MBG

BKKBN Sulsel Perkuat Implementasi Program MBG 3B untuk Percepat Penurunan Stunting

BKKBN Sulsel Perkuat Implementasi Program MBG 3B untuk Percepat Penurunan Stunting
BKKBN Sulsel Perkuat Implementasi Program MBG 3B untuk Percepat Penurunan Stunting

JAKARTA - Upaya percepatan penurunan stunting di Sulawesi Selatan kini semakin diarahkan pada pendekatan berbasis keluarga. 

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulsel mendorong implementasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) 3B sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak sekaligus menekan angka stunting secara lebih efektif.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Selatan Shodiqin menjelaskan, dalam konteks percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan ibu dan anak, pemerintah mendorong implementasi program MBG 3B sebagai intervensi strategis berbasis keluarga.

Shodiqin dalam keterangannya di Makassar, Selasa, mengatakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi sasaran 3B (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD) menempatkan keluarga sebagai aktor utama dalam pemenuhan gizi, dengan dukungan lintas sektor yang melibatkan pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra strategis.

"Serta jejaring lini lapangan, dan diintegrasikan dengan pelaksanaan program prioritas Kemendukbangga/BKKBN,” jelasnya pada Rapat Koordinasi Daerah Program Pembangunan Keluarga, Bangga Kencana Tahun 2026 di Ruang Rapim Kantor Gubernur Sulsel.

Pendekatan ini menegaskan bahwa persoalan stunting tidak hanya menjadi isu kesehatan semata, melainkan berkaitan erat dengan pola asuh, pemenuhan gizi keluarga, serta koordinasi berbagai pihak.

MBG 3B Fokus pada Ibu Hamil, Menyusui dan Balita

Program MBG 3B dirancang khusus menyasar kelompok rentan yang memiliki peran krusial dalam pencegahan stunting sejak dini. Sasaran 3B meliputi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD. Ketiga kelompok ini dinilai menjadi kunci dalam memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal.

Dengan pemberian makan bergizi gratis, diharapkan kebutuhan nutrisi dasar dapat terpenuhi secara lebih merata, terutama bagi keluarga yang memiliki keterbatasan akses pangan bergizi. Intervensi ini tidak berdiri sendiri, melainkan terintegrasi dengan program pembangunan keluarga yang sudah berjalan.

Sinergi lintas sektor menjadi fondasi utama dalam pelaksanaan MBG 3B. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, mitra strategis, hingga jejaring lini lapangan diharapkan berkolaborasi agar implementasi program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Melalui penguatan keluarga sebagai aktor utama, program ini menempatkan orang tua sebagai pihak yang berperan langsung dalam memastikan kualitas gizi anak. Dengan demikian, intervensi tidak hanya bersifat jangka pendek, tetapi juga membangun kesadaran jangka panjang tentang pentingnya gizi seimbang.

Lima Program Prioritas Bangga Kencana 2026

Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Strategi Pembangunan Keluarga, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Ukik Kusuma Kurniawan, dalam keynote speech memaparkan lima program prioritas Kemendukbangga/BKKBN di Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2026.

Kelima program tersebut meliputi Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), pemanfaatan Aplikasi Konsultasi dan Pendampingan Keluarga Berbasis Kecerdasan Artifisial, serta SIDAYA (Lansia Berdaya).

Rangkaian program tersebut menunjukkan bahwa pembangunan keluarga dilakukan secara menyeluruh, mencakup berbagai kelompok usia dan peran dalam keluarga. Tidak hanya fokus pada ibu dan anak, tetapi juga melibatkan peran ayah serta kelompok lansia agar tercipta keluarga yang harmonis dan berkualitas.

Pemanfaatan teknologi melalui aplikasi konsultasi berbasis kecerdasan artifisial menjadi salah satu inovasi yang diperkenalkan untuk memperkuat pendampingan keluarga. Dengan pendekatan ini, masyarakat dapat memperoleh akses informasi dan konsultasi secara lebih mudah dan cepat.

Penghargaan untuk Komitmen Daerah

Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Luwu menerima sertifikat penghargaan atas dukungan dan komitmen dalam pelaksanaan program MBG 3B. Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas peran aktif pemerintah daerah dalam mendukung agenda pembangunan keluarga.

Pemkab Luwu menyambut penghargaan ini sebagai bentuk apresiasi atas komitmen daerah dalam mendukung program pembangunan keluarga dan percepatan penurunan stunting, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor menuju terwujudnya keluarga berkualitas di daerah itu.

Pengakuan tersebut sekaligus menjadi motivasi bagi daerah lain untuk meningkatkan partisipasi dan komitmen dalam menjalankan program serupa. Keberhasilan penurunan stunting sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah.

Secara keseluruhan, dorongan implementasi MBG 3B oleh BKKBN Sulsel memperlihatkan komitmen kuat dalam mempercepat penurunan stunting melalui pendekatan keluarga. Dengan dukungan program prioritas Bangga Kencana 2026 dan kolaborasi lintas sektor, diharapkan kualitas kesehatan ibu dan anak di Sulawesi Selatan dapat meningkat secara signifikan.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk membangun sumber daya manusia yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing, dimulai dari keluarga sebagai fondasi utama pembangunan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index