dirancang menggunakan skema serupa tatkala pemerintah menggodok regulasi perdagangan aset kripto. Di samping OJK dan Bappebti, Kemendag pun telah menjalin komunikasi dengan berbagai pemangku kepentingan lain.

"Kami juga sudah ketemu dengan Danantara. Kemudian ketemu dengan Pak Brian ya, Mendikti," jelas Budi.

Menyangkut komoditas kelapa sawit yang selama ini diperdagangkan melalui bursa komoditas eksisting, Budi menyatakan belum bisa memastikan apakah komoditas andalan tersebut nantinya bakal dialihkan ke bursa baru atau tetap dipertahankan pada Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX).

Menurutnya, pemerintah bakal menerbitkan regulasi khusus dari OJK guna mengatur secara detail komoditas strategis apa saja yang berhak masuk ke dalam bursa baru tersebut.

"Jadi nanti ada aturan khusus dari OJK. Komoditas strategis apa yang, kami masih nungguin. Komoditas strategis apa saja yang akan ditentukan oleh OJK," katanya.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index