Bank Jago

Investasi Digital Bank Jago Tumbuh, Pengguna Terhubung Bibit-Stockbit

Investasi Digital Bank Jago Tumbuh, Pengguna Terhubung Bibit-Stockbit
Investasi Digital Bank Jago Tumbuh, Pengguna Terhubung Bibit-Stockbit

JAKARTA - Di era digital saat ini, investasi makin mudah diakses oleh berbagai kalangan, terutama generasi muda yang melek teknologi. 

PT Bank Jago Tbk menjadi salah satu pionir yang berhasil mengintegrasikan layanan perbankan digitalnya dengan platform investasi populer seperti Bibit dan Stockbit.

Terbukti, hingga kini sudah lebih dari tiga juta pengguna aplikasi Jago yang terhubung dengan kedua platform tersebut, menandakan lonjakan signifikan dalam minat berinvestasi secara digital.

Bank Jago mencatat peningkatan pengguna yang terhubung dengan platform investasi tersebut mencapai 38 persen selama setahun terakhir. 

Fenomena ini menggambarkan tren baru dalam perilaku finansial masyarakat Indonesia yang mulai beralih ke investasi digital sebagai salah satu cara mengelola keuangan secara lebih cerdas dan terencana.

Pertumbuhan Pesat Fitur “Kantong” untuk Investasi

Salah satu fitur unggulan di aplikasi Jago adalah “kantong,” yang memungkinkan pengguna untuk memisahkan uang sesuai tujuan finansial, termasuk investasi di Bibit dan Stockbit. 

Hingga saat ini, pengguna telah membuat hampir 4,5 juta kantong, dengan lebih dari separuh kantong tersebut menggunakan Rekening Dana Nasabah (RDN) Jago.

Fitur kantong ini memudahkan nasabah dalam mengelola keuangan dan investasi tanpa harus membuka rekening terpisah di platform lain. Integrasi ini mempercepat dan mempermudah proses investasi, sekaligus memberikan pengalaman pengguna yang seamless dan nyaman.

Lonjakan Nilai Investasi Sepanjang 2025

Menurut Digital Product Lead Bank Jago, Yusuf Aria Putera, nilai investasi nasabah di Bibit dan Stockbit mengalami peningkatan hampir 80 persen sepanjang tahun 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan kesadaran dan kepercayaan masyarakat terhadap produk investasi digital yang terintegrasi dengan aplikasi perbankan.

Pertumbuhan nilai investasi ini juga menjadi indikasi bahwa investor Indonesia semakin cerdas dan berani mengambil langkah untuk menumbuhkan kekayaan mereka melalui instrumen yang mudah diakses dan terpercaya. Hal ini menjadi kabar baik bagi ekosistem investasi di tanah air.

Dominasi Generasi Produktif dalam Investasi Digital

Dari segi demografi, hampir 95 persen investor yang menggunakan aplikasi Jago dan terhubung ke Bibit serta Stockbit berasal dari kelompok usia produktif, yakni 17 hingga 44 tahun. Generasi Z mendominasi dengan kontribusi hampir 65 persen, sementara milenial menyumbang sekitar 30 persen.

Menariknya, lebih dari 5 persen populasi investor tersebut adalah remaja usia 17-19 tahun, yang menunjukkan bahwa pelajar dan mahasiswa sudah banyak yang mulai mengenal dan aktif berinvestasi. Fenomena ini tersebar hampir di seluruh kota di Indonesia, menunjukkan penetrasi investasi digital yang luas dan merata.

“3C”: Panduan Investasi bagi Pemula

Untuk membantu investor pemula agar dapat berinvestasi secara sehat dan bertanggung jawab, Yusuf memperkenalkan konsep “3C”: curious, critical, dan conscious.

Curious berarti memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, terus belajar dan mencoba hal baru dalam investasi secara terukur agar bisa bertumbuh tanpa kehilangan kendali.

Critical mengajak investor untuk selalu menyaring informasi, memahami mekanisme dan risiko investasi sehingga tidak mudah terpengaruh rekomendasi yang belum tentu tepat.

Conscious menekankan pengambilan keputusan investasi yang sadar, sesuai dengan kondisi pribadi dan tujuan finansial agar tetap fokus dan tidak salah arah.

Menurut Yusuf, konsep ini bukan hanya teori, melainkan kompas yang sangat berguna untuk mengarahkan perjalanan investasi agar tetap sehat dan realistis.

Kolaborasi Edukasi Investasi dengan BEI dan Stockbit

Bank Jago berkolaborasi dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Stockbit mengadakan gelar wicara bertajuk “Cara Jadi Investor Realistis.” Acara ini menghadirkan narasumber dari berbagai latar belakang, termasuk Divisi Pengembangan Pasar BEI, perwakilan dari Bibit dan Stockbit, serta entrepreneur dan content creator Theo Derick.

Melalui acara ini, Bank Jago mengajak masyarakat membangun masa depan finansial yang lebih cerah dengan investasi yang sehat, penuh perencanaan, dan realistis. Edukasi seperti ini diharapkan mampu memperkuat literasi investasi digital, khususnya bagi generasi muda yang menjadi kontributor utama pasar investasi digital.

Meningkatkan Kesadaran Investasi di Tengah Era Digital

Data pertumbuhan pengguna aplikasi Jago yang terhubung ke platform investasi Bibit dan Stockbit menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya investasi sejak dini. Inovasi digital di bidang keuangan tidak hanya mempermudah akses, tetapi juga membantu membangun kebiasaan finansial yang sehat.

Bank Jago dengan fitur kantong dan integrasi investasi digital menyediakan ekosistem yang mendukung pengguna untuk mengelola uang dengan lebih efisien dan tujuan yang jelas. Model ini dapat menjadi inspirasi bagi pelaku industri keuangan lain untuk terus berinovasi dan memfasilitasi kebutuhan masyarakat modern.

Tantangan dan Peluang Investasi Digital di Indonesia

Walaupun potensi pasar investasi digital sangat besar, masih ada tantangan yang harus dihadapi, antara lain terkait literasi keuangan yang belum merata, risiko keamanan data, dan fluktuasi pasar yang dapat membuat investor pemula khawatir.

Namun, peluang yang muncul jauh lebih besar dengan dukungan teknologi, regulasi yang semakin baik, serta kolaborasi berbagai pihak seperti Bank Jago, BEI, dan platform investasi digital. Dengan edukasi yang tepat, inklusi keuangan digital akan terus tumbuh dan membawa manfaat luas bagi masyarakat.

Lebih dari tiga juta pengguna aplikasi Bank Jago yang terhubung ke platform investasi Bibit dan Stockbit menandai pertumbuhan pesat investasi digital di Indonesia. Peningkatan jumlah kantong investasi, nilai investasi yang naik hampir 80 persen sepanjang 2025, serta dominasi investor muda menunjukkan tren positif dalam pengelolaan keuangan modern.

Konsep “3C” yang diperkenalkan Bank Jago menjadi panduan penting bagi pemula agar dapat berinvestasi secara sehat dan bertanggung jawab. Kolaborasi edukasi antara Bank Jago, BEI, dan Stockbit juga memperkuat literasi investasi di masyarakat.

Ke depan, investasi digital diprediksi akan terus berkembang, membuka peluang baru bagi masyarakat Indonesia untuk mencapai kesejahteraan finansial secara lebih mudah dan terencana.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index