IPCM Manfaatkan Teknologi Hybrid untuk Efisiensi Operasional Kapal 39%

IPCM Manfaatkan Teknologi Hybrid untuk Efisiensi Operasional Kapal 39%
PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM). (Foto: NET)

JAKARTA - PT Jasa Armada Indonesia Tbk. (IPCM) mengaplikasikan teknologi Hybrid Integrated Electric Auxiliary Engine pada armada kapal pandu guna memangkas beban pengeluaran operasional serta menurunkan emisi karbon. 

Pelaksana Tugas Direktur Armada dan Operasi IPCM, Dessy Emastari Prihatiningtyas, menjelaskan bahwa inovasi tersebut memanfaatkan inverter baterai hybrid yang diletakkan di dek kapal. Peletakan instrumen itu diatur sedemikian rupa supaya tidak mengganggu aktivitas rutin kapal. 

“Implementasi teknologi ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi biaya dan menekan emisi,” kata Dessy kepada awak media di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Merujuk pada perhitungan IPCM dengan memakai profil kinerja kapal pandu MPAC di Pelabuhan Tanjung Priok, pemakaian sistem hybrid sanggup memangkas penggunaan bahan bakar minyak (BBM) hingga 39 persen jika dibandingkan dengan sistem standar. 

Dalam kurun waktu satu tahun, penghematan BBM diproyeksikan menyentuh angka sekitar Rp256 juta untuk setiap kapal. Di samping itu, beban perawatan mesin bisa dipangkas hingga 46 persen atau setara Rp106 juta per kapal setiap tahunnya. 

Inovasi itu pun diestimasi mampu mengurangi emisi karbon dioksida (CO?) hingga 36,83 ton per kapal dalam setahun. Berkat efisiensi biaya operasional tersebut, modal untuk pemasangan teknologi hybrid diperkirakan balik dalam tempo kurang lebih lima bulan.

IPCM melakukan uji coba penggunaan Hybrid Integrated Electric Auxiliary Engine tersebut pada kapal pandu MPAC yang beroperasi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok. 

Perangkat itu menjadi sisi dari langkah perseroan dalam mengoptimalkan efektivitas armada sembari mendukung inisiatif pelabuhan ramah lingkungan atau Green Port. 

Teknologi inverter baterai hybrid memungkinkan pemanfaatan energi listrik untuk menopang sistem kelistrikan kapal, sehingga penggunaan mesin bantu bertenaga konvensional dapat diminimalkan. 

Pemasangan baterai di dek juga memungkinkan teknologi tersebut diaplikasikan tanpa perlu merombak ruang operasional kapal secara drastis. 

IPCM mengungkapkan bahwa saat ini terdapat lima unit kapal pandu yang dikembangkan lewat internal perusahaan. Angka tersebut bakal terus ditingkatkan seiring pengembangan yang dilakukan pihak perusahaan. 

"Tahun depan akan ada tambahan lagi," ujar Vano Siregar, Investor Relations IPCM.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index