Anak Usaha CBDK

Anak Usaha CBDK Tambah Modal, Struktur Keuangan IPN Menguat hingga Rp8 Triliun

Anak Usaha CBDK Tambah Modal, Struktur Keuangan IPN Menguat hingga Rp8 Triliun
Anak Usaha CBDK Tambah Modal, Struktur Keuangan IPN Menguat hingga Rp8 Triliun

JAKARTA — Langkah penguatan struktur permodalan kembali dilakukan oleh kelompok usaha di sektor properti dan fasilitas penunjang kegiatan pameran. 

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk. (CBDK) menyampaikan bahwa entitas anaknya, PT Industri Pameran Nusantara (IPN), telah menerbitkan saham baru sebagai bagian dari strategi peningkatan kapasitas keuangan. Aksi korporasi ini sekaligus menandai perubahan signifikan pada besaran modal dasar IPN yang kini meningkat tajam dibandingkan posisi sebelumnya.

Sebagai bagian dari grup usaha, CBDK merupakan anak perusahaan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI), pengembang kawasan properti di utara Jakarta yang berada di bawah kepemilikan Grup Salim dan Agung Sedayu. Dengan struktur kepemilikan tersebut, peningkatan modal pada IPN dipandang sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat fondasi bisnis yang menopang kegiatan MICE (meeting, incentive, convention, and exhibition).

Penerbitan Saham Baru oleh Entitas Anak

Dalam keterbukaan informasi, CBDK menjelaskan bahwa IPN telah menerbitkan sebanyak 14.705.883 saham seri B dengan nilai nominal Rp17.000 per saham. Dengan demikian, total nilai penerbitan saham baru tersebut mencapai Rp250 miliar. Seluruh saham yang diterbitkan diambil sepenuhnya oleh CBDK sebagai pemegang saham pengendali.

Aksi ini menegaskan posisi CBDK sebagai pemilik mayoritas IPN, sekaligus memperlihatkan komitmen perusahaan induk dalam mendukung kebutuhan pendanaan anak usaha. Melalui penyertaan modal tersebut, IPN memperoleh tambahan sumber daya keuangan untuk menunjang kegiatan operasional dan rencana pengembangan fasilitas ke depan.

Sekretaris Perusahaan CBDK, Yohanes Edmond Budiman, menyampaikan bahwa tujuan utama peningkatan modal ini adalah memperkuat struktur permodalan IPN. "Peningkatan modal (IPN) ini bertujuan untuk memperkuat struktur permodalan dan kapasitas keuangan IPN dalam mendukung kegiatan operasional serta pengembangan lanjutan fasilitas MICE yang direalisasikan melalui Nusantara International Convention & Exhibition," katanya.

Perubahan Struktur Modal Dasar IPN

Seiring dengan penerbitan saham baru tersebut, IPN juga melakukan penyesuaian pada modal dasarnya. Modal dasar IPN kini meningkat menjadi Rp8.000.606.475.000. Struktur modal dasar baru itu terdiri atas dua jenis saham, yakni saham seri A dan saham seri B.

Untuk saham seri A, jumlahnya tetap sebanyak 10.000 saham dengan nilai nominal Rp1.000.000 per saham atau setara Rp10.000.000.000. Sementara itu, saham seri B meningkat menjadi 470.035.675 saham dengan nilai nominal Rp17.000 per saham atau seluruhnya sebesar Rp7.990.606.475.000. Dengan komposisi tersebut, total modal dasar IPN kini mencapai lebih dari Rp8 triliun.

Sebelum adanya peningkatan modal, IPN memiliki modal dasar sebesar Rp2.305.606.475.000. Modal tersebut terdiri atas 10.000 saham seri A dengan nilai nominal Rp1.000.000 per saham atau seluruhnya Rp10.000.000.000 dan 135.035.675 saham seri B dengan nilai nominal Rp17.000 per saham atau setara Rp2.295.606.475.000. Seluruh modal dasar itu telah ditempatkan dan disetor penuh oleh pemegang saham.

Perubahan ini menunjukkan adanya lonjakan signifikan pada kapasitas permodalan IPN, yang sebelumnya berada di kisaran Rp2,3 triliun dan kini meningkat menjadi lebih dari Rp8 triliun.

Dampak terhadap Kepemilikan Saham CBDK

Sebelum dilakukan penambahan modal, CBDK tercatat memiliki 135.035.675 saham seri B dengan nilai nominal Rp2.295.606.475.000. Jumlah tersebut setara dengan 99,993 persen dari total modal ditempatkan dan disetor IPN pada saat itu. Dengan kata lain, hampir seluruh saham IPN berada dalam penguasaan CBDK.

Setelah perseroan melakukan tambahan penyetoran modal sebesar Rp250.000.011.000 atas 14.705.883 saham seri B yang baru diterbitkan, jumlah kepemilikan CBDK meningkat menjadi 149.741.558 saham seri B. Meski terjadi penambahan jumlah saham, porsi kepemilikan CBDK tidak berubah secara signifikan.

Dengan demikian, kepemilikan perseroan tetap berada di level 99,993 persen dari total modal ditempatkan dan disetor IPN. Kondisi ini mencerminkan bahwa struktur pengendalian perusahaan tidak mengalami perubahan, meskipun nilai modal dasar dan jumlah saham beredar meningkat secara substansial.

Penguatan Kapasitas Keuangan untuk Fasilitas MICE

Peningkatan modal pada IPN memiliki keterkaitan langsung dengan rencana pengembangan fasilitas MICE yang dijalankan melalui Nusantara International Convention & Exhibition. Fasilitas tersebut menjadi salah satu proyek strategis dalam mendukung kegiatan pameran, konvensi, dan berbagai aktivitas bisnis berskala besar.

Dengan tambahan modal, IPN diharapkan memiliki ruang finansial yang lebih luas untuk mendukung operasional dan ekspansi fasilitas tersebut. Kebutuhan investasi pada sektor MICE tidak hanya mencakup pembangunan fisik, tetapi juga penguatan infrastruktur pendukung, sistem operasional, serta peningkatan kualitas layanan.

Langkah CBDK melalui penyertaan modal ini juga mencerminkan konsistensi grup usaha dalam memperkuat portofolio bisnis berbasis properti dan fasilitas pendukung kegiatan komersial. Dengan struktur permodalan yang lebih besar, IPN dinilai memiliki fondasi yang lebih kokoh untuk menghadapi dinamika industri pameran dan konvensi di dalam negeri.

Secara keseluruhan, penerbitan saham baru oleh IPN dan peningkatan modal dasar menjadi lebih dari Rp8 triliun menandai fase baru dalam pengembangan entitas anak CBDK. Tanpa mengubah struktur kepemilikan, aksi korporasi ini menitikberatkan pada penguatan keuangan internal perusahaan agar mampu menopang pengembangan jangka panjang, khususnya pada sektor fasilitas MICE yang menjadi fokus utama pengelolaan IPN.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index