Presiden Prabowo Pertimbangkan Tinjau Langsung Korban Gempa di NTT

Presiden Prabowo Pertimbangkan Tinjau Langsung Korban Gempa di NTT
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi [FOTO: NET].

JAKARTA - Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto saat ini masih menimbang-nimbang opsi untuk melawat secara langsung ke wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan tujuan memantau kondisi terkini warga yang menjadi korban terdampak bencana gempa bumi di daerah tersebut.

"Nanti kami lihat situasinya ya, para menteri juga sudah di sana. Kami lihat seperti apa lalu kami putuskan," kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin  (17/8/2026).

Prasetyo memaparkan bahwa sejumlah menteri serta pejabat tinggi pemerintah pusat telah terlebih dahulu diterjunkan langsung ke NTT guna memastikan seluruh proses penanganan darurat pascagempa dapat berjalan secara cepat, efektif, dan terpadu.

Jajaran pejabat yang dimaksud mencakup Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus, serta Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono.

"Sekarang (mereka) sedang berada di Nusa Tenggara Timur dalam rangka memonitor dan memastikan menanggulangi bencana yang kemarin terjadi di Nusa Tenggara Timur," kata Prasetyo.

Sebelumnya, Presiden Prabowo telah menegaskan komitmen penuh pihak pemerintah untuk menghadirkan pelayanan serta penanganan terbaik bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak musibah gempa bumi, dengan cara mengerahkan langsung jajaran kementerian terkait untuk turun ke lapangan.

"Kami ingin memastikan saudara-saudara kami di sana mendapatkan penanganan darurat yang cepat dan maksimal," kata Prabowo melalui unggahan akun Instagram pribadinya @prabowo yang dipantau di Jakarta, Minggu (16/8).

Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah telah mengirimkan sebanyak 50.000 paket bantuan kebutuhan sembako ke wilayah NTT sejak hari Sabtu (15/8) lalu, guna meringankan beban serta mencukupi kebutuhan harian warga terdampak bencana.

Di samping itu, Kepala Negara turut memberikan instruksi tegas agar dilakukan koordinasi kerja sama lintas sektor demi memastikan penanganan pascagempa berlangsung cepat dan tepat sasaran. Ia telah memerintahkan jajaran terkait untuk memantau langsung situasi di lapangan.

Presiden juga meminta keterlibatan aktif dari tim lintas Badan Usaha Milik Negara, yang meliputi Perum Bulog, PT PLN (Persero), PT Pertamina (Persero), serta PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk, untuk turut membantu penanganan darurat di lokasi bencana.

Prabowo menekankan bahwa aspek keselamatan jiwa serta pemenuhan hak-hak atas kebutuhan dasar masyarakat senantiasa diletakkan sebagai prioritas utama pemerintah dalam menghadapi situasi darurat akibat gempa bumi.

"Keselamatan dan kebutuhan dasar warga adalah hal yang paling utama saat ini," ujar Presiden.

Kepala Negara juga memastikan bahwa pihak pemerintah bakal terus mengoptimalkan segala daya upaya guna memulihkan kembali kondisi kehidupan sosial di NTT pascabencana.

"Pemerintah akan terus berupaya yang terbaik untuk memulihkan keadaan," ucapnya.

Dalam kesempatan yang sama melalui unggahan tersebut, Prabowo turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam, simpati, serta doa terbaik bagi seluruh masyarakat NTT yang tengah menghadapi masa sulit akibat gempa bumi.

“Hati dan doa kami bersama saudara-saudara kami di NTT, yang sedang berduka akibat gempa bumi,” kata Prabowo.

Sebagai informasi, peristiwa gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 sebelumnya sempat mengguncang wilayah Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada hari Sabtu (15/8) saat subuh.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sempat mengeluarkan peringatan dini potensi tsunami, namun peringatan tersebut akhirnya dicabut dan dinyatakan berakhir pada pukul 07.30 WIB.

Berdasarkan data laporan sementara yang dihimpun oleh Kementerian Sosial RI, guncangan gempa tersebut menimbulkan dampak kerusakan di berbagai wilayah, dengan area terparah meliputi Kabupaten Nagekeo, Sikka, Manggarai, Manggarai Barat, dan Ende.

Tercatat ada sekitar 2.000 jiwa warga yang dilaporkan terdampak, sementara proses pendataan jumlah pengungsi hingga kini masih terus dilangsungkan.

Sementara itu, pihak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data sementara hingga hari Sabtu pukul 18.48 WIB, yang mencatat bahwa total korban meninggal dunia akibat musibah gempa tersebut telah mencapai angka 47 orang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index