JAKARTA - Perubahan perilaku konsumen di Indonesia yang semakin mengarah ke digitalisasi memaksa industri asuransi menyesuaikan diri.
Salah satu langkah strategis yang diambil adalah peluncuran produk insurtech yang menyasar segmen digital, dengan tujuan menghadirkan kemudahan dan kecepatan dalam memperoleh perlindungan.
Direktur Operasional BRI Life, Andrew Bain, menegaskan bahwa konsumen kini mengutamakan layanan digital yang praktis, cepat, dan fleksibel. Hal ini berlaku tidak hanya untuk perlindungan umum, tetapi juga untuk aktivitas spesifik, mulai dari olahraga, perjalanan, kegiatan religi, hingga event tertentu.
Respon terhadap tren ini diwujudkan melalui Mobile Digital Insurance (MODI), platform asuransi digital end-to-end yang mempermudah masyarakat mengakses layanan secara daring kapan saja.
Konsep Asuransi Digital MODI
Andrew menjelaskan, “Seluruh proses, mulai dari pemilihan paket, pembelian polis, hingga pemantauan polis, dilakukan secara daring sehingga memberikan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan bagi masyarakat dalam memperoleh perlindungan kapan saja dan di mana saja.”
BRI Life menawarkan paket asuransi dengan durasi bervariasi, mulai harian hingga tahunan, dengan uang pertanggungan hingga Rp100 juta. Pendaftaran dan layanan 24 jam online memperkuat kemudahan akses, terutama bagi masyarakat yang terbiasa dengan transaksi digital sehari-hari.
Inisiatif ini juga mendukung perluasan distribusi asuransi, memungkinkan BRI Life menjangkau wilayah yang sebelumnya sulit diakses melalui metode konvensional. Dengan strategi digital, perusahaan menargetkan penetrasi pasar lebih luas sekaligus meningkatkan inklusi keuangan, sejalan dengan Roadmap OJK 2023-2027.
Peran MODI dalam Inklusi Keuangan
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menekankan pentingnya inklusi keuangan, termasuk melalui digitalisasi layanan asuransi. BRI Life menanggapi hal ini dengan menawarkan produk yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Data OJK menunjukkan, pertumbuhan aset industri asuransi di Indonesia ditargetkan berada di kisaran 5%-7%. Realisasi premi asuransi komersial pada 2025 tercatat Rp331 triliun, turun 1,46% dibandingkan tahun sebelumnya, sementara klaim asuransi nasional mencapai Rp216 triliun, turun 4,85%. Digitalisasi diyakini mampu menahan tren penurunan ini dan memperkuat basis pelanggan baru.
Dengan akses yang mudah dan proses cepat, MODI menjadi jawaban bagi konsumen yang menginginkan layanan modern tanpa harus datang ke kantor cabang. Solusi ini relevan untuk gaya hidup masyarakat urban yang menuntut efisiensi, fleksibilitas, dan kenyamanan layanan.
Keunggulan dan Fitur MODI
BRI Life menekankan beberapa keunggulan MODI:
Akses 24 Jam: Nasabah dapat membeli polis, memperbarui, dan memantau status klaim kapan saja.
Fleksibilitas Perlindungan: Paket asuransi dapat disesuaikan dengan kebutuhan, dari harian hingga tahunan.
Uang Pertanggungan Kompetitif: Hingga Rp100 juta untuk berbagai aktivitas dan risiko spesifik.
Kemudahan Pendaftaran: Proses onboarding digital memungkinkan pendaftaran cepat tanpa dokumen fisik.
Pemantauan Daring: Nasabah dapat mengecek status polis, riwayat klaim, dan manfaat secara real-time.
Fitur-fitur ini menempatkan MODI sebagai alternatif yang relevan dibandingkan asuransi tradisional, sekaligus menjawab kebutuhan generasi digital yang mengutamakan kemudahan transaksi daring.
Tantangan dan Potensi Pasar
Meski memiliki potensi besar, penetrasi asuransi digital menghadapi sejumlah tantangan. Tingkat literasi keuangan masyarakat, pemahaman risiko, serta kepercayaan terhadap platform digital masih bervariasi antar wilayah. Oleh karena itu, BRI Life perlu memastikan edukasi produk berjalan paralel dengan pemasaran digital.
Selain itu, tantangan teknis seperti keamanan data, perlindungan privasi, dan sistem verifikasi digital harus dijaga agar konsumen merasa aman dalam bertransaksi. Dengan strategi yang tepat, digitalisasi asuransi ini dapat memperkuat loyalitas pelanggan dan mendorong pertumbuhan premi secara berkelanjutan.
Sektor insurtech diprediksi akan semakin berkembang di Indonesia, seiring meningkatnya penetrasi smartphone, koneksi internet yang stabil, serta perilaku konsumen yang kian terbiasa melakukan transaksi finansial secara daring. MODI menempati posisi strategis untuk menangkap peluang ini, khususnya di kalangan milenial dan generasi Z yang menjadi pengguna digital utama.
Prospek Industri Asuransi Digital
Kehadiran MODI selaras dengan tren global di sektor asuransi digital. Di pasar internasional, insurtech telah membuktikan efektivitasnya dalam menjangkau konsumen yang sebelumnya sulit dijangkau.
Indonesia memiliki potensi serupa, dengan basis populasi yang besar, adopsi teknologi tinggi, dan kebutuhan perlindungan yang meningkat.
Dengan inovasi digital ini, BRI Life berharap dapat meningkatkan pertumbuhan premi, menahan penurunan realisasi klaim, serta memperluas jangkauan distribusi ke wilayah tier 2 dan tier 3 yang selama ini minim penetrasi.
MODI juga menjadi contoh bagaimana perusahaan asuransi tradisional dapat bertransformasi mengikuti dinamika pasar modern.