JAKARTA - Nasib Julian Alvarez di Atletico Madrid masih belum menemui kejelasan di tengah meningkatnya ketertarikan dari Barcelona. Atletico Madrid sangat berambisi untuk menahan Julian Alvarez meski sang pemain memiliki keinginan yang berseberangan.
Penuturan dari Julian Alvarez sewaktu Piala Dunia lalu terkait masa depannya justru tidak maju sama sekali sebab Atletico Madrid terus menjaganya. Walhasil, Julian Alvarez terpaksa masih menetap di Metropolitano dan bersiap menyambut musim 2026-2027 yang akan mulai pekan depan.
Julian Alvarez juga sudah melaksanakan pemeriksaan kesehatan rutin di Pusat Kedokteran Olahraga Berkinerja Tinggi di Madrid pada Senin (10/8/2026) waktu setempat.
Ia datang bersama dua rekannya yang baru saja mengamankan gelar Piala Dunia 2026, Marcos Llorente dan Alex Baena. Julian Alvarez juga disiapkan untuk partai uji coba pramusim penutup kontra Marseille pada Jumat mendatang.
Sebelumnya, pihak pengurus dan Diego Simeone merencanakan untuk bertatap muka secara langsung dengan Julian Alvarez guna membicarakan masa depannya.
Manajemen tetap kukuh pada pendirian untuk tidak melepas Julian Alvarez jika tidak ada tim yang bersedia membayar klausul pelepasan sebesar 500 juta euro (setara Rp10,3 triliun). Karena kedua pihak mempunyai rencana yang tidak sama, maka rapat tersebut sedianya memang harus dilakukan agar menemukan titik terang.
Rencana rapat itu akhirnya tidak jadi dilaksanakan. Keadaan tersebut membuat mantan penyerang Manchester City kecewa karena merasa pihak klub tidak menepati komitmen yang tadinya telah diberikan.
Usai menyelesaikan serangkaian tes medis di Madrid, Romero menyebut Alvarez kemudian berunding bersama agen-agennya, Fernando Hidalgo dan Sergio Diaz.
Pembicaraan internal itu berlangsung selama lebih dari dua jam untuk membahas tindakan yang akan diambil dalam beberapa hari ke depan, dengan satu tujuan utama yang sudah ditentukan.
Sementara itu, jurnalis Argentina Gaston Edul, hingga beberapa media di Spanyol memiliki kesimpulan yang serupa dari pembatalan tersebut. Julian Alvarez sangat berharap kepindahannya ke Barcelona bisa dipercepat selama musim panas 2026.
Di samping itu, Alvarez juga mendesak untuk segera menemui CEO Atlético Madrid Miguel Angel Gil Marin supaya dirinya bisa mengutarakan keinginannya. Meskipun demikian, tidak ada sinyal Alvarez akan melakukan aksi mogok atau melanggar kontraknya.
Namun, Alvarez masih terus mengusahakan pendekatan profesional untuk bisa hengkang dari Metropolitano dalam waktu dekat. Nilai klausul yang fantastis mungkin membuat beberapa klub mempertimbangkan untuk mundur dari persaingan mengamankan tanda tangan Julian Alvarez.
Akan tetapi, Barcelona memiliki upaya untuk mengejar sang pemain dengan memberikan penawaran resmi sebesar 120 juta euro yang bakal menjadi tawaran paling tinggi sejauh ini. Selain Barcelona, Julian Alvarez juga sempat dihubungkan dengan Arsenal dan Paris Saint-Germain.